Suara.com - G7 (Group of Seven) merupakan sebuah organisasi internasional yang terdiri atas para pemimpin dari tujuh negara di seluruh dunia. Negara-negara tersebut adalah negara dengan ekonomi yang maju. Ketahui daftar negara G7 dan sejarahnya pada artikel berikut.
Dalam setiap tahunnya, para petinggi atau pemimpin negara dari tujuh anggota G7 akan mengadakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT). Pada KTT itu, negara anggota G7 akan membahas isu-isu hangat yang sedang melanda dunia, mulai dari politik, kemanusiaan, keamanan, hingga ekonomi. Oleh karena itu, kesepakatan yang diambil dari gelaran KTT G7 kerap menjadi sorotan dunia.
Simak daftar negara G7 dan sejarahnya hingga dinilai sangat berpengaruh terhadap kehidupan beberapa negara di dunia.
Daftar Negara G7
Dilansir situs G7, berikut ini daftar negara anggota G7:
1. Kanada
2. Prancis
3. Jerman
4. Italia
Baca Juga: Jokowi Ketahui Kondisi Ukraina Terkini dari Emmanuel Macron
5. Jepang
6. Inggris
7. Amerika Serikat
Sejarah Pembentukan G7
Pembentukan G7 bermula pada tahun 1970-an dari sebuah pertemuan yang dilakukan oleh Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS), George Shultz. Pada saat itu, terjadi sebuah krisis minyak pertama dan runtuhnya sistem nilai tukar mata uang tetap.
Dalam pertemuan tersebut, Shultz turut mengundang Menteri Keuangan Prancis, Jerman, dan juga Inggris untuk membicarajan secara informal terkait upaya menstabilkan turbulensi mata uang dunia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Bukan Sekadar Kunjungan Biasa, Jokowi Ungkap Alasan Hadiri Rakorda PSI di Lampung
-
Penandaan APBD 2027: Langkah Strategis Kemendagri Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
-
Mendagri: Parade Tenun Belu Jaga Warisan Budaya dan Gerakkan Ekonomi Daerah
-
Dampak Mengerikan Gempa Venezuela, Korban Tewas Bertambah Jadi 589 Orang
-
Bocoran Jokowi untuk Pemilu 2029: Ungkap Alasan PSI Layak Lolos ke Parlemen
-
Dittipideksus Bareskrim dan Kortastipidkor Sinkronkan Penyidikan Kasus PT TSL
-
Gus Ipul Apresiasi Jawa Timur, Provinsi Dengan Sekolah Rakyat Terbanyak
-
Kaesang Pangarep Hadiri Pelantikan Pengurus DPD PSI Mesuji, Targetkan Satu Kursi di Setiap Dapil
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang