Suara.com - Koalisi Peduli Data Pribadi resmi membuka Posko Aduan Data Pribadi. Posko itu dibuat untuk menampung amarah warga negara Indonesia khususnya korban dari kebocoran data pribadi.
"Kami juga mengajak khususnya korban yang terdampak dari kebocoran data baik data karena sim card ataupun KPU ataupun yang lain silakan mengakses posko ini kemudian kita bisa tindaklanjuti bersama untuk mendorong kebijakan-kebijakan yang lebih baik," kata Direktur Eksekutif Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers Ade Wahyudin dalam konferensi pers Peluncuran Posko Pengaduan Kebocoran Data secara virtual, Jumat (9/9/2022).
Ade memahami ketika melihat warga negara Indonesia marah kepada pemerintah lantaran kebocoran data pribadi kerap terjadi. Amarah warga itu juga termasuk untuk pemerintah yang tidak pernah berusaha menyelesaikan masalah tersebut.
"Ini yang memunculkan inisiatif kita bersama bahwa kita harus mengumpulkan para korban dan kita harus menuntut keadilan," ujarnya.
Ade menilai kalau warga negara Indonesia termasuk para korban harus menuntut karena perlindungan data masyarakat itu masuk ke dalam mandat dari konstitusi. Hal tersebut tertuang pada Pasal 28 ayat G yang berbunyi bahwa setiap warga negara berhak atas perlindungan prbadi.
"Sehingga ini sudah menjadi hak konstitusional artinya segenap pemerintahan sebagai pemangku HAM dia bertanggung jawab," ucapnya.
Terjadi 7 Kali Pada 2022
Direktur eksekutif Safenet Damar Juniarto menerangkan kalau kebocoran data pribadi itu bukan hanya sekali terjadi di Indonesia.
Damar menerangkan bahwa pada 2022 saja, kebocoran data pribadi di Indonesia sudah terjadi sebanyak tujuh kali. Kebocoran data pribadi juga terjadi di tahun-tahun sebelumnya.
Baca Juga: Heboh Data Warga Bocor, Berikut Deretan Kasus Kebocoran Data di Indonesia
"Kebocoran ini bukan yang pertama, tahun ini saja ada 7 kebocoran sementara kita dalam catatan Safenet tahun-tahun lalu kita banyak menyimpan kebocoran yang lain," terang Damar dalam acara peluncuran Posko Pengaduan Kebocoran Data secara virtual, Jumat (9/9/2022).
Damar menyebutkan kalau kebocoran data pribadi yang terjadi pada 31 Agustus 2022 membuat Indonesia sebagai negara yang paling banyak mengalami kebocoran data selevel Asia.
"1,3 miliar data pengguna jasa telekomunikasi menjadikan Indonesia menjadi kebocoran data paling besar di Asia sampai sekarang," terangnya.
Adanya kebocoran data pribadi yang terus terjadi dianggap Damar sebagai bentuk negara yang tidak peduli akan perlindungan data warganya sendiri.
"Jadi ini yang menyulitkan posisi Indonesia karena Indonesia kelihatan sekali menyepelekan soal perlindungan data yang dikumpulkan berbagai mekanisme."
Bagi masyarakat yang hendak mengajukan aduan bisa mengakses https://s.id/kebocorandata. Masyarakat hanya diminta nama dan email yang akan dijadikan korespondensi atau juga tangkap layar bukti datanya bocor ke ranah publik.
Berita Terkait
-
Kebocoran Data di Indonesia Terjadi Berkali-kali, SAFENet Geram: Bukti Nyata Pemerintah Sepelekan Perlindungan Data
-
Jurnalis Mudah Didoxing Gegara Kebocoran Data Pribadi: Alamat Rumah hingga Keluarga Bisa Diteror
-
Curhat Kerap Ditanya Kasus Kebocoran Data, Menkominfo : Jawab Salah, Tidak Dijawab Salah
-
Heboh Data Warga Bocor, Berikut Deretan Kasus Kebocoran Data di Indonesia
-
Soal Dugaan Isu Kebocoran Data 150 Juta Penduduk, Menkominfo Lempar Masalah ke BSSN
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat
-
Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan
-
Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter
-
Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor
-
Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun
-
Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?
-
Wamendagri Bima: Tantangan Perubahan Iklim Bukan Lagi Regulasi, Tetapi Eksekusi di Daerah
-
BGN Bantah Siswa SD di Pemalang Dikeluarkan Gara-gara Kritik MBG: Itu Tidak Benar
-
LHKPN Prabowo dan 38 Pejabat Lainnya Dipertanyakan ICW, KPK: Tunggu Verifikasi