News / Nasional
Selasa, 13 Desember 2022 | 20:27 WIB
Fakta menarik Kepulauan Miranti. (mediacenter.riau.go.id)

Hal tersebut dikarenakan biaya untuk membangun satu rumah biasa atau kayu sendiri bisa mencapai Rp 100 juta. Untuk pemeliharaan rumah walet tidak terlalu sulit terkecuali pada saat awal. Mereka memasang perangkap suara buatan dan membuat sumber makanan walet dari nanas yang mulai membusuk.

Seni Melayu Tari Zapin

Zapin merupakan tarian rumpun Melayu yang didapat melalui pengaruh dari Arab. Mulanya, Tari Zapin ini merupakan tarian hiburan di kalangan raja-raja di istana yang dibawa oleh pedagang pada awal abad ke-16.

Tarian tradisional tersebut bersifat edukatif sekaligus menghibur tentunya. Biasanya juga digunakan sebagai media dakwah Islamiyah melalui syair lagu-lagu Zapin yang didendangkan.

Sagu

Kepulauan Meranti ini termasuk salah satu dari Kawasan Pengembangan Ketahanan Pangan Nasional karena menjadi penghasil sagu terbesar di Indonesia, selain dari Papua dan Maluku.

Untuk luas area tanaman sagu di wilayah tersebut yaitu sekitar 44,657 hektare dan merupakan 2,98 persen luas tanaman sagu nasional.

Untuk perkebunan sagu sendiri, bagi masyarakat Meranti sudah menjadi sumber penghasilan utama. Sagu dari Kabupaten Meranti, Riau sudah banyak diolah untuk bahan pembuatan kuliner.

Diketahui, terdapat sebanyak 300 jenis makanan berbahan sagu dari Meranti. Menilik pada Kasi Sejarah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Meranti, Abdullah, sagu sangat menarik untuk dijadikan sebagai sumber inspiratif dalam berkarya.

Baca Juga: Mengenal Kemenkeu: Lembaga Pimpinan Sri Mulyani yang Disebut Bupati Meranti Berisi Iblis

Tidak hanya pada bidang kuliner saja, kesenian juga sumber idenya dari sagu. Contohnya yaitu Tari Mengayak Sagu bahkan ada lagu dan teater yang idenya dibuat dari cerita sagu.

Klenteng Hoo Ann Kiong

Klenteng Hoo Ann Kiong atau lebih dikenal sebagai Vihara Sejahtera Sakti merupakan klenteng tertua yang berada di Selatpanjang, sekaligus merupakan yang tertua di Provinsi Riau.

Bangunan ini merupakan salah satu aset cagar budaya di Kabupaten Kepulauan Meranti. Klenting Hoo Ann Kiong didirikan pada masa kolonial Belanda dan diperkirakan berdiri pada permulaan tahun 1800.

Para sejarawan memprediksi klenteng ini sudah berumur lebih dari 150 tahun jika dilihat dari relief arsitektur bangunannya.

Klenting ini juga sangat dikenal luas oleh masyarakat Selatpanjang maupun masyarakat luar Selatpanjang sebagai tempat ibadah utama bagi umat Konghucu maupun umat Buddha.

Kuliner Khas Kepulauan Meranti

Seperti sudah dijelaskan bahwa Kepulauan Meranti merupakan wilayah penghasil Sagu. Oleh karenanya, Meranti jelas mempunyai kuliner tradisional berbahan sagu seperti Mi sagu, yang banyak ditemui di Selatpanjang dan dikenal sampai ke luar negeri.

Mie sagu ini memiliki warna sedikit bening, bertekstur kenyal, dan memiliki ukuran yang lebih besar dari mi pada umumnya.

Adapun kuliner lain yaitu Rama-rama Lada Hitam. Rama-rama merupakan sejenis lobster lumpur. Bentuknya sama saja seperti lobster, tetapi memiliki ukuran yang lebih kecil, dagingnya bertekstur lembut, dan memiliki rasa seperti daging kepiting.

Ada juga Miso yang merupakan sejenis mi kuah. Miso sendiri terdiri dari mi kuning dan mi bihun yang telah direbus dan ditaburi tahu, daging ayam, bawang goreng, hingga irisan seledri.

Kemudian, disiram dengan kuah sup beraroma kental, harum, dan dipadukan dengan kecap dan cabai rawit sehingga terasa asin dan pedas.

Kontributor : Syifa Khoerunnisa

Load More