Suara.com - Mantan Asisten Pribadi (Spri) eks Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo, Chuck Putranto menyebut sebenarnya Sambo tidak diperkenankan memiliki asisten pribadi.
Keterangan itu diungkap Chuck saat diperiksa sebagai saksi mahkota pada sidang obstruction of justice Brigadir Yosua Hutabarat untuk terdakwa Wakaden B Paminal Arif Rahmah Arifin di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (12/12/2023).
Bermula ketika jaksa penuntut umum (JPU) bertanya mengapa Chuck berinisiatif meminta DVR CCTV kompleks Sambo dari tangan mantan Kasubnit I Sudbit III Dittipidum Bareskrim Irfan Widyanto pada tanggal 9 Juli 2022.
“Kenapa saudara saksi mengambil alih titip ke saudara saksi? Maksudnya apa? Siapa yang menyuruh untuk CCTV dititip ke saudara saksi? Tujuannya apa?” cecar jaksa ke Chuck.
Chuck mengakui jika saat itu dia tidak diperintah oleh siapapun ketika meminta DVR CCTV tersebut. Hal itu dia lakukan atas dasar inisiatifnya sebagai Spri Sambo.
“Yang menyuruh tidak ada saat itu, karena saat itu. Saya kan sebagai Spri jadi saya sulit menjelaskan di persidangan sebelumya sebagai Spri itu seperti apa," ujar Chuck.
Kemudian, Chuck menuturkan sejatinya Sambo tidak diperbolehkan memiliki Spri ketika menjabat sebagai Kadiv Propam.
"Saat saya menjadi Spri Kadiv Propam, jujur saja bahwa Spri itu tidak ada jabatan strukturalnya sehingga SOP-nya juga tidak ada,” jelas dia.
Dia menuturkan hanya jabatan setingkat Kapolri, Wakapolri dan Kapolda yang diperkenankan memiliki Aspri.
"Jadi yang memiliki jabatan struktural terkait Spri itu adalah bapak Kapolri, bapak Wakapolri dan Kapolda," kata Chuck menambahkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
Pilihan
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
-
H-135 Kick Off Piala Dunia 2026, Dua Negara Ini Harus Tempuh Perjalanan 15.000 KM
-
5 Rekomendasi HP RAM 12 GB Paling Murah, Cocok buat Gaming dan Multitasking
-
Kenaikan Harga Emas yang Bikin Cemas
Terkini
-
Dikabarkan Bakal Masuk Kabinet Prabowo, Budisatrio Djiwandono Tanggapi Begini
-
Diduga Tak Profesional, Tiga Kepala Kejaksaan Negeri Diperiksa Jamintel Kejagung
-
Oknum Polisi Anggota Polda DIY Diduga Aniaya Kekasih hingga Masuk RS, Aksi Terekam CCTV
-
Sudirman Said Luncurkan Pusat Studi Keberlanjutan UHN untuk Jawab Tantangan Krisis Iklim
-
Skandal Kuota Haji, Staf Asrama Haji Bekasi Diperiksa KPK
-
Viral Pemotor Merokok Pukul Penegur di Palmerah, Pelaku Catut Nama Polisi
-
Peluang Emas Lulusan SMK: Perusahaan Raksasa Rusia Tawarkan Gaji Rp43 Juta, Pemerintah RI Buka Jalan
-
Indeks Perkembangan Harga Tiga Provinsi Terdampak Bencana Turun Signifikan
-
Inosentius Dapat Tugas Baru, DPR Beberkan Alasan Adies Kadir Dipilih Jadi Hakim MK
-
Ahok Sebut Tak Ada Temuan BPK dan BPKP Soal Penyewaan Terminal BBM oleh Pertamina