Suara.com - Koordinator Nasional Jaringan Nasional Advokasi Pekerja Rumah Tangga (JALA PRT), Lita Anggaraini angkat suara terkait kasus penganiayaan terhadap asisten rumah tangga (ART), Rohimah (29), yang dilakukan oleh majikan di Perumahan Bukit Permata, Kecamatan Ngamprah, Bandung Barat. Menurutnya, kejadian tersebut sudah dianggap fatal lantaran terus saja berulang.
Masih segar diingatan akan kasus penganiayaan majikan terhadap seorang PRT bernama Riski Nur Askia di bilangan Depok. Selain wajahnya disiram air cabai, rambut Riski habis dicukur oleh majikannya hingga pernah ditelanjangi.
Tidak lama dari itu, muncul lagi video viral di mana beberapa warga berusaha membobol sebuah rumah yang isinya terdapat ART disekap oleh majikannya. Saat ditolong, wajah Rohimah penuh dengan lebam bekas pukulan.
"Sebenarnya ini bukan kasus yang kedua, tapi ini kan dari ribuan kasus yang ke luar dari datanya Jala PRT. Ini kan kasus yang fatalis ketika kasus ini diketahui oleh warga setempat," kata Lita saat dihubungi Suara.com, Senin (31/10/2022).
Lita menilai kalau negara tidak bisa hanya hadir untuk penanganan kasusnya melalui prosedur hukum yang ada. Tapi, negara harus bisa hadir untuk memberikan perlindungan terhadap PRT sehingga tidak ada korban yang berjatuhan lagi.
Sudah 18 tahun berjalan, Lita berharap proses legislasi Rancangan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT) bisa segera disahkan.
Bukan hanya memberikan perlindungan, RUU PPRT juga diharapkan bisa memberikan mekanisme yang jelas terkait perekrutan PRT.
Sebab, selama ini PRT tidak bisa berbuat banyak ketika mendapatkan penganiayaan dari majikannya. Hal tersebut dikarenakan ia direkrut secara ilegal dan tidak mengantongi informasi lengkap terkait majikannya.
"Kalau sehingga (ketika) warga menolong dengan cara membobol (rumah majikan), apakah negara terus membiarkan seperti itu?" tuturnya.
Baca Juga: Keterangannya Dituding Bohong, Susi ART Ferdy Sambo Terancam Dijerat Pasal Kesaksian Palsu
Viral di Medsos
Video warga Perumahan Bukit Permata, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat tengah mendobrak rumah yang diduga terdapat asisten rumah tangga (ART) yang disekap dan disiksa majikannya beredar di jejaring media sosial.
Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @porosgarut pada Minggu (30/10/2022).
Sementara dari keterangan warga, rumah itu didobrak warga bersama polisi untuk menyelamatkan ART bernama Rohimah (29) pada Sabtu (29/10/2022) kemarin.
Sementara itu, majikan yang diduga melakukan penganiayaan terhadap Asisten Rumah Tangga (ART) di Kabupaten Bandung Barat (ART) diamankan Satuan Reserse Kriminal Polres Cimahi.
Sebelumnya, seorang ART yang diketahui bernama Rohimah (29) asal Limbangan, Garut diduga disekap dan disiksa majikannya sendiri di sebuah rumah di Ngamprah, KBB. Dua orang yang diamankan ialah J (29) dan L (28).
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Honda Vario 160 Teranyar Dikabarkan Meluncur Akhir Bulan Ini, Tampang Lebih Agresif
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Pramono Gertak Perundung Bocah 6 Tahun di Senen: Kalau Dia Pemegang KJP, Kami Tarik!
-
Demo Mahasiswa Jumat Besok, Ini 5 Tuntutan yang Bakal Dibawa di Aksi Bundaran HI
-
Bupati Muara Enim Diduga Perintahkan Anak Buah Suap BPK demi Ubah Hasil Audit
-
Mahasiswa Ancam 'Reformasi Jilid II' dalam 18 Hari, Begini Reaksi Kepala BIN
-
Ekonom Kritik Glorifikasi PSN, Pemerintah Lupa Hitung Risiko Pengangguran Kelas Menengah
-
UMKM Menjerit! Barcode BBM Subsidi Diblokir Tiba-tiba, PDIP Desak Pemerintah Transparan
-
Bukan Mewah, Begini Konsep Upacara 17 Agustus di IKN Menurut Basuki Hadimuljono
-
Respons Sinyal DPR Bahas Revisi UU Pemilu, Tito: Apapun Skenarionya Kami Siap
-
Kepala Daerah Sering Kena OTT, Mendagri Tito Usul 'Bonus' dari PAD: Biar Tak Korupsi?
-
Pelemahan Rupiah Belum Berdampak pada Proyek IKN, Basuki: Kontraktor Belum Mengeluh