Suara.com - Ketua Bidang Penyiaran Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Bayu Wardhana mengungkapkan kalau jurnalis juga mendapatkan dampak buruk dari kebocoran data pribadi. Menurutnya, jurnalis akan lebih mudah mendapatkan ancaman ekspose data pribadi atau doxing di media sosial.
"Pada konteks jurnalis, jurnalis juga menjadi terbuka dan menjadi tidak aman lagi dalam melaksanakan tugas-tugasnya," kata Bayu dalam acara peluncuran Posko Pengaduan Kebocoran Data secara virtual, Jumat (9/9/2022).
Bayu mencontohkan banyaknya kasus jurnalis yang semisal hasil tulisannya dianggap merugikan suatu pihak, maka ancaman yang akan diterimanya itu salah satunya ialah doxing. Ada sejumlah jurnalis yang data pribadinya seperti anggota keluarga hingga alamat rumah kemudian disebarkan di media sosial oleh anonim.
"Kemudian dianggap merugikan satu pihak kemudian dia di-doxing data-data pribadinya dibuka di publik dan itu menjadi ancaman kan karena rumahnya diketahui," jelasnya.
"Untuk kami di jurnalis ini menjadi sangat tidak nyaman," ujarnya.
Bukan hanya kepada jurnalis, kebocoran data yang selama ini terjadi juga membuat masyarakat menjadi 'telanjang'. Karena semua data-data yang bersifat pribadi bisa diketahui oleh orang lain dan bahkan disalahgunakan.
Bayu menarik salah satu contoh di mana banyak warga yang mengeluh ketika data pribadinya digunakan oleh perusahaan pinjaman online. Tidak ada angin atau hujan, banyak warga yang kaget tiba-tiba ditagih untuk melunasi hutangnya melalui pesan instan WhatsApp.
Padahal mereka mengaku tidak pernah mendaftarkan diri apalagi mengajukan pinjaman.
Menurutnya, kebocoran data pribadi itu bukan sekali terjadi di Indonesia. Bayu menganggap kalau negara sudah abai akan kondisi tersebut.
Baca Juga: Tim Universal HAM Menggugat UU Pengadilan HAM ke Mahkamah Konstitusi
"Sebenarnya ini kalau menurut kami karena negara lalai melindungi warganya."
Tag
Berita Terkait
-
Heran Data Warga Bisa Kebobolan Terus, Nurul Arifin ke Menkominfo: Ini Memalukan Pak!
-
Dituduh Berkhianat, Eks Jurnalis Rusia Dihukum 22 Tahun Penjara!
-
Iming-iming Duit Bikin Pejabat Ditjen Pajak Doyan Terima Suap, KPK Mesti Garang
-
Najwa Shihab Beri Pesan Menohok kepada Menkominfo yang Minta Masyarakat Jaga NIK: HADEEH
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat