Suara.com - DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) terus melakukan bedah daerah pilih (dapil) untuk mewujudkan target perolehan kursi pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
Bedah dapil pertama dilakukan bersama DPW Jawa Tengah di Kantor DPP PPP, Menteng, Jakarta Pusat.
“Hari ini DPP menggelar bedah dapil untuk yang pertama kali, kami agendakan Jateng. Karena Jateng sendiri menjadi target perolehan suara yang utama,” ujar Plt Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono.
Muhamad Mardiono menjelaskan, bedah dapil kali ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kekuatan di lapangan.
Selain Jateng, DPP PPP sendiri akan melakukan bedah dapil dengan daerah lainnya secara berturut-turut.
“Bedah dapil ini tidak dilakukan bersama wilayah lain, hari ini khusus Jateng. Kami sudah dapat gambaran dan mengetahui kondisi di lapangan, apa yang sudah dilakukan kader, sehingga potensi bisa terbaca,” ungkapnya.
Sementara, Ketua DPW PPP Jateng Masruhan Samsurie mengaku telah mempresentasikan kondisi peta politik di Jateng. Bahkan, target perolehan kursi di DPR RI, DPR Provinsi dan Kabupaten telah dipaparkannya dihadapan Plt Ketua Umum PPP.
“Kami memiliki target kursi pusat sembilan, provinsi 13 kursi, dan kabupaten kota 150. Selain itu, kami juga membahas faktor yang bisa menghambat atau kelemahan dan hal lain yang perlu diperjuangkan untuk mencapai target tersebut,” ujar Masruhan.
Masruhan mengaku akan melakukan pendekatan kepada Nahdlatul Ulama (NU), pesantren, tokoh masyarakat, hingga kaum atau santri milenial guna mencapai target kursi.
Baca Juga: Jadwal Pemilu 2024: Penetapan Peserta, Pencalonan hingga Pemungutan Suara
“Membahas faktor pendukung, misalnya pendukung netralitas NU yang bagi kami sangat menguntungkan. Sehingga kami bisa melakukan pendekatan secara sehat, serta santri milenial yang sedang kami rekrut secara maksimal,” kata Masruhan.
Usai melakukan bedah dapil bersama Jateng, DPP PPP telah mengagendakan bedah dapil bersama wilayah lainnya mulai dari Jawa, Sumatera, hingga Indonesia bagian Timur.
Bedah dapil diharap bisa meningkatkan kerja keras para kadernya untuk meraih perolehan kursi yang maksimal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
9.401 Peserta BPJS PBI Tak Terlacak dan 3.934 Lainnya Telah Meninggal, Mensos Beri Penjelasan
-
Efisiensi Anggaran, Gus Ipul Ajak Pegawai Kemensos Naik Kendaraan Umum hingga Sepeda Sekali Sepekan
-
Viral! Wartawan Diculik dan Diperas Oknum Mengaku Polisi di Bekasi, Saldo Rp13 Juta Ludes
-
Menteri Hukum Serahkan 146 Sertifikat KI, Lindungi Warisan Budaya Bali
-
Ketahuan Saat Bayar Utang! Begini Kronologi Penangkapan Mahfud Dukun Pengganda Uang Asal Cianjur
-
Program KNMP Dongkrak Produktivitas Nelayan hingga Dua Kali Lipat
-
Gugur dalam Misi Perdamaian PBB, Ini Rincian Penghormatan dan Santunan untuk 3 Prajurit TNI
-
Naik 500 Persen! Program KNMP Sukses Ciptakan Belasan Lapangan Kerja Baru di Wilayah Pesisir
-
Kemensos Desain Ulang Pola Kerja untuk Efisiensi dan Produktivitas Digital
-
Bekasi Darurat Mutilasi? Menelisik Pola Kejahatan Ekstrem di Balik Tragedi Serang Baru