News / Nasional
Senin, 06 Februari 2023 | 14:48 WIB
Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil pada pelantikan pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jawa Barat masa bakti 2022-2026 di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (12/9/2022). (ANTARA/HO-Humas Pemda Jabar)

Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-XX diselenggarakan di Papua pada akhir 2021 lalu. Dan dalam perhelatan olahraga tingkat nasional itu, Jawa Barat berhasil meraih keluar sebagai juara umum.

Penghargaan itu sekaligus mempertahankan gelar yang sama pada PON XIX yang diselenggarakan di Jawa Barat.

"Hal tersebut menjadi bukti bahwa Jawa Barat menjadi provinsi pertama yang mampu meraih gelar juara umum PON secara back-to-back sejak era reformasi," kata Kang Emil padaRrabu (17/8/2022).

3.       Raih 300an penghargaan sejak 2018

Dalam kesempatan yang sama, Ridwan Kamil juga menyampaikan, sejak kepemimpinannya, Jawa Barat telah meraih 345 penghargaan dari tingkat nasional maupun Internasional.

Beberapa penghargaan yang ia sebut diantaranya meraih Juara Umum Tingkat Nasional pada Kontestasi Dewan Masjid Indonesia (DMI) Award 2022.

Dan pada 2021, Pemprov Jawa Barat berhasil meraih opini wajar tanpa pengecualian sebanyak 11 kali berturut-turut dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Tidak kurang 345 penghargaan tingkat nasional dan internasional telah dianugerahkan kepada Provinsi Jawa Barat dalam kurun waktu 2018 hingga 2021," pungkasnya.

Kontroversi Ridwan Kamil

Baca Juga: Aksi Pejabat di Konser Dewa 19: Iriana Jokowi Rekues Lagu hingga Ridwan Kamil Asik Nyanyi Bareng Bima Arya

Meski banjir prestasi, kepemimpinan Ridwan Kamil juga tak terlepas dari sejumlah kontroversi, diantaranya adalah:

1.       Pembangunan kolam renang di rumah dinasnya

Pada awal kepemimpinannya sebagai Gubernus Jawa Barat, Ridwan Kamil langsung memutuskan untuk merenovasi rumah dinasnya di Pakuan. Namun keputusannya itu menuai kontroversi di masyarakat, sebab ia menambah fasilitas kolam renang di rumahnya itu.

Terlebih anggaran yang dikeluarkan untuk membuat kolam renang itu cukup fantastis, yakni hingga Rp1,5 miliar.

Namun Kang Emil sempat menanggapi kontroversi itu dengan menyatakan bahwa pembangunan kolam renang itu adalah untuk terapi renang yang ia lakukan karena kaki kirinya cedera.

2.       Membentuk TAP

Kontroversi Kang Emil lainnya muncul ketika dirinya mengeluarkan kebijakan untuk membentuk Tim Akselerasi Pembangunan (TAP). Pembentukan tim yang berisi 19 orang itu menuai kontroversi karena dinilai sebagai upaya bagi-bagi jabatan pada orang-orang terdekatnya.

Pemicunya adalah masuknya nama adik Ridwan Kamil, yakni Elpi Nazmuzzaman menjadi salah satu anggota TAP.

Namun ketika itu Kang Emil berkilah kalau masuknya Elpi dalam TAP karena adiknya itu memiliki kemampuan yang dibutuhkan oleh percepatan pembangunan di Jawa Barat.

3.       Pembangunan Masjid Al Jabbar

Akhir 2022 lalu, Ridwan Kamil meresmikan sebuah masjib nan megah di Kota Bandung, yakni masjid Al Jabbar. Pembangunan masjid yang digadang-gadang sebagai masjid kebanggaan warga Jawa Barat tersebut ternyata tidak terlepas dari sejumlah kritik.

Salah satu kritik yang muncul adalah tingginya biaya pembangunan masjid tersebut hingga Rp1 triliun yang menyedot anggaran provinsi.

Tak hanya biaya pembangunan, biaya pembuatan konten masjid Al Jabbar oleh Pemprov Jabar juga menyedot biaya yang tinggi, yakni Rp16,3 miliar.

Kontributor : Damayanti Kahyangan

Load More