- Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, berkomitmen mendukung upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan guru di Indonesia.
- Lalu mengusulkan penghapusan klasterisasi status guru menjadi PNS agar pemerintah mudah merumuskan standar kesejahteraan yang adil.
- Langkah tersebut bertujuan memastikan guru fokus mendidik siswa tanpa terbebani masalah finansial serta ketidakpastian status kerja mereka.
Suara.com - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menegaskan komitmennya untuk terus mendorong peningkatan kesejahteraan guru di Indonesia.
Hal ini disampaikan merespons janji Presiden Prabowo Subianto terkait perbaikan taraf hidup tenaga pendidik sebagai pilar utama kemajuan bangsa.
Ia menekankan, bahwa peran guru sangat krusial bagi masa depan Indonesia, sehingga pemenuhan hak-hak mereka tidak boleh diabaikan.
"Guru memiliki peran strategis dalam mencetak generasi masa depan. Karena itu, kesejahteraan guru harus menjadi perhatian serius negara,” ujar Lalu kepada wartawan, Senin (25/5/2026).
Ketua DPW PKB NTB tersebut menilai, kondisi kesejahteraan guru saat ini masih memprihatinkan dengan gaji yang minim dan ketidakpastian status kerja.
Untuk mengatasi persoalan sistemik ini, ia mendorong pemerintah melakukan langkah radikal, yakni menghapus klasterisasi status guru dan menyatukannya menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Menurutnya, penyatuan status ini akan menjadi kunci bagi pemerintah dalam merumuskan standar kesejahteraan yang lebih adil.
"Status guru harus jelas. Dengan penyatuan status menjadi PNS, pemerintah akan lebih mudah menghitung formula besaran kesejahteraan guru yang ideal dan berkeadilan.”
Legislator dari Dapil NTB II ini menambahkan bahwa kepastian status kerja akan berdampak langsung pada profesionalisme guru di kelas.
Baca Juga: Prabowo Dorong Energi dari Limbah Jagung dan Sawit, Pakar Ingatkan Keseimbangan Pangan
Jika guru bekerja dengan tenang tanpa beban finansial dan ketidakpastian status, maka fokus mendidik siswa akan lebih maksimal.
Sebelumnya, dalam pidato penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027 di Gedung DPR/MPR, Rabu (20/5/2026), Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintahannya untuk memprioritaskan pendidikan melalui kehadiran guru-guru yang kompeten dan sejahtera.
Lalu menyatakan dukungannya terhadap visi Presiden tersebut dan memastikan bahwa Komisi X akan mengawal ketat realisasi kebijakan tersebut agar tidak sekadar menjadi janji di atas kertas.
"Kami di Komisi X DPR RI akan terus mengawal kebijakan pemerintah agar kesejahteraan guru benar-benar menjadi prioritas nasional. Pendidikan yang maju harus dimulai dari penghormatan dan kesejahteraan guru,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
Pleidoi Menohok Noel: Bela Buruh Diperas, Malah Dituduh Memeras
-
Riset: 80 Persen Warga Pesisir Alami Penurunan Pendapatan Akibat Krisis Iklim
-
Muncul di Mabes Polri, Waka BGN Sony Sanjaya Jawab Isu Panas Kena OTT
-
Menyesal Pernah Jadi Wamenaker, Noel Ebenezer: Pedih Sekali Saya Dapat Jabatan Ini
-
Penasihat Hukum Klaim Noel Ebenezer Ada di Waktu dan Tempat yang Salah dalam Kasus K3
-
Tragedi Ebola Kongo: Disangka Virus Hoaks Hingga Kehilangan Seluruh Keluarga
-
Dasco Pimpin Rakor Tingkat Tinggi, Kebut Pembangunan 39 Ribu Huntap untuk Korban Bencana Sumatera
-
Prabowo Dorong Energi dari Limbah Jagung dan Sawit, Pakar Ingatkan Keseimbangan Pangan
-
DPR dan Pemerintah Gelar Rapat Koordinasi, Fokus Percepat Pemulihan Pascabencana Sumatera
-
Persib Bandung Diharapkan Wagub Mampu Mendulang Prestasi di Level Internasional