Suara.com - Kasus dugaan pencemaran nama baik yang dilaporkan anggota DPR RI Hillary Lasut kepada komika Mamat Alkatiri mendapat respon dari sejumlah komika lainnya.
Sebelumnya, Mamat Alkatiri dilaporkan oleh Hillary ke polisi beberapa waktu lalu, setelah ia tampil di depan sejumlah anggota DPR, termasuk Hillary, dan meroasting mereka semua.
Merasa tak senang dengan materi roastingnya, Hillari lalu melaporkan Mamat ke polisi atas dugaan pencemaran nama baik.
Usai pelaporan tersebut dilakukan, komika Pandji Pragiwaksono dan Oki Rengga mulai bersuara melalui akun media sosial mereka masing-masing.
Komentar yang mereka ungkapkan bernada memberi dukungan kepada Hillary Lasut. Seperti halnya Pandji Pragiwaksono yang mengatakan, dalam dunia komedi tunggal tersebut, teknik roasting ada aturannya.
“Yang mau diroast TAHU DAN MENGIJINKAN. Dan setelah itu gentian yang jadi objek roast berkesempatan ngeroast balik,” demikian tulis Pandji Pragiwaksono dalam akun Twitternya @pandji.
Sementara komika Adjis Doa Ibu, melalui akun Twitternya @ajisdoaibu, menuliskan bahwa dia akan terus bersama dengan Hillary.
“Saya bersama Hillary Brigitta,” cuitnya sambil membubuhkan emoji tangan terkepal.
Tak kalah garang, melalui komentar di akun instagram Hillary, komika Oki Rengga menyerukan perlawanan kepada Mamat Alkatiri.
“HILLARYBRIGITTA MARI KITA LAWAN MAMAT BERSAMA!!!” tulisnya beberapa waktu lalu.
Mengetahui adanya komentar tiga komika tersebut, Hillary lantas merasa mendapatkan dukungan moril dari ketiganya.
Melalui akun media sosialnya, Hillary bahkan sempat menghaturkan terima kasih kepada tiga komika tersebut.
"Terima kasih sudah mau menyuarakan kebenaran walau berat," tulis Brigitta.
Namun ternyata anggota DPR RI termuda tersebut telah kena jebakan. Cuitan ketiga komika tersebut ternyata bukan bentuk dukungan, melainkan hanya sindiran atau sarkasme.
Tak lama setelah itu, Pandji, Adjis dan Oki lalu membuat klarifikasi di akun media sosialnya masing-masing.
Tag
Berita Terkait
-
Trending Topic di Twitter, Pandji Pragiwaksono Sebut Presiden Pasang Badan Untuk Kepolisian
-
Pandji Pragiwaksono Sebut Presiden Pasang Badan untuk Polisi, Ungghannya Diserang Warganet
-
Pandji Pragiwaksono Kritik Presiden, Netizen Cium Modus Kampanye Anies Baswedan
-
Terpopuler: Timnas Indonesia Geser Posisi UEA, Viral Permintaan Maaf Rizky Billar kepada Lesti Ternyata Video Lama
-
Pandji Pragiwaksono Tuding Presiden Pasang Badan untuk Kepolisian, Warganet Riuh Kaitkan Tragedi Kanjuruhan
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
Terkini
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja
-
Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan
-
Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer Sambangi Istana, Bahas Rencana Pembelian Pesawat?
-
Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?
-
Noel Ngaku Dilarang Ungkap Partai K: Benernya Lidah Gue Mau Ngomongin Hari Ini
-
Prabowo Sentil Bogor Semrawut Banyak Spanduk, Wawako Jenal: 61 Baliho Sudah Kami Bongkar
-
Saksi Kasus Noel Ebenezer Ungkap Ada 4 Orang dari Kejagung Minta Duit Masing-masing Rp 1,5 Miliar
-
DJKI Perkenalkan Layanan Konsultasi Kekayaan Intelektual Melalui Video Call
-
Saksi Sidang Noel Akui Pernah Ditawari LC Oleh 'Sultan Kemnaker': Saya Tidak Tahu Sumber Duitnya
-
Singgung Kasus Pertamina, Eks Ketua MK Beberkan Persoalan Besar Penegakan Hukum