Suara.com - Minyak goreng besutan pemerintah Indonesia yang pertama kali diluncurkan pada tahun 2022, MinyaKita mendadak langka secara merata hampir di seluruh daerah.
Jikapun ada, dijual dengan harga yang jauh lebih tinggi dari harga eceran tertingginya (HET). Menyikapi permasalahan ini Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengeluarkan aturan terbaru beli MinyaKita.
Sebagai informasi, MinyaKita merupakan sebuah merek dagang minyak goreng dari Kemendag yang diluncurkan sejak Juli 2022 lalu oleh Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas).
Produk jenis ini dipasarkan untuk mengatasi permasalahan distribusi dan memberikan pilihan kepada masyarakat saat mereka membeli minyak goreng.
Tak jarang, saat ini pedagang menjual MinyaKita di harga yang melonjak yakni Rp 20.000 per liter. Padahal, berdasarkan peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) no 49 Tahun 2022, minyak goreng rakyat yang terdiri atas minyak curah dan MinyaKita diatur oleh pemerintah dengan HET sebesar Rp 14.000 per liternya.
Aturan Terbaru Beli MinyaKita
Agar masyarakat tak berbondong-bondong membeli hingga memborong Minyakita sehingga menyebabkan kelangkaan di pasaran, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan atau Zulhas mengeluarkan aturan terbaru untuk pembeliannya. Zulkifli menyampaikan bahwa aturan membeli MinyaKita adalah harus menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) saat bertransaksi.
Pembeli juga dibatasi dengan hanya boleh membeli minyak goreng maksimal 5 kilogram. Selain itu, pembeli dilarang keras memborong MinyaKita untuk kemudian dijual kembali.
Zulhas pun mengingatkan kapada para pedagang minyak goreng supaya tidak menjual MinyaKita di hingga yang melampaui HET sebesar Rp 14.000 per liter. Peringatan ini tidak main-main, karena akan ada pengawasan dari Satgas Pangan tentang penjualan Minyakita tersebut.
Baca Juga: Minyak Goreng MinyaKita Banyak di Gudang Tapi Tak Didistribusikan, Gimana Nih Pak Zulhas?
Pasokan MinyaKita Ditambah Jelang Bulan Ramadhan
Untuk dapat mencukupi kebutuhan minyak goreng di pasaran terutama menjelang bulan Ramadhan. Pemerintah dan produse membatasi untuk meningkatkan tambahan pasokan dari kemasan minyak goreng dan juga curah.
"Tambahannya 450 ribu ton per bulan, dari sebelumnya sebesar 300 ribu ton per bulan," kata Zulhas melalui keterangan tertulisnya.
Rencanannya, pasokan MinyaKita akan ditambah menjadi sebanyak 450.000 ton pada periode Februari-April 2023. Selain untuk menekan harga jual, bertambahnya pasokan juga demi mencukupi kebutuhan minyak goreng jelang bulan puasa Ramadhan.
Begitulah aturan terbaru beli MinyaKita. Sebagai pengingat MinyaKita hanya dijual di pasar dan tidak diperjual belikan di supermarket atau toko online.
Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari
Berita Terkait
-
Jangan Lewatkan Promonya, Cek Daftar Harga Minyak Goreng di Minimarket Wilayah Kabupaten Bandung Barat, Kamis 9 Februari 2023
-
Ada Diskon loh, Cek Daftar Harga Minyak Goreng di Minimarket Wilayah Kabupaten Bandung Barat, Kamis 9 Februari 2023
-
Kelangkanaan Minyak Goreng Diyakini Tidak Seperti Tahun 2022
-
Penjualan Online Dilarang, Masyarakat Hanya Bisa Beli MinyaKita di Pasar
-
Minyak Goreng MinyaKita Banyak di Gudang Tapi Tak Didistribusikan, Gimana Nih Pak Zulhas?
Terpopuler
- 5 Sepatu Tanpa Tali 'Kembaran' Skechers Versi Murah, Praktis dan Empuk
- 6 Rekomendasi Sabun Mandi di Alfamart yang Wangi Semerbak dan Antibakteri
- Tembus Pelosok Bumi Tegar Beriman: Pemkab Bogor Tuntaskan Ratusan Kilometer Jalan dari Barat-Timur
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Ahmad Sahroni Resmi Kembali Jabat Pimpinan Komisi III DPR, Gantikan Rusdi Masse
Pilihan
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
-
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
Terkini
-
Evakuasi Mencekam 26 Warga China di Tambang Emas Nabire Pasca Serangan KKB Aibon Kogoya
-
Menbud Fadli Zon: Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Kebudayaan Dunia dan Super Power Megadiversity
-
Polri Bongkar Pola TPPO Berkedok Lowongan Kerja, Korban Dipaksa Bayar untuk Pulang
-
Ratusan Botol Miras Disita Satpol PP Jakarta Utara di Awal Puasa!
-
MKD Sahkan Ahmad Sahroni Kembali Jadi Pimpinan Komisi III DPR: Tak Ada Pelanggaran Prosedur
-
Yusril Tegaskan Bripda MS Harus Diadili Pidana dan Disidang Etik atas Kematian Anak di Tual
-
Wamen HAM Mugiyanto: Oknum Brimob Aniaya Anak Hingga Tewas Pelanggaran HAM
-
Buronan Interpol Rifaldo Aquino Pontoh Aktor TPPO Jaringan Kamboja Ditangkap, Ini Tampangnya
-
Korsleting Listrik Picu Ledakan Kembang Api di Rumah Warga Sleman, 2 Sepeda Motor Hangus
-
Jangan Ada Impunitas di Kasus Tual, KPAI Desak Hukum Berat Pelaku dan Evaluasi Total SOP