Suara.com - Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra menyampaikan bahwa Demokrat tampil berani menyuarakan aspirasi suara rakyat di bawah kepemimpinan Ketum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Herzaky menyinggung soal hasil survei terbaru Litbang Kompas. Dalam survei tersebut, Demokrat menjadi parpol peringkat nomor dua yang dipilih oleh Gen Z (usia 17-25).
Demokrat meraih 18,4 persen dari hasil survei dan memiliki jarak begitu tipis dengan peringkat pertama yang elektabilitasnya turun menjadi 19 persen. Lalu dia menjelaskan soal karakter Gen Z yang lebih memperhatikan isu-isu krusial saat ini.
“Gen Z saat ini sangat kritis dan responsif. Dalam berbagai survei yang kami cermati, pilihan mereka cenderung didominasi faktor narasi yang selaras dengan harapan dan kebutuhan mereka,” kata Herzaky dari keterangan tertulisnya, dikutip dari Wartaekonomi.co.id -- jaringan Suara.com pada Kamis (03/11/22) .
“Mereka juga memiliki perhatian dan kepedulian terhadap isu-isu krusial yang terjadi di masyarakat. Inilah yang menjadi salah satu kunci keberhasilan kami menggaet generasi Z,” sambungnya.
Herzaky juga menyebut bahwa hal tersebut karena Gen Z melihat sosok AHY sebagai simbol partai yang rajin turun ke lapangan dan bersama rakyat. Menurutnya, Gen Z juga mengapresiasi kerja AHY ketika menjabat sebagai Ketum Demokrat.
"Sosok pekerja keras dan egaliter. Generasi Z itu maunya dihargai atas apa yang mereka lakukan dan dihargai atas proses yang mereka jalani, bukan karena siapa mereka," jelas Herzaky.
"Karena itulah, mereka mengapresiasi upaya yang AHY lakukan selama memimpin Partai Demokrat. Turun ke lapangan, berdialog dengan rakyat, dan dekat dengan para kader akar rumput Demokrat," tutupnya.
Baca Juga: Bukan Prabowo Subianto, Lawan Sepadan Anies Baswedan Pada Pilpres 2024 Adalah Ganjar Pranowo
Berita Terkait
-
Bukan Prabowo Subianto, Lawan Sepadan Anies Baswedan Pada Pilpres 2024 Adalah Ganjar Pranowo
-
Jika Tak Lolos Cawapres AHY Disebut-sebut Bisa Jadi Menhan, Zulfan Lindan: Kasihan Jenderal-Jenderal Lain Lah
-
NasDem Terancam Tak Bisa Masuk Parlemen 2024 Meski Usung Anies, Ferdinand Hutahaean: Bukan Durian Runtuh Tapi Mentah
-
Profil Singkat Presiden Madura United Achsanul Qosasi
-
Nyelekit! Sudah Getol Promosiin AHY, Pengamat Sebut Dagangan SBY Kok Nggak Laku-laku Ya?
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Sinyal Bahaya Demokrasi, Lakso Anindito Sebut KUHP Baru Berpotensi Hidupkan Rezim Otoritarian Orba
-
KPK Sempat Terbelah dan Ragu Jadikan Yaqut Tersangka Korupsi Haji?
-
Lakso Anindito Prediksi Gelombang Praperadilan Koruptor Akibat KUHP Baru
-
Rumah Yaqut 'Dikepung' Aparat, Tamu Diperiksa Ketat Usai Jadi Tersangka Korupsi Haji
-
BNI Hadirkan agen46 hingga Pelosok Kota Bima, Perluas Inklusi Keuangan
-
Indonesia Terpilih jadi Presiden Dewan HAM PBB, Amnesty International Indonesia: Kebanggaan Semu!
-
KPK Bongkar Alasan Jerat Eks Menag Yaqut: 'Permainan' Kuota Haji Tambahan Jadi Pemicu
-
Sinyal Keras KPK, Eks Menag Yaqut Secepatnya Ditahan di Kasus Korupsi Haji
-
Tanggapi Soal Pilkada Langsung dan Tidak Langsung, Menko Yusril: Keduanya Konstitusional
-
Pemprov DKI Jakarta Pertahankan Angka UMP 2026 di Rp5,7 Juta Meski Buruh Menolak