Suara.com - Sidang lanjutan kasus penembakan Brigadir J yang menghadirkan saksi lain yang terdiri dari 3 ajudan Ferdy Sambo, yaitu Adzan Romer, Prayogi, dan Daden.
Di dalam persidangan tersebut, hakim pun mulai menanyakan fakta keberadaan para ajudan Sambo sebelum kejadian penembakan terjadi.
Para ajudan pun mengungkap bahwa mereka tinggal bersama Sambo di jalan Bangka, berbeda rumah dengan Putri yang tinggal di Saguling. Hal ini pun menjadi perhatian hakim untuk menggali fakta sebenarnya.
1. Fakta tidak serumah diungkap Prayogi
Persidangan tersebut pun mulai mengungkap tempat tinggal Sambo di jalan Bangka, Jakarta Selatan. Para ajudan Sambo pun kompak mengungkap bahwa mereka tinggal di rumah Jalan Bangka dengan Sambo.
"Pada saat saudara berada di jalan Bangka, Romer, Yogi, atau Daden menemani pak FS (Ferdy Sambo) di sana kan melekat sebagai ajudan dan sopir, disitu (rumah Bangka) apa ada ibu Putri juga?" tanya jaksa.
Jawaban Prayogi pun membuat jaksa cukup kaget. "Ibu di Saguling kalau saya tahu" jawab Prayogi.
Hal yang sama pun juga ditanyakan jaksa kepada Romer, namun jawabannya tetap sama.
2. Ungkap persiapan baju Sambo dilakukan oleh ajudan
Tak hanya itu, jaksa pun bertanya soal apakah Putri pernah ke rumah Sambo di Jalan Bangka. Romer pun mengungkap bahwa Putri hanya akan ke rumah Sambo di Jalan Bangka jika ada acara.
Romer pun membeberkan bahwa Sambo biasanya langsung pulang ke rumah Bangka seusai pulang kerja.
"Untuk menyiapkan segala persiapan bapak baju (kerja) dan sebagainya itu siapa (yang menyiapkan) kalau di jalan Bangka?" tanya jaksa.
Romer pun menjawab, "Ajudan pak" ungkapnya.
3. Hakim sempat bertanya dengan Susi
Sebelum persidangan saksi para ajudan Sambo, hakim Wahyu pun pernah bertanya hal yang sama dengan ART Sambo, Susi soal keberadaan Sambo dan Putri apakah berada di rumah yang sama. Hal ini ditanyakan saat terungkap bahwa Putri sempat berpindah rumah dari Bangka ke Saguling.
Berita Terkait
-
'Bisik-bisik' Orang Ketiga ke Kamaruddin: Ferdy Sambo Pisah Rumah dengan Putri hingga Sempat Bertengkar Sebelum Brigadir J Tewas
-
Video Kedekatan Ferdy Sambo dan Brigadir J Kembali Beredar, Netizen: Sudah Seperti Ayah dan Anak
-
Terungkap Alasan di Balik Putri Candrawathi Tak Sertakan Visum setelah Dugaan Pelecehan Seksual Brigadir J, Begini Kata Ahli
-
Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Jarang Tinggal Serumah, Isu Orang Ketiga Kembali mencuat
-
Tabiat Buruk Ferdy Sambo Ini 'Dibongkar' Anak Buah!
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Bantah Cuma Galak ke Ojol, Dishub DKI: Mobil Pribadi Parkir Liar Banyak Kami Derek!
-
Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser
-
Buntut Kasus Sulis, Dishub DKI Janji Siapkan Parkir Khusus Ojol di Mal
-
Penyintas Bencana di Pidie Jaya Ubah Dana Stimulan Jadi Modal Usaha
-
Mulai Besok! Eks Karyawan Hotel Sultan Wajib Lapor ke Posko GBK Demi Kepastian Nasib
-
'Efisiensi Tebang Pilih', Ekonom CELIOS: Dana Transfer Dipangkas Bikin Daerah Mandul!
-
Predator Anak di Cakung DItangkap: Nekat Jebol Atap Rumah Demi Kabur usai Kepergok Warga
-
Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng
-
Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua
-
Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen