Suara.com - Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) mengkritisi Tim Pencari Fakta peristiwa kecelakaan yang menewaskan rekan mereka Muhammad Hasya Atallah Saputra. Mereka mempertanyakan tim tersebut yang baru dibentuk Polda Metro Jaya setelah kasus kecelakaan Hasya viral di media sosial dan di berbagai pemberitaan media.
Ketua BEM UI Melki Sedek Huang mengatakan, pembentukan tim itu dipicu karena tekanan pemberitaan sehingga menunjukkan ketidakprofesionalan Polda Metro Jaya.
"Pembentukan tim khusus untuk pencarian fakta tersebut jelas amat patut dipertanyakan oleh karena menunjukkan betapa tidak profesionalnya Polda Metro Jaya yang telah menetapkan status tersangka bagi Alm. Hasya sebelum benar-benar menggali fakta yang ada," kata Melki lewat keterangannya kepada Suara.com, Rabu (1/2/2023).
"Pembentukan tim khusus ini pun menunjukkan Kepolisian yang hanya berkeinginan untuk menggali penuh fakta yang ada setelah ramai dihantam kritisi masyarakat," sambungnya.
Melki mengungkap, BEM UI juga turut diundang untuk bergabung dengan Tim Pencari Fakta. Undangan mereka terima pada Senin malam 30 Januari 2023. Namun dia memastikan BEM UI tidak akan tergabung dalam tim bentukan kepolisian tersebut.
"BEM UI pun menyatakan bahwa tidak tergabung dalam tim khusus yang tidak sesuai dengan prosedur hukum acara pidana tersebut," tegasnya.
Soal sikap keluarga Hasya dan kuasa hukumnya yang menolak memenuhi undangan Polda Metro Jaya didukung BEM UI.
"BEM UI mendukung penuh tindakan keluarga korban yang tidak menghadiri pertemuan inisiasi Polda Metro Jaya tersebut," kata Melki.
Dia juga bilang, sepenuhnya mendukung upaya keluarga korban untuk menegakkan keadilan dan menuntut pertanggungjawaban terduga pelaku sesuai proses hukum yang berlaku.
"Kami juga menuntut instansi kepolisian untuk segera menangani kasus ini dengan seadil-adilnya, sesuai aturan yang berlaku, dan tanpa rekayasa ataupun memutar balikkan fakta," katanya.
Hasya, mahasiswa FISIP Universitas Indonesia (UI) meninggal dunia ditabrak mantan Kapolsek Cilincing AKBP (Purn) Eko Setia Budi Wahono. Peristiwa itu terjadi Srengseng Sawah, Jakarta Selatan pada 6 Oktober 2022 lalu.
Namun belakangan Hasya yang ditetapkan kepolisian sebagai tersangka. Hal itu pun memicu kecaman dari berbagai pihak, hingga akhirnya Polda Metro Jaya membentuk Tim Pencari Fakta.
Berita Terkait
-
Pengakuan Guru SMAN 9 Bekasi Soal Sosok Muhammad Hasya, Mahasiswa UI yang Tewas Ditabrak Eks Kapolsek Cilincing
-
Polisi akan Gelar Rekonstruksi Ulang Kasus Kecelakaan Mahasiswa UI, Klaim Bakal Libatkan Ahli Interprofesi
-
Komisi III DPR Desak Polisi Pulihkan Nama Baik Mendiang Mahasiswa UI Hasya: Gak Mungkin Orang Mati jadi Tersangka!
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- Promo Superindo Terbaru, Minyak Goreng Cuma Rp20 Ribuan, Susu dan Kecap Diskon Besar
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Mendagri Tito: Mayoritas Wilayah Terdampak Banjir di Sumatera Berangsur Normal
-
Maimon Herawati Ungkap 'Silent Hero' di Balik Bebasnya 428 Relawan Global Sumud Flotilla
-
Janji Humanis Cuma Slogan? Aksi Kasar Satpol PP Usir Tukang Es Krim di CFD Jakarta Panen Kecaman
-
Sinyal Hijau Membawa Petaka? Menelusuri Penyebab Tabrakan Argo Bromo vs KRL di Bekasi Timur
-
Mangkir Dua Kali, Polisi Bakal Jemput Paksa Terduga Pelaku Pemerkosa Siswi SLB Kalideres
-
'Kami Diperlakukan Seperti Hewan!' Kesaksian Relawan Indonesia yang Ditawan Militer Israel
-
Duduk Perkara Kakek Mujiran Dipenjara Gegara Laporan PTPN I, BP BUMN Bereaksi
-
Soroti Rentetan Kasus Kekerasan, Lukman Hakim Saifuddin: Kondisi Saat Ini Sangat Mencemaskan
-
Listrik Sumatra Utara Sudah Pulih 100 Persen, PLN Minta Warga Waspada Hoaks
-
Penuh Haru! 9 WNI Korban Penyekapan Israel Akhirnya Tiba di Indonesia