Suara.com - Direktur Political and Public Policy Studies-P3S Jerry Massie membeberkan dugaannya terkait sikap PDIP yang memilih sistem proporsional tertutup.
Dugaan Jerry, pilihan PDIP tersebut karena ada permasalahan dalam koalisi pemerintahan Jokowi saat ini. Hal tersebut dinilai Jerry juga menjadi pemicu keresahan Presiden Jokowi dan PDIP.
Oleh sebab itu, Jerry menganggap wajar sikap PDIP yang menginginkan sistem pemilu proporsional tertutup itu diawajarkan supaya bisa memberikan keuntungan.
"PDIP memilih coblos tertutup jelas karena koalisi Jokowi di pemerintahan sudah pecah,” ujar Jerry Massie.
Kendati demikian, Jerry tetap memberikan apresiasi kepada 8 parpol yang menolak sistem pencoblosan logo partai.
Menurut Jerry, gabungan 8 parpol yang kompak menolak sistem pemilu itu mampu membuat PDIP tak dapat dukungan lagi.
“Dengan adanya 8 parpol yang menentang atau menolak, PDIP tak bisa mendapatkan dukungan lagi,” ungkap Jerry.
Lantas Jerry menduga ide PDIP yang ditolak 8 parpol tersebut akan memberi dampak kepada Jokowi yang masih memerintah kurang lebih 2 tahun lagi.
“Pasti berimbas, ide tersebut berpotensi merusak koalisi,” tuturnya.
Baca Juga: Tak Undang Parpol Lain, HUT Ke-50 PDIP Ternyata Dihadiri Banyak Pejabat, Ini Daftarnya
Kata Jerry, seharusnya PDIP menyerah dan mengikuti keinginan 8 parpol lainnya agar koalisi di pemerintahan tetap stabil.
“Harusnya mereka bulat satu suara,” pungkasnya.
Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Suara.com dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
Video yang mungkin terlewat oleh Anda:
Berita Terkait
-
Tak Undang Parpol Lain, HUT Ke-50 PDIP Ternyata Dihadiri Banyak Pejabat, Ini Daftarnya
-
Enggan Umumkan Capres PDIP, Megawati: Urusan Gue
-
Patuhi Instruksi Megawati, Kader Partai Harus Turun dan Bantu Rakyat, Ganjar: Siap Laksanakan
-
Megawati: Banyak yang Ndak Senang Saya, Tapi Kalau Sudah Perlu Ngaku Bersahabat
-
Ramai Wacana Megawati Nyapres di 2024, Pakar Hukum Tata Negara: Bahkan Bisa 2 Periode
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender
-
Pantura Genuk Minim Genangan di Musim Hujan, Infrastruktur Pengendali Banjir Dioptimalkan
-
Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja
-
Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan
-
Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer Sambangi Istana, Bahas Rencana Pembelian Pesawat?
-
Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?