Suara.com - Pervez Musharraf, eks Perdana Menteri (PM) Pakistan meninggal dunia dalam pengasingannya di Kota Dubai di Uni Emirat Arab dalam usia 79 tahun. Pengumuman meninggalnya jenderal bintang empat tempat tersebut disampaikan pihak Militer Pakistan dan perwakilan negara itu di Uni Emirat Arab.
Mantan Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan tersebut meninggal akibat sakit yang dideritanya bertahun-tahun. Ia menderita penyakit langka akibat penumpukan amiloid pada organ dan jaringan di seluruh tubuh yang disebut amiloidosis.
Amiloidosis merupakan penyakit langka yang terjadi akibat penumpukan zat amiloid di jaringan tubuh. Amiloid sendiri merupakan protein yang diproduksi di sumsum tulang dan dapat disimpan di jaringan atau organ tubuh.
"Saya mengonfirmasi bahwa beliau meninggal pagi ini," kata Shazia Siraj, juru bicara Konsulat Pakistan di Dubai serta Kedutaan Besar Pakistan di Abu Dhabi, kepada Reuters seperti dilansir Antara.
Para Kepala Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara Pakistan menyampaikan belasungkawa atas kematiannya.
Karier politiknya di Pakistan sebagai pemimpin berkuasa dimulai saat berhasil merebut kekuasaan dalam kudeta tak berdarah pada 1999. Ia kemudian mengawali pertumbuhan ekonomi yang pesat dan berupaya untuk memasukkan nilai-nilai liberal sosial di negara Muslim konservatif itu.
Pada masa awal jabatannya di pemerintahan, Musharraf mendapat pujian internasional atas upaya reformisnya, yaitu mendorong legislasi untuk melindungi hak-hak perempuan serta mengizinkan saluran berita swasta beroperasi untuk pertama kalinya.
Selama bertahun-tahun, Musharraf menikmati dukungan kuat dari publik, namun sempat menghadapi percobaan pembunuhan tiga kali oleh Al Qaida dan kelompok-kelompok militan lainnya.
Tindakan Musharraf yang terus-menerus mendukung Amerika Serikat dalam perangnya melawan Al Qaida dan Taliban Afghanistan, serta penggunaan militer berlebihan untuk memadamkan perbedaan pendapat, menyebabkan kejatuhannya dari kursi kekuasaan.
Baca Juga: Alasan Afghanistan Larang Penduduk Perempuan Kuliah di Universitas
Setelah serangan 11 September 2001 di AS, Musharraf bergabung dengan gerakan yang disebut Washington sebagai "perang melawan terorisme".
Di bawah pimpinannya, Pakistan memberi pasukan AS akses darat dan udara ke Afghanistan --negara yang terkurung daratan-- untuk menangkap para anggota militan Al Qaida yang diduga sebagai pihak di balik serangan tersebut.
Dukungan itu bertentangan dengan kebijakan Pakistan yang sudah lama mendukung Taliban, kelompok yang sekarang sudah menguasai Afghanistan.
Sikap Musharraf itu membuat dirinya menjadi sasaran militan di Pakistan dan kehilangan dukungan dari pihak-pihak konservatif. Musharraf diizinkan ke luar negeri untuk berobat bahkan ketika menghadapi kasus pengkhianatan di negaranya. Dia terbang ke Dubai pada 2016 untuk terakhir kalinya.
Musharraf lahir di New Delhi, India, pada 1943. Ia masih berusia empat tahun ketika orang tuanya mengikuti eksodus massal penduduk Muslim ke Pakistan, negara yang saat itu baru terbentuk. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
Pilihan
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
Terkini
-
KPK Soroti Pola Berulang Korupsi Kepala Daerah
-
Panen Raya di Kampung Rambutan: Omzet Pedagang Melonjak 8 Kali Lipat Saat Mudik Lebaran!
-
Israel Larang Warga Palestina Shalat Id di Masjid Al-Aqsa
-
Kirim THR ke Keluarga Jadi Lebih Mudah dengan Fitur Grup Transfer di wondr by BNI
-
Soal Perbedaan 1 Syawal 1447 H, MUI Sebut Penetapan Idulfitri Adalah Kewenangan Pemerintah
-
Bukan Hanya Pepohonan, Tanah Hutan Tua Ternyata Penyimpan Karbon Terbesar di Bumi
-
H-1 Lebaran: Arus One Way Tol Cipali Terpantau Lengang, Volume Kendaraan Turun Drastis 68 Persen
-
Modus Licik Sabu 26,7 Kg di Ban Serep: Polres Jakpus Bongkar Jaringan Medan-Jakarta Senilai Rp25,9 M
-
Grebeg Syawal 2026 Jogja Diserbu Ribuan Warga, Gunungan Jadi Rebutan Usai Salat Id
-
Pramono Anung ke Istiqlal, Rano Karno Kawal Ma'ruf Amin di Balai Kota Saat Idulfitri Besok