Suara.com - Setelah dilantik Mendagri Tito Karnavian, banyak orang menyoroti pengganti Anies Baswedan sebagai pemimpin Ibu Kota hingga 2024 ini. Siapa sangka ternyata Heru Budi Hartono, hampir duet bareng Ahok di Plikada 2017.
Merangkum berbagai sumber, Heru Budi Hartono berhasil menyingkirkan dua nama yang diusulkan dalam rapat pimpinan gabungan, yaitu Sekretaris Daerah DKI Marullah Matali dan Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri Bahtiar.
Lalu siapa Heru Budi Hartono? Pria kelahiran 13 Desember 1965 ini pernah bersekolah di SMP PSKD I Jakarta Pusat dan melanjutkan pendidikan di Den Haag Belanda tahun 1981 hingga 1984 untuk jenjang SMA.
Kariernya di pemerintahan DKI Jakarta dimulai tahun 1993 ketika ia menjabat sebagai staf khusus Wali Kota Jakarta Utara. Setahun kemudian, ia menjabat sebagai Wali Kota di daerah yang sama.
Pria yang sudah mengabdi selama 30 tahun ini kemudian diangkat sebagai Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah pada tahun 2015. Kala itu, sosoknya sangat akrab dengan Jokowi dan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.
Hingga tahun 2017, ia sempat digadang-gadang sebagai wakil gubernur DKI Jakarta mendampingi Ahok yang akan maju dalam melalui jalur independen kala itu, namun skenario ini berubah dan posisinya digeser oleh Djarot Saiful Hidayat.
Di tahun yang sama, Jokowi kemudian membawa Heru ke Istana Negara dan mengangkatnya sebagai Kepala Sekretariat Presiden. Saat Jokowi masih jadi Gubernur DKI, Heru juga pernah diangkat jadi Kepala Biro Kepala Daerah dan Kerjasama Luar Negeri (KDH KLN) DKI.
Kini, Heru Budi Hartono terpilih jadi Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta menggantikan Anies Baswedan. Sosoknya akan memimpin ibu kota sampai 2024 mendatang.
Sebagai orang turut menyaksikan pasang surut Jakarta dari sudut pandang brokrasi dan keperintahan, ia punya mimpi untuk terus membangun Jakarta dengan melakukan pembenahan infrastruktur.
Salah satu pandangannya adalah menjadikan MRT agar bisa dibuat berlapis di bawah tanah seperti yang dijumapi dalam transportasi umum di Negeri Jiran, Malaysia. Itulah sosok Pj Gubernur DKI Heru Budi Hartono, hampir duet bareng Ahok di Plikada 2017.
Kontributor : Rima Suliastini
Berita Terkait
-
Ketua DPRD DKI Jakarta: Sumur Resapan Program yang Baik, Cuma Salah Penempatannya
-
Heru Budi Hartono Beri Sinyal Tak Lanjutkan TGUPP Seperti Anies, Pilih Perkuat Dinas yang Ada
-
Rapat Paripurna Perdana Sebagai PJ Gubernur DKI Gantikan Anies, Heru Budi Malah Datang Telat
-
Ini Gaji Heru Budi Hartono sebagai Pj Gubernur DKI Jakarta Pengganti Anies Baswedan
-
Langsung Kerja, Heru Budi Hartono Susun Strategi Pengendalian Banjir di Ibu Kota
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Buruh Bersatu Desak Reformasi Total SJSN, Soroti Rendahnya Perlindungan Pekerja
-
Gus Ipul: 869 Ribu Peserta BPJS PBI Aktif Kembali
-
Riva Siahaan Dinilai Tak Nikmati Uang Korupsi: Hakim Bebaskan Uang Pengganti, Blokir Rekening Dibuka
-
Jakarta Darurat Lapangan Padel 'Bodong', 185 Bangunan Tak Berizin Terancam Ditertibkan Satpol PP
-
Vonis Korupsi Tata Kelola Minyak: Eks Dirut Pertamina International Shipping Dihukum 9 Tahun Penjara
-
Lingkaran Setan Kekerasan di Balik Seragam: Mengapa Polisi Junior Terus Jadi Korban Senior?
-
Bareskrim Ambil Alih Pengejaran Ko Erwin, Bandar Narkoba Terkait Kasus AKBP Didik
-
WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK
-
Pramono Anung Instruksikan Perluasan Akses Jalan Guna Urai Kemacetan Flyover Latumenten
-
KPK Telusuri Pemilik Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar dalam Kasus Bea Cukai