Suara.com - Ekonom Rizal Ramli turut menyoroti kasus mantan pejabat pajak, Rafael Alun Trisambodo, yang telah mengguncang Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dengan keras. Ia memberikan kritikan tajam saat menggambarkan situasi di Kemenkeu saat ini.
Melalui akun Twitternya, Rizal Ramli menyampaikan pandangannya terkait kasus Rafael Alun dengan menanggapi cuitan Ernest Prakasa. Sebelumnya, Ernest mengaku sangat ngeri melihat satu orang di kementerian bisa memiliki rekening mencapai Rp 500 miliar.
Ia mengomentari pemberitaan terkait Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang memblokir lebih dari 40 rekening milik Rafael Alun dan keluarganya.
Tak main-main, total jumlah rekening yang dimiliki keluarga Rafael diduga menembus angka Rp 500 miliar. Temuan itu membuat Ernest Prakasa merasa ngeri untuk membayangkan, mengingat baru satu oknum yang ditemukan tetapi sanggup mengguncang Kemenkeu.
"Itu baru 1 orang di 1 kementerian. Ngeri ga bayanginnya?" tulis Ernest di Twitter pribadinya, Selasa (7/3/2023).
Cuitan Ernest itu pun langsung dikutip dan di-retweet oleh Rizal Ramli. Ia menyebut bahwa kasus Rafael Alun itu sudah bukan lagi mengerikan, tetapi lebih tepatnya dikatakan sebagai 'kanker stadium 4'.
Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman era Gus Dur ini mengatakan, perlu dilakukan 'operasi' besar-besaran di tubuh pemerintahan saat ini.
"Bukan lagi ngeri Ernest, sudah kanker tahap IV, perlu operasi besar," ujar Rizal Ramli dengan emoji menangis, seperti dikutip Suara.com, Rabu (8/3/2023).
Menurutnya, tidak seharusnya rakyat wajib membayar pajak untuk mendukung praktik korupsi dan gaya hedonisme para pejabat pajak. Hal itu dinilai tidak masuk akal.
Baca Juga: Bukan Rp56 Miliar, PPATK Blokir Rekening Rafael Alun Sebanyak Rp500 Miliar, Warganet Geram
"Kok rakyat wajib pajak subsidi korupsi dan hedonisme pejabat-pejabat pajak! Wolak-walik," tandasnya.
Sebagai informasi, kasus Rafael Alun Trisambodo 'meledak' akibat ulah anaknya, Mario Dandy Satrio, yang melakukan penganiayaan kepada anak petinggi GP Ansor. Aksi brutal Mario Dandy itu membuat korbannya, David, sampai koma dan masih dirawat di ruang ICU lebih dari dua minggu.
Tak cuma penganiayaan, Mario Dandy juga kerap bertingkah arogan dan memamerkah harta ayahnya. Dari sanalah publik mulai mengulik harta kekayaan ayah Mario Dandy yang dinilai tidak wajar sesuai pendapatanya.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Rafael Alun melaporkan harta kekayaan miliknya sebesar Rp 56 miliar. Angka itu tentu sangat mengejutkan, terlebih karena kekayaannya nyaris menyamai Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani yang memiliki harta Rp 58 miliar.
Semakin mencurigakan, jumlah harta Rafael Alun sendiri tidak sesuai dengan gaji dan tunjangannya saat menjabat sebagai pegawai Direktoral Jenderal Pajak (DJP) eselon III.
Kini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan PPATK telah melakukan penyidikan terkait harta kekayaannya. Terlebih, PPATK juga menemukan bukti-bukti yang mengarah ke dugaan pencucian uang.
Berita Terkait
-
Fakta-fakta Transaksi Janggal Rafael Alun Tembus Setengah Triliun, 40 Rekening Keluarga-Kolega Diblokir PPATK
-
Ayah Mario Dandy Ternyata Punya Saham di 6 Perusahaan, Arus Transaksi Mencurigakan?
-
Rafael Alun Trisambodo Dipecat Sri Mulyani dari ASN, Ada Kemungkinan Jadi Tersangka?
-
MEREMBET! KPK sampai Lakukan Ini kepada Rafael Alun Trisambodo Ayah Mario Dandy
-
Kocak! Kumpulan Judul Film versi Netizen di Kasus Rafael Alun: Siksa Pajak atau Rubicon Pembawa Petaka
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123
-
BRI dan Kementerian UMKM Perkuat Pembiayaan KUR, Dorong UMKM Bandung Naik Kelas