Suara.com - Kementerian Luar Negeri RI menyiapkan langkah hukum untuk menindaklanjuti laporan terkait seorang warga negara Indonesia (WNI) yang ditahan di Arab Saudi atas dugaan pelecehan seksual.
Berdasarkan penjelasan Kemlu, Muhammad Said (26) ditahan usai menjalani proses persidangan yang terungkap bahwa ia melakukan pelecehan seksual berdasarkan bukti dua saksi mata dan pengakuan langsung darinya.
Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu RI Judha Nugraha mengatakan bahwa KJRI Jeddah tidak menerima informasi dari otoritas Saudi terkait dengan persidangan yang dijalani oleh WNI bernama Said.
“Akses kekonsuleran untuk bertemu Muhammad Said baru diberikan otoritas Saudi pada 2 Januari 2023. Atas hal ini, KJRI Jeddah mengirimkan nota protes kepada Kemlu Saudi,” kata Judha melalui pesan singkat pada Senin (23/1/2023).
Selain itu, KJRI Jeddah juga telah menunjuk pengacara untuk menyiapkan langkah hukum lebih lanjut.
“Kami masih menunggu legal advice dari pengacara yang ditunjuk,” ujar Judha.
Muhammad Said telah dijatuhi hukuman penjara selama dua tahun dan denda 50.000 riyal (sekitar Rp200 juta) pada 20 Desember 2022 lalu.
Sebelumnya, beredar berita bahwa pria asal Sulawesi Selatan itu ditangkap petugas keamanan karena dianggap melakukan pelecehan seksual terhadap perempuan jemaah asal Lebanon saat tawaf di Masjidil Haram.
Disebutkan bahwa pelecehan seksual itu terjadi pada 10 November 2022. Saat itu, Said bersama rombongan keluarga mengunjungi Kabah untuk mencium hajar Aswad.
Baca Juga: Bocor Hasil Sidang Pelecehan Seksual Wanita Lebanon saat Umrah, Dadanya Dipegang dari Belakang
Saat tawaf, Said disebut memeluk perempuan asal Lebanon yang berada di depannya dan meremas bagian sensitif dari perempuan itu.
Akibat kejadian itu, Said diseret keluar oleh petugas keamanan setempat. Ia dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan.
Namun, keluarganya membantah bahwa Said melakukan pelecehan.
Menurut pihak keluarga, Said dipaksa mengakui tuduhan pelecehan tersebut. Ketika dimintai keterangan oleh pihak berwenang, Said tidak bisa menjawab karena tidak fasih berbahasa Arab. [ANTARA]
Berita Terkait
-
KBRI Bantu Muhammad Said Dapatkan Keadilan, Keluarga: Setidaknya Hukumannya Berkurang atau Dipindahkan ke Indonesia
-
Bocor Hasil Sidang Pelecehan Seksual Wanita Lebanon saat Umrah, Dadanya Dipegang dari Belakang
-
Warganet Minta CCTV Pelecehan Seksual WNI Depan Kakbah Disebar
-
Dibantah Keluarga, Pihak Travel Sebut Ada Bukti CCTV Saat WNI Lakukan Pelecehan Seksual di Mekkah
-
Geger Nama Presiden Berubah Jadi 'Jokowi Dodo' sampai Trending Twitter, Ada Apa?
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
Terkini
-
Apa Itu Formula 1+8? Saran Diplomasi Dino Patti Djalal untuk Presiden Prabowo
-
Misteri Jalan 'Tak Penting' di Gunung Ciremai, Warga Cium Aroma Proyek Geothermal Senyap
-
MPR Digugat soal LCC Empat Pilar Kalbar, Sidang Digelar Selasa Pekan Depan
-
1 dari 6 Hari Habis di Luar Negeri, Prabowo Patut Tiru Gaya Xi Jinping Biar Lebih Hemat
-
Ironi Listrik Indonesia: Energi Dikeruk dari Daerah, Tapi Cuma Jawa yang Terang Benderang
-
Bahlil Lahadalia Digugat ke PTUN, Kebijakan Listrik Nasional Dinilai Ugal-ugalan dan Abaikan Daerah
-
Prabowo Diminta Jangan Boros dan Contoh Presiden Meksiko: 17 Kali Telpon Trump, Tak Pakai Ketemuan
-
Predator di Balik Tembok Pesantren: Mengapa Kasus Kekerasan Seksual Sulit Diungkap?
-
Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo