Suara.com - Ditinggal suami untuk selamanya, tak lekas membuat Darti melepas tanggung jawab merawat kedua putra dan ibu mertuanya yang sudah lansia. Darti menggantungkan nasib ke pengepul konveksi demi memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Sayang, jasa warga Banjar Kapit, Desa Nyaliyan, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung tersebut hanya dihargai Rp2.000 per kemeja. Maksimal dalam sehari Darti mendapatkan upah Rp50.000. Jumlah tersebut mau tak mau harus ia cukupkan untuk sekolah anaknya dan membeli kebutuhan pokok.
Ketabahan Darti atas kondisi tersebut mulai membuahkan hasil. Atas arahan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini, Darti mendapatkan bantuan Rumah Sejahtera Terpadu (RST) dan Pahlawan Ekonomi Nasional (PENA).
Untuk RST, Kementerian Sosial (Kemensos) memberikan bantuan Rp20 juta. Rumah Darti sedang dalam pengerjaan. Kelak, ia tak lagi terkena tampias saat hujan tiba dan lebih nyaman menjahit.
Dari PENA, Darti menerima bantuan berupa mesin jahit listrik, biaya tambah daya, kursi mesin jahit, set peralatan menjahit, dan benang jahit 1 rol. Darti juga tercatat sebagai penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako/BPNT.
Berbagai bantuan tersebut menambah semangat Darti untuk mengais rezeki.
"Ada keinginan untuk belajar memotong kain sendiri. Sehingga tidak lagi bergantung pada pengepul. Semoga dengan bantuan ini produksi jahitan makin banyak dan modal untuk membuka usaha konveksi sendiri cepat terkumpul," tutur Darti.
Pada kesempatan tersebut, Darti juga menyampaikan ucapan terimakasih. Pasalnya, mesin jahit baru dari Kemensos membuat pekerjaannya bisa lebih cepat terselesaikan.
“Senang ada yang ngebantu. Semoga bisa meningkatkan perekonomian untuk biaya anak sekolah. Kalau mesin sebelumnya saya beli bekas orang dan hanya mampu menjahit 25 kemeja per hari karena mesinnya agak lambat dan hidupnya lama,” kata Darti.
Baca Juga: Cek Bansos BLT BBM dan BPNT Desemmber 2022 via Link Ini dan Dapatkan BLT Rp500.000
Tag
Berita Terkait
-
Terima Mesin Gergaji Khusus dari Kemensos, Tukang Ukir di Klungkung Makin Produktif Bekerja
-
7 Pemilik KTP Ini Berhak Terima PKH Rp750.000 dari Kemensos dan Cairkan Bantuan di Aplikasi Cek Bansos
-
Penuhi Syarat Ini dan Cek Bansos PKH Ibu Hamil yang Cair Rp750.000 Desember 2022 dari Kemensos di Link Ini
-
Cek Bansos BLT BBM Tahap 2 via Link cekbansos.kemensos.go.id dan Cairkan Rp300.000 dari Kemensos
-
Cukup Pakai KTP untuk Cek Bansos PKH Lansia Tahap 4 Cair Rp600.000 Desember 2022 di Link Ini
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Jejak Sadis Taufik Hidayat: 4 Indekos Jadi Saksi Bisu Yuvita Dibuat Buta hingga Lumpuh
-
Polisi Bongkar Home Industri Narkoba, Kamar Apartemen Disulap Jadi Tempat Produksi
-
Sekap dan Siksa Yuvita Pakai Helm, Sajam hingga Rokok: Taufik Hidayat Ternyata Penjahat Kambuhan!
-
Jokowi Safari Pakai Kemeja PSI, Golkar Santai Tak Khawatir Pemilih Migrasi
-
Jakarta Rangkul Konten Kreator untuk Jembatani Informasi Ibu Kota ke Warga
-
Empat Karyawan di Jaksel Sekap Teman Wanita Gara-gara Urusan Kantor, Begini Kronologinya
-
KPK Endus Aliran Duit Haram di Loket Imigrasi Bali, Biro Jasa Mulai 'Bernyanyi'
-
Kapolda Jabar: Taufik Hidayat Sangat Sadis, Harus Dihukum Maksimal 12 Tahun Penjara!
-
Prabowo Hadiri Konvensi Sains, Beri Taklimat di Hadapan 2.600 Akademisi
-
Identik dengan Gajah, Analis Bongkar Alasan Jokowi Pilih Lampung Jadi Target Safari Politik