Suara.com - Sebuah jenama minuman bernama Es Teh Indonesia sedang ramai dibicarakan warganet karena melempar somasi pada salah satu pelanggan yang mengkritik hasil olahannya. Lalu apa itu somasi dan apa konsekuensinya jika somasi diabaikan?
Merangkum berbagai sumber, kabar tentang somasi ini bermula dari cuitan salah satu warganet yang menghina produk Es Teh Indonesia. Dalam cuitannya, ia menulis itu adalah pengalaman pertama sekaligus terakhir kalinya ia jajan di outlet minuman tersebut.
"Abis minum Esteh Indonesia yang Chizu Red Velvet pertama kali dan terakhir kali. Anj**** lu gila yak itu bukan minuman ta* tapi gula 2 kg dikocok sama sp bahan kue to*** bet siapa sih yang bikin ni minuman bangs*** bangkrut ae lu mending daripada bocah kena diabetes massal," cuitnya dikutip dari Beritahits.id, suara.com.
Kritik tersebut dilempar ke media sosial tanpa menggunakan kata-kata yang bersifat membangun, sehingga pihak minuman memutuskan untuk bertindak tegas dan melakukan somasi terhadap sang pemilik akun.
Hal ini diketahui dari cuitan kelanjutan yang diunggah pemberi kritik. Ia mengunggah surat somasi dari Es Teh Indonesia yang berisi peringatan atas penghinaan dan menuntut klarifikasi dari yang bersangkutan.
Apa Itu Somasi?
Merangkum berbagai sumber, somasi pada dasarnya adalah teguran dari pihak kreditur pada debitur agar segera memenuhi kewajiban sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati.
Sederhananya, somasi muncul ketika calon tergugat tidak memenuhi kewajiban dan surat ini diberikan sebagai peringatan sebelum calon penggugat mengajukan perkara ke pengadilan.
Belakangan, istilah somasi umum digunakan sebagai pengganti kata teguran atau peringatan tanpa berkaitan dengan utang piutang. istilah ini kerap muncul dalam kasus-kasus lain seperti ingkar janji atau kasus pidana.
Baca Juga: Pria yang Kritik Kadar Gula Minta Maaf ke Es Teh Indonesia, Warganet Geram Ikut Bela Konsumen
Lalu apa konsekuensinya jika somasi diabaikan? Jika somasi ini sudah sesuai regulasi dan jalur hukum, maka penggugat bisa menuntut hak-hak seperti pemenuhan perikatan, ganti rugi, pembatalan persetujuan tmbal balik dan pembatalan perikatan dan ganti rugi.
Terkait somasi yang dilayangkan Es Teh Indonesia, warganet justru menyayangkan sikap tegas ini dengan menyebut pihak manajemen sebagai oknum yang baper.
Banyak nada kecewa yang diungkapkan warganet pada pihak Es Teh Indonesia meskipun dalam surat somasi tersebut sudah dijelaskan bahwa produsen minuman ini merasa terhina dengan pemilihan kata-kata dalam kritik yang dilemparkan.
Itulah penjelasan tentang apa itu somasi dan konsekuensi jika somasi diabaikan. Semoga tulisan ini bermanfaat.
Kontributor : Rima Suliastini
Berita Terkait
-
Ernest Prakasa Soroti Regulasi Minuman Manis Respons Soal Es Teh Indonesia, Warganet Sepakat
-
Pria yang Kritik Kadar Gula Minta Maaf ke Es Teh Indonesia, Warganet Geram Ikut Bela Konsumen
-
Nama Nagita Slavina Terseret Usai Es Teh Indonesia Ramai Diperbincangkan, Siapa Pemilik Sebenarnya?
-
Peraturan Pemerintah Terkait Takaran Gula dalam Makanan
-
Heboh Somasi Esteh Indonesia, Kenali Asupan Gula Ideal Agar Tubuh Bebas Penyakit
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Karhutla Hanguskan 40 Hektare Lahan di Palangka Raya
-
50 Persen Pengaduan di Jateng Isinya Sama: Perusahaan Nekat Tahan Ijazah Mantan Karyawan
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus