Suara.com - Calon istri Kaesang Pangarep, Erina Gudono baru saja menjalani prosesi sungkeman dan siraman. Dalam prosesi ini, Erina menjalani rangkaian khusus yakni sungkem kepada dua kakak yang ia langkahi pernikahannya.
Mereka adalah kedua kakak Erina Gudono, yakni Allen Adam Rinaldy Gudono dan Nadya Sofia Gudono.
Keduanya diketahui belum menikah. Karena itulah dalam pernikahan ini, Erina Gudono akan melangkahi dua kakaknya tersebut.
Siapakah sosok Allen Gudono dan Nadya Gudono? Berikut ulasannya.
Allen Adam Rinaldy Gudono
Tak sedikit orang yang penasaran dengan kakak tertua Erina Gudono, yakni Allen Adam Rinaldy Gudono atau biasa dipanggil Allen Gudono.
Pasalnya tak sedikit orang, terutama kaum hawa, yang terpesona dengan ketampanan calon kakak ipar Kaesang Pangarep.
Namun di balik parasnya yang menawan, sosok Allen Gudono ternyata memiliki sejumlah prestasi. Kakak tertua Erina Gudono ini pernah mengenyam pendidikan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta.
Ia juga diketahui pernah menempuh pendidikan tinggi di HS Nordhausen dan Goethe-University Frankfurt, Jerman.
Baca Juga: Bukan Kaum Mendang-mending! Ternyata Ini Pekerjaan Erina Gudono si Pencuri Hati Anak Presiden
Secara khusus, Erina pernah memperkenalkan kakaknya ini di akun instagramnya pada 11 April 2015 lalu.
"Untuk kalian yang bertanya tentang dia. Dia adalah Allen saudaraku yang kembali dari Jerman," tulis Erina Gudono dalam postingan Instagramnya pada 11 April 2015 silam.
Kini kabarnya Allen Gudono sudah bekerja sebagai PNS di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta. Dan pada pernikahan Kaesang dan Erina nanti. Allen Gudono akan bertindak sebagai orang yang akan menikahkan sang adik, karena ayah mereka Prof Gudono telah wafat pada 22 Juli 2016lalu.
Nadya Sofia Gudono
Kakak kedua Erina Gudono adalah Nadya Sofia Gudono. Ia lahir pada 1994 silam sehingga kini diketahui telah berusia 28 tahun. Nadya telah menyelesaikan pendidikan tingginya di Universitas Gadjah Mada pada 2015 silam.
Tak kalah cantik dengan sang adik, Nadya Gudono memiliki paras yang ayu dengan kulit wajah lebih putih dari Erina Gudono.
Berita Terkait
-
Bukan Kaum Mendang-mending! Ternyata Ini Pekerjaan Erina Gudono si Pencuri Hati Anak Presiden
-
Proses Siraman Erina Gudono Pakai 7 Mata Air Berbeda Ada Pakai Air Zam-Zam Juga
-
Gaduh! Ramai-ramai Mengeluh Gara-gara Kaesang Rabi
-
Gelar Prosesi Siraman Kaesang Pangarep, Presiden Jokowi Malah Minta Maaf?
-
Air Siraman Kaesang Pangarep dan Erina Gudono Berasal dari 7 Mata Air, Ternyata Ini Maknanya
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
Terkini
-
Kisah Difabel Tuli Perdana Dengar Suara Takbiran: Dulu Duniaku Sangat Sunyi
-
Viral Keluhan Ban Mobil Dikempeskan di Monas, Kadishub DKI: Jangan Parkir di Badan Jalan!
-
Hampir 100 Persen Pengungsi Bencana di Sumatera Tak Lagi di Tenda
-
Kritik KPK, Sahroni Usul Tahanan Rumah Harus Bayar Mahal: Biar Negara Gak Rugi-Rugi Banget
-
Mudik Siswa Sekolah Rakyat, Naila Akhirnya Punya Rumah Baru Layak Huni
-
Tentara Amerika Gali Kuburannya Sendiri Jika Serang Pulau Kharg
-
Dukung Wacana WFH ASN demi Hemat Energi, Komisi II DPR: Tapi Jangan Disalahgunakan untuk Liburan
-
Lebaran Perdana Warga Kampung Nelayan Sejahtera, Kini Tanpa Rasa Cemas
-
Eks Menag Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Mantan Penyidik: KPK Tak Boleh Beri Perlakuan Istimewa
-
Turap Longsor di Kramat Jati, 50 Personel Gabungan Dikerahkan