Suara.com - Seorang wanita paruh baya berinisial N (55) mengaku menjadi korban dugaan kekerasan rumah tangga (KDRT) yang dilakukan oleh suaminya sendiri A (56). Suaminya juga disebut melakukan penganiayaan terhadap anak-anaknya.
Adapun peristiwa penganiayaan ini terjadi di Jalan Komplek BPK, Kebon Jeruk, Jakarta Barat pada Minggu (28/1/2023) malam.
Anak korban, NA mengatakan KDRT yang dilakukan ayahnya, bermula saat ibunya pamit ke Purwakarta untuk pergi senam. Namun ternyata ayahnya tidak mendengar ketika istrinya pamit untuk pergi.
"Kemudian ibu aku dapat ancaman melalui chat, diancam katanya kalau balik ke rumah akan main tangan," kata NA, saat dikonfirmasi, Senin (30/1/2023).
Benar saja, ketika N kembali ke rumah, pasangan suami istri itu langsung ribut. Ibu dan ayah NA, saat itu langsung terlibat cekcok.
Melihat keributan tersebut, NA dan adiknya, MS mencoba melerai. Namun bukannya berdamai, A malah melakukan penganiayaan juga terhadap kedua anak tersebut.
"Jadi aku sama adik aku ngelindungin mamah aku biar gak kena (dipukul). Biarin kita aja yang pada kena. Adik aku memar ditangan kena pukul, dipukul menggunakan benda tumpul sampai dicekik," ungkapnya.
Menurut NA, KDRT yang dilakukan A bukan kali pertama. A kerab melakukan KDRT selama 3 tahun terakhir. Namun, pihak keluarga masih memaklumi dengan tindakan A.
Hingga akhirnya, kesabaran N, sudah habis. Keluarga sudah tidak bisa mentoleril perbuatan ayahnya. Kejadian itupun dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Barat.
Baca Juga: Ibu Ferry Irawan Ragukan Hasil Visum Venna Melinda, Dokternya Kenalan Venna
"Sudah sering KDRT, tapi masih kita maafin. Tapi sekarang kita udah gak bisa maafin dia. Sudah lebih dari tiga kali kejadian kaya gini (KDRT)," beber NA.
NA mengatakan, perkara ini teregistrasi dengan nomor polisi LP/B/80/I/2023/SPKT/POLRES METRO JAKARTA BARAT/POLDA METRO JAYA. Korban juga telah melakukan visum.
Lebih lanjut, NA mengatakan kalau kekinian pihak kepolisian telah melakukan upaya penahan kepada terlapor. Ia berharap agar kasus tersebut dapat diungkap secara tuntas.
Berita Terkait
-
Tak Percaya Gara-gara KDRT, Ibunda Ferry Irawan Sebut Darah di Hidung Venna Melinda Seperti Mimisan
-
Ibu Ferry Irawan Kecewa Datang ke Rumah Venna Melinda Tak Dibukakan Pintu: Kok Gak Dihargain
-
Natasha Wilona Bantak Kasus KDRT Venna Melinda Settingan, Begini Alasannya
-
Ibu Ferry Irawan Ragukan Hasil Visum Venna Melinda, Dokternya Kenalan Venna
-
Minyak Goreng di Purwakarta Langka? Begini Penjelasannya
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 5 Bedak Murah Mengandung SPF untuk Dipakai Sehari-hari, Mulai Rp19 Ribuan
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Fadli Zon Kaget! Acara Serah Terima SK Keraton Solo Diserbu Protes, Mikrofon Direbut
-
Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat ATR42-500 Berukuran Besar
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
Terkini
-
Data Manifes dan Spesifikasi Pesawat ATR 42-500 Indonesia Air Transport
-
Menang Lelang Gedung Eks Kantor Polisi di Melbourne, IMCV Akan Bangun Pusat Dakwah Indonesia
-
Atasi Banjir Jakarta, Dinas SDA Kerahkan 612 Pompa Stasioner dan Ratusan Pompa Mobile
-
Cuaca Buruk dan Medan Terjal Hambat Pencarian Pesawat ATR Hilang di Maros
-
Hujan Semalaman, 29 Ruas Jalan di Jakarta Masih Terendam Banjir
-
Jaring Aspirasi Lewat Media Kreatif, Baharkam Polri Gelar Festival Komik Polisi Penolong
-
Hujan Deras Kepung Jakarta, 48 RT Masih Terendam Banjir Hingga Minggu Siang
-
KPK: Eks Sekjen Kemnaker Diduga Beli Innova Zenix Pakai Uang Hasil Pemerasan TKA
-
Konsisten Berdayakan Desa, BNI Raih Penghargaan Hari Desa Nasional 2026
-
Konsisten Berdayakan Desa, BNI Raih Penghargaan Hari Desa Nasional 2026