Suara.com - Kasus pelecehan seksual terhadap 17 anak di Kota Jambi kini menemui babak baru. Tersangka yang seorang ibu muda berinisial (NT) ternyata balik melaporkan korban ke Polresta Jambi.
NT dilaporkan membuat laporan ke Polresta Jambi pada Jumat (3/2/2023) pekan lalu. Laporan itu tepat di hari yang sama saat belasan anak dan orang tuanya melaporkan pelaku atas tuduhan pelecehan ke Polda Jambi.
Dalam laporannya, NT mengaku telah diperkosa oleh 8 anak.
"Untuk perkara yang dilaporkan itu Pasal 285. Mengaku diperkosa oleh sejumlah anak," ujar Kanit PPA Satreskrim Polresta Jambi Ipda Chrisvani Saruksuk sebagaimana dilansir sejumlah media lokal di Jambi, Senin (6/2/2023).
Dalam laporannya itu, NT mengaku jadi korban pemerkosaan di rumahnya sendiri. Rumah tersebut juga menjadi TKP dari laporan 17 anak yang mengaku dilecehkan oleh NT.
Kasus yang dilaporkan NT saat ini masih diselidiki unit PPA Polresta Jambi. Sementara NT sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Subdit IV PPA Ditreskrimum Polda Jambi sejak Sabtu (4/2/2023) dini hari, ia juga sudah ditahan.
Korban Pelecehan Bertambah
Kasus yang bikin heboh warga Jambi ini sebelumnya terungkap saat sejumlah korban didampingi orang tua melapor ke Polda Jambi. Mulanya, ada 11 laporan, namun belakangan bertambah jadi 17 laporan dengan 17 korban yang seluruhnya anak di bawah umur antara umur 8 hingga 15 tahun.
Korban mayoritas laki-laki jumlahnya ada 11 anak, namun ada juga korban perempuan berjumlah 6 anak.
Baca Juga: Tampang Mama Muda Pelaku Pelecehan Anak di Jambi, Ditangkap Polisi Malah Bertingkah Aneh
Salah satu orang tua korban berinsial E mengungkapkan, mayoritas korban tinggal di daerah yang sama dengan pelaku yakni di daerah Rawasari, Kota Jambi.
Pelaku sendiri bersama suaminya memiliki usaha rental PS di rumah mereka. Usaha game inilah yang jadi modus pelaku untuk mencabuli belasan anak di rumahnya.
Menurut E, pelaku kerap menyuruh korban anak laki-laki ke kamar. Kemudian memaksa korban untuk memegang payudaranya atau bagian intim lainnya.
Tak hanya itu, pelaku juga memaksa para korbannya menonton film dewasa. Sementara korban anak perempuan selain disuruh menonton film porno, juga dipaksa mengintip pelaku saat berhubungan intim dengan suaminya.
Kata E, korban perempuan sengaja disuruh mengintip karena pintu kamar sengaja sedikit dibuka. Namun aksi pelaku itu disebut tanpa sepengetahuan suaminya.
Lokasi Pelecehan Di Beberapa Tempat
Dari laporan terkini, Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Jambi, Kombes Pol Andri Ananta mengatakan, dari hasil penyelidikan sementara korban bertambah enam orang. Sehingga total ada 17 korban.
Sementara untuk tersangka yakni baru satu orang yakni NT. Penyidik, kata Andri juga menyebut ada penambahan saksi, termasuk suami NT dan ibu mertuanya.
"Suami (dari pelaku) sebagai saksi," kata Andri, Minggu (5/2/2023).
Ia mengungkapkan, dari olah TKP dan keterangan korban, diketahui bahwa lokasi pelecehan masih dalam satu rumah, namun di beberapa tempat. Seperti kamar pribadi, ruang belakang, kamar mandi hingga ruang tamu.
Untuk para korban sendiri disebut mengalami syok dan trauma. Mereka kini mendapat pendampingan dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Provinsi Jambi.
Berita Terkait
-
Diduga Menggunakan Plat Mobil Palsu, Begini Kronologis Kecelakaan Mobil Dinas DPRD Jambi Bersama Penumpang Bugil
-
Tampang Mama Muda Pelaku Pelecehan Anak di Jambi, Ditangkap Polisi Malah Bertingkah Aneh
-
Mama Muda Pelaku Pelecehan Belasan Anak Kerap Ancam Suami Jika Menolak Berhubungan Seks
-
Iming-iming Free Main PS Sejam, Mama Muda Ini Cabuli Kemaluan Belasan Bocah! Korban Juga Diminta Berbuat Ini
-
Jumlah Korban Pelecehan Seksual Ibu Muda di Jambi Jadi 17 Orang, Korban Disuruh Pegang Daerah Terlarang Sampai Puas
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
Terkini
-
Terdampak Krisis Iklim: Bagaimana Panas Ekstrem Membuat Harga Kopi Makin Melejit?
-
Harga Pangan Jakarta Mulai Merangkak Naik di Awal Ramadan
-
KPK Periksa Mantan Wakil Bupati Pati hingga Sejumlah Kepala Desa Terkait Dugaan Pemeresan Sudewo Cs
-
Suami Dwi Sasetyaningtyas Kena Sanksi LPDP, Mahfud MD Bongkar Alasan Ngeri WNI Benci RI
-
Kemenkes Reformasi Skema PPDS, Utamakan Putra Daerah untuk Atasi Krisis Dokter Spesialis
-
Kasus Korupsi Eks Dirjen Kominfo Semuel Abrijani: Apa Alasan Jaksa Menunda Pembacaan Tuntutan?
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Mahfud MD Geram Pernyataan Dwi Sasetyaningtyas Soal Anak WNA, Setuju Sanksi Cabut Beasiswa
-
Jaksa Tetap Tuntut Marcella Santoso 17 Tahun Penjara Terkait Kasus Suap Minyak Goreng
-
Menkes Akui Pendidikan Dokter Spesialis di Indonesia Super Mahal, Sebut di Luar Negeri Justru Digaji