Suara.com - Verrell Bramasta memutuskan menjajal terjun ke dunia politik dengan bergabung dengan Partai Amanat Nasional (PAN). Keputusannya itu telah dikonfirmasi oleh Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi pada Rabu (8/2/2023).
Melalui akun Instagram PAN, @amanatnasional, terlihat beberapa unggahan video yang menampilkan Verrell Bramasta mengenakan jas biru.
Dalam unggahan tersebut, Verrell terlihat kompak tersenyum bersama Waketum Perempuan Amanat Nasional sekaligus putri Zulkifli Hasan, Futri Zulya Savitri.
Bergabungnya anak Venna Melinda itu sebagai kader partai akan diumumkan secara resmi oleh PAN pada Kamis (9/2/2023). Agenda itu akan digelar di Kantor DPP PAN Jalan Warung Buncit Raya No. 1 A Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan.
Tak hanya itu, perkenalan Verrell Bramasta sebagai kader PAN juga akan dihadiri langsung oleh Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan. Selain itu, hadir pula Waketum Perempuan Amanat Nasional dan anggota DPR Fraksi PAN Eko Hendro Purnomo.
Berkaitan dengan keputusan itu, menarik membahas sumber kekayaan Verrell Bramasta yang terjun dunia politik.
Verrell Bramasta adalah aktor asal Jakarta yang lahir pada 11 September 1996. Ia menempuh pendidikan di Universitas Pelita Harapan, sebelum akhirnya terjun di dunia politik mengikuti jejak sang ibu.
Melihat dari akun Instagram resminya, Verrell Bramasta memiliki beberapa bisnis yang menjadi sumber kekayaannya. Bisnis tersebut yakni sebagai berikut:
VBI Management
Baca Juga: Kejutan! Verrell Bramasta Gabung ke PAN, Siap-siap Lakukan Sesi Perkenalan
VBI Management merupakan perusahaan yang menyediakan jasa social media marketing dan juga merupakan talent management.
Terlihat beberapa aktor turut bergabung yakni Roman Angelo, Caesar Lintang, Baja Alatas, Intan Hermanto, Zaky Lio, Anesya Anggun, Gaby Warouw, Gerryano Devega, Arief Fadhillah, Yasmin OW, Enrique Dustin, Aditya Zoni, dan Athalla Naufal.
Bukan Duit Orang Tua
Bukan Duit Orang Tua merupakan bisnis yang bergerak di bidang mentoring dan self-improvement. Bisnis ini juga membuka kesempatan bagi siapa saja yang tertarik untuk menjadi member melalui link tercantum.
Tempe Mas Bram
Tempe Mas Bram juga menjadi bisnis kuliner Verrell Bramasta yang berupa keripik tempe. Verrell juga membuka reseller atas bisnis ini.
Berita Terkait
-
Kejutan! Verrell Bramasta Gabung ke PAN, Siap-siap Lakukan Sesi Perkenalan
-
Resmi Gabung PAN, Apa Prestasi Verrell Bramasta?
-
515 Ribu Liter Minyakita Ditemukan di Gudang, Satgas Pangan Klaim Bukan Ditimbun
-
Didoakan Netizen Berjodoh dengan Verrell Bramasta, Febby Rastanty : Amin
-
Pemerintah Indonesia Pastikan Bakal Bantu Turki
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
Terkini
-
Kisah Difabel Tuli Perdana Dengar Suara Takbiran: Dulu Duniaku Sangat Sunyi
-
Viral Keluhan Ban Mobil Dikempeskan di Monas, Kadishub DKI: Jangan Parkir di Badan Jalan!
-
Hampir 100 Persen Pengungsi Bencana di Sumatera Tak Lagi di Tenda
-
Kritik KPK, Sahroni Usul Tahanan Rumah Harus Bayar Mahal: Biar Negara Gak Rugi-Rugi Banget
-
Mudik Siswa Sekolah Rakyat, Naila Akhirnya Punya Rumah Baru Layak Huni
-
Tentara Amerika Gali Kuburannya Sendiri Jika Serang Pulau Kharg
-
Dukung Wacana WFH ASN demi Hemat Energi, Komisi II DPR: Tapi Jangan Disalahgunakan untuk Liburan
-
Lebaran Perdana Warga Kampung Nelayan Sejahtera, Kini Tanpa Rasa Cemas
-
Eks Menag Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Mantan Penyidik: KPK Tak Boleh Beri Perlakuan Istimewa
-
Turap Longsor di Kramat Jati, 50 Personel Gabungan Dikerahkan