News / Nasional
Rabu, 26 Oktober 2022 | 22:17 WIB
suku Dayak berasal dari mana - Suku Dayak dari Kalimantan (pixabay)

Tradisi Suku Dayak 

Terdapat beberapa tradisi suku Dayak yang hingga saat ini masih dijaga keberadaannya. Beberapa tradisi tetsebut antara lain yaitu: 

1. Kuping Panjang 

Tradisi unik Suku Dayak, Telingaan Aruu atau kuping panjang. (Instagram/@kamidayakkalbar)

Penduduk suku Dayak, memiliki sebuah tradisi yang cukup unik yaitu memanjangkan telinganya. Tradisi ini, hanya akan dilakukan oleh para perempuan Dayak yang berada di Kalimantan timur. Ada sebuah keyakinan jika seorang perempuan Dayak memiliki yang telinga panjang, maka ia akan terlihat semakin cantik.

Oleh sebab itu, banyak perempuan Dayak yang memilih memanjangkan telinga. Karena semakin panjang telinga, maka ia akan semakin terlihat cantik. 

2. Tato 

Tato bagi suku Dayak menjadi simbol kekuatan serta hubungan mereka dengan Tuhan, sebuah perjalanan kehidupan, dan lain sebagainya. Hingga kini, tradisi menggambar tato masih dilakukan oleh masyarakat suku Dayak.  

Proses pembuatan tato yang dilakukan oleh suku Dayak juha terkenal. Karena, mereka masih menggunakan peralatan yang sederhana.

Orang yang akan ditato hanya disuruh menggigit kain sebagai pereda sakit kemudian tubuhnya akan dipahat menggunakan suatu alat tradisional. Gambar tato yang dilukiskan pun juga tidak sembarangan. Setiap gambar memiliki sebuah makna tersendiri.  

Baca Juga: Heboh Helmi Felis Sebut yang Setuju IKN hanya 'Dayak Medsos' bukan 'Dayak Asli', Begini Tanggapan Netizen

3. Tiwah 

Tradisi suku Dayak selanjutnya yaitu Tiwah, Tiwah adalah sebuah upacara pemakaman yang dilakukan oleh masyarakat Dayak Ngaju. Dalam pelakaanaannya, mereka akan membakar tulang belulang dari kerabat yang sudah meninggal dunia.

Menurut kepercayaan Kaharingan, tradisi Dayak Tiwah ini dipercaya dapat mengantarkan arwah dari orang meninggal agar mudah menuju dunia akhirat atau disebut juga dengan nama Lewu Tatau. 

4. Ngayau  

Ngayu atau berburu kepala adalah salah satu tradisi turun temurun yang dimiliki oleh masyarakat suku Dayak namun telah dihentikan saat ini. Alasan diberhentikannya tradisi ngayu, karena tradisi ini cukup ekstrim dan mengerikan hingga mengancam nyawa seseorang. 

Ngayau merupakan tradisi di mana seseorang yang berasal dari suku Dayak akan berburu kepala musuhnya dari suku lain. Tradisi ngayau ini hanya dijalankan oleh beberapa rumpun masyarakat Dayak saja, seperti Ngaju, Iban, serta Kenyah. 

5. Manjah Antang 

Tradisi manjah antang merupakan suatu ritual untuk mencari keberadaan musuh ketika berperang. Menurut sejarah masyarakat Dayak, ritual manajah antang adalah sebuah ritual pemanggilan roh nenek moyang dengan burung Antang.

Burung tersebut diyakini mampu memberitahukan lokasi persembunyian musuh. Selain dipakai saat berperang, tradisi manajah antang ini pun juga dipakai untuk mencari petunjuk-petunjuk lain. 

6. Mantat Tu’mate 

Tradisi mantat tu’mate adalah tradisi untuk mengantarkan orang yang baru saja meninggal. Mantat tu’mate akan dilakukan selama tujuh hari berturut-turut dengan acara iring-iringan musik serta tari tradisional. Setelah upacara selama tujuh hari sudah selesai, barulah jenazah tersebut akan dimakamkan. 

Nilai Kearifan Lokal Suku Dayak 

Suku Dayak terkenal dengan keberaniannya, ulet, tangguh, dan gigih. Mereka sudah biasa survive di alam terbuka di pedalaman hutan Kalimantan, tanpa mengenal adanya teknologi. Merka hanua memanfaatkan alam sebagai penopang kehidupan sehari-hati, agar bisa bertahan hidup.  

Karena itulah, Suku Dayak sangat mencintai alam dan menganggap alam sebagai Tuhan atau yang memberikan mereka sumber kehidupan. Dalam menemukan jodoh pun masyarakat memiliki cara yang terbilang cukup unik yakni dengan mengandalkan firasat.

Mereka akan menenung meminta sebuah petunjuk dari leluhur. Prosesi tersebut dilakukan di tempat keramat seperti Pegunungan Lumut, Muller, dan Meratus. 

Ciri-ciri Suku Dayak 

Rumah Betang Suku Dayak di Kalimantan. (Antara/Kasriadi)

Ciri khas suku Dayak beragam seperti memiliki rumah panjang. Hasil kebudayaan materialnya seperti tembikar, sumpit, mandau, beliung ataupun kapak Dayak.

Masyarakat Dayak memiliki mata pencaharian berburu dan meramu, seperti halnya manusia purba, suku Dayak masih mempertahankan budaya ini dan hidup di dalam hutan Kalimantan. 

Bahasa Suku Dayak 

Berdasarkan bahasa yang digunakan sehari-hari, terbagi menjadi 5 bahsa Suku Dayak, yaitu: 

• Dayak Darat, terbagi menjadi 13 bahasa, salah satunya yaitu bahasa Rejang 

• Barito Raya, mempunyai 33 bahasa dengan 11 bahasa lainnya dari kelompok bahasa Madagaskar 

• Borneo Utara, memiliki 99 bahasa termasuk bahasa Yakan yang bersal dari Filipina 

• Bahasa Melayik dituturkan oleh Dayak Meratus, Dayak Keninjal, Dayak Iban,  Dayak Kendayan, Dayak Bamayoh, dan lain-lain. 

• Sulawesi Selatan dituturkan oleh 3 Suku Dayak di pedalaman Kalimantan Barat, yakni Dayak Embaloh, Dayak Taman, dan Dayak Kalis. 

Agama Suku Dayak 

Masyarakat Dayak menganut agama Kaharingan. Kaharingan merupakan sebuah kepercayaan/agama asli dari suku Dayak di Kalimantan, saat agama-agama besar belum memasuki pulai Kalimantan. Kaharingan memiliki arti tumbuh atau hidup, seperti halnya dalam istilah danum kaharingan. 

Nah demikian tadi ulasan mengenai suku Dayak berasal dari mana? Asal usul, tradisi, nilai kearifan lokal, ciri khas, agama hingga bahasa yang digunakan masyarakat setempat. Semoga bermanfaat!

Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari

Load More