Suara.com - Puluhan mahasiswa yang tegabung dalam BEM Seluruh Indonesia (SI) membubarkan diri di Jalan Medan Merdeka Barat atau Patung Kuda, Jakarta Pusat usai menyampaikan pendapat. Dalam aksinya mereka menolak tentang pengesahan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) yang baru.
Sebelum massa membubarkan diri, mereka sempat melakukan tabur bunga di atas buntalan bantal yang menyerupai pocong, simbol dari matinya demokrasi.
"Teman-teman silakan berkupul. Ini adalah simbol dari demokrasi yang telah mati," kata koordinator BEM SI, Yuza Agusti, di Patung Kuda, Jakarta Pusat, Selasa (20/12/2022).
Tidak lama setelah itu massa membubarkan diri. Kemudian aparat juga telah membuka blokade beton dan kawat berduri yang melintang di Jalan Medan Merdeka Barat.
Meski demikian, jalan belum dapat dilintasi lantaran petugas PPSU masih membersihkan sisa sampah yang ditimbulkan akibat aksi massa.
Dalam aksinya kali ini mahasiswa menyampaikan 5 tuntutan di antaranya:
Memperingatkan pemerintah bahwa Indonesia adalah negara hukum dan pemerintahan terkait pada konstitusi;
Tolak dan batalkan pengesahan KUHP;
Hapus pasal-pasal yang bermasalah dalam KUHP;
Berikan jaminan kepastian hukum dengan asas hukum yang berkeadilan guna terwujudnya penegakan hukum yang tidak tumpah tindih;
Hentikan praktik-praktik yang bersifat otoritarian dan junjung tinggi Kembali demokrasi.
"Kemudian menetapkan tersangka, melakukan penyitaan terhadap barang bukti, ssset tracing, dan tahap I (pemberkasan)," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Mahasiswa Gambarkan Pemerintahan Jokowi seperti Kuda Delman yang Bawa Oligarki di Belakangnya
-
Wujudkan Pemilu yang Demokratis Bagian dari Tanggungjawab Warga Negara
-
Gotong Keranda Berisi 'Pocong' Bergambar Muka Jokowi, BEM SI Penolak KUHP Baru: Simbol Matinya Demokrasi!
-
Bawa Keranda Mayat 'Jokowi Otoriter', BEM SI Suarakan Penolakan KUHP yang Baru
-
Tolak KUHP Baru, Ratusan Polisi Disiagakan Amankan Demonstrasi BEM SI di Patung Kuda
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Hari Ketujuh Pencarian ASN Bogor yang Jatuh: Penyelam Diterjunkan, Keberadaan Bayu Masih Misteri
-
Naik Hercules TNI AU, 30 Ton Bantuan Pemprov Sulsel Meluncur ke Titik Gempa NTT
-
Apa Itu Bilangan Prima? Ini Pengertian, Sifat, Contoh, dan Cara Menentukannya
-
Praktis! 2 Produk Ini Bisa Hapus Makeup sekaligus Membersihkan Wajah
-
Lindas Pria di Kolong Truk, Sopir Ini Santai Pindahkan Jasad Lalu Isi BBM ke SPBU
-
Timnas Indonesia Tanpa Rizky Ridho di FIFA ASEAN Cup 2026?
-
Tutorial Membuat Winged Eyeliner yang Rapi untuk Pemula, Ikuti 8 Langkahnya
-
Jelang Pengumuman Suku Bunga, Rupiah Tertekan Lawan Dolar AS
-
Diduga Rugikan Negara Rp38 M Kasus Batu Bara, Manajer PT PPA dan Petinggi PT BAS Sidang Perdana
-
Tak Cuma Rp1 Miliar, Pemda DIY Desak Kampus Ringankan UKT Mahasiswa NTT