Suara.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) khawatir isu tiga periode Presiden Joko Widodo tetap berlanjut. Kekhawatiran itu semakin menguat karena masifnya gerakan para relawan Jokowi.
Belakangan relawan melakuan acara pertemuan akbar di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta pada Sabtu pekan lalu. Pertemuan itulah yang kemudian dirisaukan PKS akan adanya gerakan tiga periode.
"Tetap khawatir tiga periode, karena gerakan relawan bukannya berhenti malah jalan terus, berbahaya," kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (29/11/2022).
Selain dari gerakan relawan, kehawatiran Mardani akan tiga periode juga dari gerak-gerik di Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Menurutnya sejauh ini isu tiga periode masih terbuka.
"Tetap kita khawatir, apalagi ada pintunya tuh, konvensi kenegaraan, PPHN itu. Artinya peluang amandemen tetap ada dan kala isu tiga periode tidak tertutup," ujar Mardani.
PKS, kata Mardani jelas menolak tiga periode. Ia bahkan mendorong Presiden Jokowi untuk menegaskan kembali penolakannya guna meredam isu itu tidak sampai berkembang.
"Tolak tiga periode dan dorong Pak Jokowi sudah serahkan ke partai politik urusan capres 2024," katanya.
Diketahui, sejumlah orang dalam acara silaturami akbar relawan Jokowi bertajuk Gerakan Nusantara Bersatu di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (26/11) tampak membentangkan spanduk bertuliskan 'Jokowi 3 Periode'.
Berdasarkan pantauan Suara.com di lokasi sejumlah massa tersebut mengenakan pakaian didominasi warna putih. Selain kaos, mereka juga menggunakan ikat kepala berwarna putih.
Baca Juga: Singgung Wacana Presiden Tiga Periode, AHY: Tidak Demokratis dan Inkonstitusional
Terlihat mereka membawa spanduk bertuliskan kalimat "Jokowi 3 Periode". Kalimat tersebut ditulis dengan warna merah.
Adapun terlihat orang-orang tersebut berdiri tepat di depan panggung dimana Presiden RI Jokowi sedang berpidato.
Sementara itu usai acara, Ketua Pelaksana Gerakan Nusantara Bersatu yang digagas relawan Jokowi, Aminuddin Maruf, mengatakan, Jokowi sudah secara tegas menyampaikan penolakan terhadap 3 periode.
Menurutnya, sikap Jokowi soal isu 3 periode tidak perlu untuk dijelaskan kembali.
"Kan tadi deklarasi kami jelas, bersama pak Jokowi bersama pak Jokowi bersama pak Jokowi," kata Aminuddin usai acara di GBK.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Sekolah Rakyat Jadi Harapan Baru Anak Miskin, Wamensos: Presiden Jalankan Amanat Konstitusi
-
Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta
-
Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Metromini dan Kopaja Sudah Pergi, tapi Jakarta Belum Selesai Merindukannya
-
Sembunyi di Kawasan Elit Bangkok, Istri Frans Antoni Ikut Terseret Jaringan Fredy Pratama
-
Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional
-
Mendagri dan Menteri ATR/BPN Terbitkan SEB untuk Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian Pangan
-
Penandatanganan SKB Kemendagri & Menteri PKP Perkuat Peran Pemda dalam Program 3 Juta Rumah
-
Dasco Hubungi Kepala BGN, DPR Sebut Ada Efisiensi Anggaran MBG Rp70 Triliun