Netflix sudah menayangkan iklan pendek selama 30 detik yang akan membeberkan alasan Harry dan Meghan menarik diri dari tugas-tugas keluarga kerajaan di bulan Januari 2020, hingga mereka resmi tidak lagi mewakili keluarga kerajaan dan pindah ke Amerika Serikat.
"Inilah ketika keluarga dan bisnis keluarga terlibat konflik langsung," kata Meghan dalam iklan pendek tersebut.
Tayangan pendek itu diakhiri dengan pernyataan Pangeran Harry "tidak ada lagi pilihan saat ini, saya mengatakan "kami harus keluar dari sini."
Istana Buckingham berharap tayangan seri oleh Netlifx ini tidak akan menciptakan sensasi di media, seperti tayangan wawancara Harry dan Meghan dengan Oprah Winfrey tahun lalu.
Dalam wawancara tersebut, Harry dan Meghan berbicara mengenai sikap rasisme di keluarga kerajaan dan kurangnya dukungan kesehatan mental untuk Meghan.
Dua hari setelah wawancara tersebut, mendiang Ratu Elizabeth mengeluarkan pernyataan, dengan mengatakan "ingatan bisa berbeda-beda mengenai masalah yang diungkapkan dalam wawancara, namun mengatakan pernyataan itu akan "ditanggapi dengan serius".
Minggu lalu keluarga kerajaan Inggris berada di tengah kontroversi mengenai sikap rasisme.
Seorang asisten senior di Istana Buckingham meminta maaf dan mengundurkan diri, setelah bertanya berulang-ulang kepada seorang pekerja amal perempuan berkulit hitam Inggris "dari mana dia berasal".
Asisten senior tersebut adalah Lady Susan Hussey, 'lady in waiting' atau asisten Ratu Elizabeth, yang juga ibu baptis dari Pangeran William.
Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dari ABC News
Berita Terkait
-
Perempuan Tak Sekadar Belanja, Bazar Fesyen Bertransformasi Jadi Ruang Bertumbuh dan Berjejaring
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo
-
Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun
-
Pertamina: Penyesuaian Harga BBM Nonsubsidi Mengikuti Regulasi yang Berlaku
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo
-
Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya
-
Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik
-
Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema
-
Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
-
Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis
-
Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini
-
Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!