Suara.com - Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho menyatakan pihaknya akan segera mengambil tindakan setelah adanya kejadian jembatan layang atau Skywalk Kebayoran Lama bergoyang saat peresmian.
Hari mengatakan pihaknya akan melakukan penguatan struktur pada bulan ini. Setelah penguatan struktur dilakukan dia berharap konstruksi jembatan akan lebih kuat dan kejadian bangunan bergoyang hingga terasa saat dinaiki tak akan terjadi lagi.
"Nanti bulan ini juga akan ditempa dengan struktur untuk mengurangi goyangan itu saja," ujar Hari saat di Jakarta Utara, Kamis (2/2/2023).
Kendati demikian, Hari pernah menyampaikan goyangnya Skywalk itu tak membahayakan karena memang konstruksi didesain elastis. Apalagi jembatan ini menjadi yang terpanjang di Jakarta dengan panjang 450 meter.
"Memang dibuat elastis, karena memang panjangnya sampai sekitar 420-450-an meter. memang pasti ada terjadi demikian, tapi nanti dan waktu aman enggak ada masalah," ucapnya.
Selama proses penguatan struktur, Hari menyebut jembatan masih akan tetap bisa dilewati. Pihaknya tidak melakukan penutupan selama pengerjaan berlangsung.
"Pada saat kita melakukan perkuatan struktur pun tidak akan menutup Skywalk ga ada masalah, jadi hanya memperkuat di bawahnya aja," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Pemprov DKI Mulai Kerjakan Penyambungan Jalan di 10 Lokasi Mulai Bulan Maret 2023
-
Bak Truk Nyangkut di JPO, Jalan Sudirman Palembang Macet Parah Pagi Ini
-
Skywalk Kebayoran Lama Goyang Saat Diresmikan, PSI Minta Kelayakannya Dicek Ulang
-
Skywalk Kebayoran Lama Goyang Saat Diresmikan Heru Budi, Bina Marga: Nanti Kami Tambah Kekuatannya
-
Dinas Bina Marga Jakarta Akan Benahi Skywalk Kebayoran yang Bergoyang saat Diresmikan
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT