Suara.com - Eks Kapolsek Cilincing AKBP (Purn) Eko Setia Budi Wahono yang diduga menabrak mahasiswa UI, Muhammad Hasya Atallah Saputra hingga tewas terus menjadi sorotan. Kali ini publik mempertanyakan kekayaan mantan anggota Polri tersebut.
Tidak ada data yang tersebar mengenai kekayaan eks Kapolsek Cilincing penabrak mahasiswa UI tersebut. Namun, profilnya yang ingin terjun ke ranah politik membuat kita bisa berasumsi bahwa Eko memiliki modal yang cukup besar.
Diketahui, Eko bergabung dengan Partai Gerindra pada 2022. Dia dikabarkan bakal nyaleg melalui partai tersebut. Dia akan maju sebagai Anggota DPRD DKI Jakarta untuk Dapil Cilincing, Koja dan Kelapa Gading. Namun, prosesnya baru mau mendaftar.
Harta keluarga Eko juga bisa disorot dari kekayaan sang istri, Kompol Telly Bahute. Telly diketahui menjabat sebagai Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metro Bekasi. Dia melaporkan harta kekayaan dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara Elektornik (E-LHKPN) pada Februari 2021.
Menurut laporan tersebut, total harta Telly adalah Rp172, 5 juta. Rinciannya Mobil Honda HR-V tahun 2018 yang diperoleh dari hasil sendiri Rp160 juta, kemudian kas Rp7,5 juta, dan terakhir harta bergerak lainnya senilai Rp5 juta. Bagi anggota kepolisian berpangkat, jumlah ini termasuk kecil.
Kelanjutan Kasus Kematian Hasya
Kabar terakhir Hasya ditetapkan sebagai tersangka alih-alih korban, sementara Eko masih melenggang bebas. Kabar ini disampaikan oleh tim Advokasi keluarga Hasya, Indira Rezkisari. Indira mengatakan tim kuasa hukum Hasya menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan atau SP2HP terkait perkara Kecelakaan Lalu Lintas No. B/42/I/2023/LLJS pada tanggal 16 Januari 2023.
Ayah Hasya, Adi Syaputra, sempat menjelaskan bahwa kecelakaan yang merenggut nyawa sang putra tersebut terjadi pada 6 Oktober 2022 saat dia pulang dari kegiatan kampus menuju indekos. Kecelakaan terjadi di daerah di Srengseng Sawah, Jakarta Selatan.
Saat dalam perjalanan, korban terjatuh lantaran ada orang yang menyeberang jalan secara tiba-tiba. "Tiba-tiba ada yang melintas, otomatis ngerem mendadak. Nah itu terus kaya goyang gitu karena rem mendadak. Nah terus terjatuh ke kanan," ucap Adi saat dihubungi.
Baca Juga: Alasan DPR RI Batal Gelar Rapat Dengar Aspirasi Kasus Kematian Hasya
Dari arah berlawanan, mobil Pajero yang dikemudikan oleh Eko pun langsung menabrak dan melindas korban yang terjatuh di jalan.
"Ada mobil dari depan dalam hitungan sepersekian detik. Posisi tidak terlalu lambat dan kencang, ya sedanglah. Kami bisa bilang demikian karena motornya pun saat ini hanya pecah kaca spion, tidak ada lecet dan baret," jelas Adi.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Berita Terkait
-
Kasus Kematian Hasya, BEM UI Semprot Polda Metro Jaya Tidak Profesional: Tidak Akan Bergabung dengan Tim Pencari Fakta
-
Tewas Ditabrak jadi Tersangka, Polisi Gelar Rekonstruksi Kecelakaan Mahasiswa UI Hasya
-
Perjalanan Kasus Kecelakaan Mahasiswa UI, Keluarga Terus Tuntut Keadilan
-
Tampang Eks Kapolsek Cilincing Saat Jalani Rekonstruksi Kecelakaan Tewaskan Mahasiswa UI
-
Alasan DPR RI Batal Gelar Rapat Dengar Aspirasi Kasus Kematian Hasya
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT