Publik ramai mengeluhkan pemakaian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite. Kabarnya, setelah mengalami kenaikan harga, BBM Pertalite memiliki penurunan kualitas dan semakin boros.
Adanya keresahan terkait dengan kualitas BBM jenis Pertalite ini ramai menjadi perbincangan terutama di media sosial Twitter. Tak sedikit warganet yang membahas soal perbedaan kualitas BBM jenis Pertalite pada sebelum kenaikan dan setelah adanya kenaikan harga BBM.
“Keluhan pengguna BBM Pertalite akhir-akhir ini, nggak cuman pengemudi mobil, pengendara motor pun punya keluhan yang sama, bensin jadi lebih cepat habis meskipun jarak yang ditempuh kendaraan tetap sama, bahkan bensin berkurang (menguap?) saat kendaraan nggak dipakai,” tulis salah satu warganet.
“Sama bang di tempat saya gitu buat ngojek mesin jadi brebet, saya pikir pertalite sekarang kayak pertalite pas harga premium dulu di tempat saya ada pertalite dijual harga premium yang bikin banyak motor rusak karena rupanya lebih kotor daripada pertalite harga normal,” tambah salah satu warganet.
“Sama loh, sebelum naik saya isi sekitar 2,6 liter rumah-kantor bisa habis 5-6 hari, karena jarak dekat. Sekarang kok cepet banget nguapnya, paling 4-5 hari udah isi bensin lagi dengan jarak yang sama,” imbuh salah satu warganet.
Lantas, benarkah BBM jenis Pertalite menjadi lebih boros dan memiliki kualitas yang lebih buruk daripada sebelumnya?
PT Pertamina (Persero) menegaskan bahwa kualitas bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite (RON 90) tidak berubah.
BBM jenis Pertalite dipasarkan melalui lembaga penyalur resmi yang ada di Indonesia. Hal tersebut juga sudah sesuai dengan Keputusan Dirjen Migas Nomor 0486.K/10/DJM.S/2017 tentang Standar dan Mutu (Spesifikasi) Bahan Bakar Minyak Jenis Bensin 90 yang Dipasarkan di Dalam Negeri.
“Batasan dalam spesifikasi Dirjen Migas yang menunjukkan tingkat penguapan pada suhu kamar di antaranya adalah parameter Reid Vapour Pressure (RVP). Saat ini hasil uji RVP dari Pertalite yang disalurkan dari Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Pertamina masih dalam batasan yang diizinkan, yaitu dalam rentang 45-69 kPa (Kilopascal),” kata Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Irto Ginting dalam keterangan tertulis, Rabu (21/9/2022).
Baca Juga: Geger Pertalite Jadi Makin Boros, Netizen: Dioplos Tuh Buat Bangun IKN!
Tidak hanya itu, PT Pertamina juga menjamin seluruh produk BBM yang telah disalurkan melalui lembaga penyalur resmi seperti SPBU dan Pertashop sudah sesuai dengan spesifikasi dan sudah melalui pengawasan kualitas yang ketat.
Sementara itu, produk BBM yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan tidak akan disalurkan ke masyarakat.
Hal tersebut dikarenakan Pertamina sendiri yang telah memiliki komitmen untuk menyalurkan produk-produk BBM yang memiliki kualitas baik dan sudah sesuai dengan spesifikasi.
Adanya isu dan keresahan terkait dengan penurunan kualitas BBM jenis Pertalite yang saat ini ramai diperbincangkan di media sosial membuat Pertamina mengeluarkan himbauan kepada masyarakat untuk membeli BBM di lembaga penyalur resmi, seperti SPBU dan Pertashop. Hal tersebut dilakukan agar produk BBM yang digunakan telah terjamin kualitas serta keamanannya.
Tidak hanya itu, Pertamina juga mengimbau agar para konsumen mengisi BBM sesuai dengan ketentuan yang telah tertera dalam buku panduan kendaraan bermotor, hal tersebut karena pabrikan telah menyesuaikan bahan bakar yang cocok dan sesuai dengan jenis kendaraan.
Pertamina juga menerangkan bahwa pergantian isi jenis BBM dengan kadar oktan (RON) yang berbeda juga tidak direkomendasikan.
Berita Terkait
-
Geger Pertalite Jadi Makin Boros, Netizen: Dioplos Tuh Buat Bangun IKN!
-
IPM Pertamina Drilling Services Indonesia Solusi Tingkatkan Efisiensi dan Kepastian Penyelesaian Proyek
-
Penerima Manfaat BLT BBM di Lampung Bertambah 100.211 KPM
-
Viral Pertalite Semakin Boros Setelah Harganya Naik, Ini Kata Pertamina
-
7 Cara Hemat BBM saat Harga Bensin Melejit
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Andrie Yunus Jalani Operasi Lanjutan, Dokter Fokus Selamatkan Bola Mata Kanan
-
Arus Lebaran 2026 Menguat, Tol GempolPasuruan Didominasi Pergerakan ke Arah Pasuruan
-
Optimalkan SDA untuk Kemandirian Nasional, Prabowo Pacu Hilirisasi dan Ketahanan Energi
-
Prabowo Dorong Reformasi TNI: Penegakan Hukum Internal Diperketat, Tak Ada Toleransi Pelanggaran!
-
Cerita Arus Balik: Syamsudin Trauma Macet 27 Jam di Jalan, Derris Pilih War Tiket Sejak H-45
-
Anak Durhaka! Kata-kata Sadis Remaja 18 Tahun Usai Bunuh Ibu Kandung
-
Akal Bulus Model Cantik Tipu Pria Kaya, Korban Merugi Sampai Rp3 Miliar
-
Dear Donald Trump! Ini Ada Ejekan dari Jubir Iran: Malu yah Kalah Perang
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
AS-Israel Lakukan Kejahatan Perang: 600 Sekolah Hancur, 66 Balita Iran Tewas