/
Rabu, 28 Desember 2022 | 19:39 WIB
Sidang Ferdy Sambo ; Putri Candrawathi (Suara.com/Alfian Winanto)

Suara Sumatera - Pelecehan seksual yang disangkakan kepada Brigadr Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J oleh Putri Candrawathi tidak diyakini tidak pernah ada. Kubu Bharada Richard Eliezer atau Bharada E pun mengaku tidak yakin atas hal tersebut.

Ketidakpercayaan kubu Bharada Eliezer bukan tanpa sebab, salah satu tolak ukurnya ialah laporan palsu yang dibuat Putri Candrawathi ditolak oleh pihak kepolisian. 

Pada laporan ke Polres Metro Jakarta Selatan pun, Putri Candrawathi mengaku dirinya dilecehkan Brigadir J di rumah dinas mereka di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan.

“Pada saat ditanyakan mengenai kenapa pelecehan seksual ini itu terjadi atau tidak, kemudian kenapa tidak dilaporkan, nah kan kemudian ada disampaikan bahwa memang ini ada laporan tapi ini laporan yang tidak benar, makanya dipertanyakan juga kenapa membuat laporan yang tidak benar kalau memang itu ada sebenarnya,” kata Stella Masangi salah satu tim kuasa hukum Bharada Eliezer dilansir dari saluran Youtube Kompas Tv Rabu (28/12/2022). 

Hal lain yang membuat klaim Putri Candrawathi soal pelecehan seksual itu disangsikan adalah ketiadaan bukti visum.

"Jika benar aksi asusila itu benar terjadi maka,Putri Candrawathi dan suaminya Ferdy Sambo yang notabene melek hukum seharusnya melakukan visum untuk memperkuat laporan mereka," ujarnya. 

“Posisi Putri itu seperti disampaikan juga memang kalau korban pelecehan itu memang dari korbannya, tetapi kan harus ada bukti lain yang menguatkan terutama visum. Yang menjadi pertanyaan apabila terjadi suatu pelecehan seksual seperti yang disampaikan, intinya terutama adalah perkosaan, bukti visum itu sangat penting,” singgungnya.

Sebuah perkara pemerkosaan akan secara otomatis gugur jika itu tidak didukung bukti visum. “Bukti visum itu sangat penting, sehingga apabila hanya mengatakan saya diperkosa atau saya dilecehkan tanpa adanya bukti pendukung yang kuat itu akan menjadi sia-sia,” tambah dia.

“Kalau dari kacamata saya ya melihatnya bahwa ini merupakan suatu proses dari suatu skenario yang memang diciptakan untuk meringankan bagi FS, bagi PC,” ucap dia.

Baca Juga: BRIN: Mars Sudah Rayakan Tahun Baru

“Kita meyakini memang dari fakta persidangan yang sudah kita lihat bersama-sama akan menjadi satu keraguan dari banyak pihak termasuk kita, karena apabila memang terjadi pelecehan seksual terjadi perkosaan. Toh juga sudah dibuat laporan kenapa tidak buat laporan yang sesungguhnya? Kenapa membuat laporan yang menurut dia itu adalah palsu yang disuruh oleh suaminya, Ferdy Sambo?” jelas Stella.

“Makanya kita tanya kenapa tidak menolak kan, dia mengatakan dia takut dengan Ferdy Sambo,” imbuh Stella.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Suara.com dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.

Load More