Suara.com - Profil Suella Braverman tengah menjadi sorotan. Sebagai Menteri Dalam Negeri Inggris, ia dikabarkan memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya usai dirinya salah mengirimkan email.
Kabarnya, Suella Braverman mengajukan pengunduran diri karena mengirimkan dokumen resmi kepada sesama anggota parlemen menggunakan email pribadinya.
Padahal informasi dalam email yang dikirimkan oleh Suella Braverman sangat sensitif, karena berisi aturan keimigrasian yang berimplikasi besar pada prakiraan pertumbuhan pasar di Office for Budget Responsibility.
Siapa Suella Braverman? Mari simak ulasan menarik seputar profil Suella Braverman yang telah berhasil dirangkum dari berbagai sumber di bawah ini.
Profil Suella Braverman
Jauh sebelum melakukan kesalahan dan terlepas dari keputusan pengunduran diri, Suella Braverman adalah salah satu pemimpin perempuan yang bisa dijadikan contoh. Lahir di Harrow pada tanggal 3 April 1980, Suella Braverman ini memiliki nama lengkap Sue-Ellen Cassiana Fernandes.
Orang tua Braverman yaitu Christie dan Uma Fernandes, tiba di Inggris pada 1960-an di mana mereka adalah orang asli Kenya dan Mauritius namun berasal dari India. Kemudian, Suella Braverman dibesarkan di Wembley, bersekolah di Heathfield School di Pinner dan melanjutkan studi hukum di Queen's College, Cambridge.
Suella Braverman juga pernah menjabat sebagai Ketua Asosiasi Konservatif di Universitas Cambridge. Kemudian, dirinya menghabiskan dua tahun belajar di Prancis, berkat kesempatan yang diberikan lewat program Erasmus.
Dari pendidikannya di Prancis, dirinya lantas mendapatkan gelar master di bidang hukim Eropa dan Prancis dari Pantheon-Sorbonne University. Setelah itu, ia kemudian bekerja di Middle Temple pada tahun 2005, khususnya dalam bidang litigasi komersial, tinjauan yudisial, serta imigrasi dan hukum perencanaan.
Baca Juga: Gegara Salah Kirim Surat Elektronik pakai Akun Pribadi, Mendagri Inggris Pilih Mengundurkan Diri
Pada tahun 2015, Suella Braverman mengikuti pemilihan parlemen di mana dirinya memenangkan kursi untuk Fareham, Hampshire. Dari tahun 2015-2017, dirinya bertugas pada serangkaian komite terpilih di parlemen yang mendukung pendidikan dan literasi keuangan.
Kemudian pasca referendum Brexit, dirinya terpilih menjadi Ketua Kelompok Riset Eropa sayap kanan di Partai Konservatis, sebelum dipromosikan menjadi sekretaris pribadi parlemen untuk Departemen Keuangan. Setelah Liz Truss terpilih sebagai PM baru Inggris, Suella Braverman diangkat menjadi mendagri pada bulan September 2022.
Beberapa hari setelah menjabat, Suella Braverman mengatakan prioritas utamanya sebagai menteri adalah memblokir aliran imigrasi ilegal. Selama masa jabatannya yang relatif singkat, dirinya juga sempat memperjuangkan kebijakannya mengenai imigrasi, yakni kurang dari 100 ribu pendatang baru per tahun.
Memilih Mundur Usai Membuat Kesalahan
Setelah hanya enam minggu menjabat sebagai Mendagri Inggris, Braverman kini telah memutuskan untuk resign karena bertanggungjawab atas kesalahan yang dibuatnya. Keputusan pengunduran diri yang disampaikan oleh Suella Braverman pun lantas disetujui oleh PM Liz Truss.
Perlu diketahui, mengirimkan email menggunakan akun pribadi, alih-alih email resmi pemerintahan, adalah pelanggaran serius terhadap peraturan menteri di pemerintahan Inggris. Demikian profil Suella Braverman.
Kontributor : Rishna Maulina Pratama
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Roy Suryo Ajukan Praperadilan Lagi, Padahal Putusan Gugatan Pertama Tinggal Hitungan Hari
-
OTT Diduga Bocor di Kasus Bupati Kuansing dan Langkat, KPK Bakal Evaluasi
-
Agus Jabo Minta Kader PRIMA Kawal Program Kerakyatan Pemerintahan Prabowo
-
Pengembalian Gratifikasi Tak Hapus Pidana, KPK Bakal Dalami Pernyataan Raja Juli
-
Tawuran Remaja di Cengkareng Digagalkan Patroli Gabungan, Celurit hingga Petasan Disita
-
Transportasi dan Wisata Jakarta Bakal Digratiskan 5 Hari Saat HUT Ke-500
-
Sambut HUT ke-80, BNI Hadirkan Program Terus Ada, Ada Terus bagi Pengabdian untuk Negeri
-
Biaya Haji 2027 Berpotensi Naik, DPR Minta Pemerintah Cari Celah Efisiensi
-
100 Ribu Anak Lebanon Terancam Gagal Sekolah akibat Kerusakan Bangunan Pascakonflik
-
Bandara Husein Sastranegara Diaktifkan Lagi, Pelaku Wisata Lembang Yakin Turis Asing Bakal Membludak