Suara.com - Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E terus menghadirkan saksi yang mampu menguatkan alibi mereka soal perintah jabatan.
Eliezer memang konsisten mengaku tidak mampu melawan perintah Ferdy Sambo hingga berujung menembak Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.
Hal ini masih menuai pro dan kontra, salah satunya tentu datang dari kuasa hukum Sambo, Febri Diansyah. Dilihat di akun Twitter-nya, Febri menilai alibi kubu Eliezer tidak masuk akal apalagi bila dikaitkan dengan nasib terdakwa obstruction of justice.
"Jadi kepikir, kalau Richard Eliezer minta bebas karena alasan Perintah Jabatan, bisa-bisa semua terdakwa Obstruction of Justice dapat bebas juga..." cuit Febri saat mengomentari tangkapan layar pemberitaan soal alibi Eliezer, dikutip pada Kamis (29/12/2022).
"Kalau... gimana pak dos @mfatahilahakbar analisisnya tentang Pasal 51 Ayat (1) KUHP?" sambung Febri.
Febri menilai narasi perintah jabatan tidak relevan dengan membandingkan Eliezer dan Bripka Ricky Rizal Wibowo yang tidak mengalami apapun kendati menolak perintah Sambo.
"Kira-kira kalau pas kejadian si E yang pangkatnya cuma bharada ini menolak perintah Jenderal Bintang 2, bakal gimana karier dan atau nasibnya?" tanya warganet.
"Sudah ada yang menolak dan enggak diapa-apain ama FS. Namanya: Ricky Rizal.. sayangnya, sudah menolak malah jadi tersangka pembunuhan.." jawab Febri.
Bukan hanya sekali, Febri kembali menyentil alibi pembelaan diri Eliezer lewat cuitan berbeda. Kali ini Febri mengunggah tangkapan layar pemberitaan yang mengutip pernyataan dari Ahli Hukum Pidana Universitas Gadjah Mada (UGM) M Fatahillah Akbar.
"Dahsyat memang pengaruh twit pak dosen @mfatahilahakbar tentang Disiplin Bangkai dalam narasi perintah jabatan," tulis Febri.
Mantan Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu menilai kebenaran harus disampaikan kendati tidak sejalan dengan pendapat mayoritas masyarakat, tentu hal ini merujuk pada publik yang kebanyakan membela Eliezer.
Sementara di sisi lain, kubu Sambo termasuk Febri kerap menjadi bulan-bulanan publik karena dianggap terus menyampaikan narasi bohong hingga memojokkan Eliezer.
"Memang ini ujian untuk kita semua, ya yang di ruang sidang, pengamat ataupun di ruang kuliah.. Kadang fakta dan analisis tidak populer atau bahkan yang bisa dirujak netizen tetap perlu disampaikan," kata Febri.
Namun prediksi Febri pun menjadi kenyataan, sebab warganet beramai-ramai kembali merujak sang pengacara. Rekan Rasamala Aritonang itu bahkan diledek sedang melawak.
"Sama saja menurut aku mah. Kubu Sambo juga terus-terusan bahas perkosaan yang tak ada bukti kuat visum nya," kritik warganet.
"Hahaha lawak. Mending bapak cari cara agar FS dan PC diringankan. Bukan sibuk urusi yang bukan ranah bapak," komentar warganet karena Febri malah sibuk mengurusi alibi Eliezer.
"Lha jadi aneh, harusnya anda fokus membela klien anda bukan mencari kesalahan orang lain," timpal yang lainnya.
Berita Terkait
-
Harapan Haru Trisha Eungelica Putri Ferdy Sambo di Tahun 2023: Semoga Tetap Bertahan Hidup
-
Perwira Polri Ini Tegaskan Insiden Magelang Tak Pernah Terjadi Cuma Ilusi Ferdy Sambo Saja
-
Ferdy Sambo Beberkan Maksud Sempat Bilang Kejadian Pelecehan ke Istrinya di Magelang Hanya Ilusi
-
Apa Maksud Kuasa Hukum Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Tampilkan Foto Brigadir J di Tempat Hiburan Malam
-
Kubu Bharada E Ragu Putri Candrawathi Dilecehkan Brigadir J: Laporan Saja Ditolak Polisi
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
Pilihan
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
Terkini
-
Aktifitas Sentul City Disetop Pascabanjir, Pemkab Bogor Selidiki Izin dan Drainase
-
Anggota MRP Tolak PSN di Merauke: Dinilai Ancam Ruang Hidup dan Hak Masyarakat Adat
-
Kemensos dan BPS Lakukan Groundcheck 11 Juta PBI-JKN yang Dinonaktifkan, Target Tuntas Dua Bulan
-
Bupati Buol Akui Terima Rp 160 Juta dan Tiket Konser BLACKPINK, KPK Siap Usut Tuntas!
-
KPK Dalami Hubungan Jabatan Mulyono di 12 Perusahaan dengan Kasus Restitusi Pajak
-
Saksi Ahli Berbalik Arah! Mohamad Sobary Dukung Roy Suryo Cs dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi
-
Gus Yaqut Praperadilan: Ini Tiga Alasan di Balik Gugatan Status Tersangka Korupsi Kuota Haji
-
Kampung Nelayan Merah Putih Diubah Jadi 'Mesin Ekonomi' Baru, Ini Rencananya
-
Jadi Saksi Ahli Dokter Tifa Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi, Din Syamsuddin Diperiksa Selama 4 Jam
-
Israel Resmi Gabung BoP, Pakar UGM Sebut Indonesia Terjebak Diplomasi 'Coba-Coba' Berisiko Tinggi