Suara.com - Beredar sebuah isu di mana Menteri Keuangan Sri Mulyani tengah membongkar praktik suap yang dilakukan oleh eks Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Suap itu dilakukan Anies kepada Ketua KPK Firli Bahuri.
Isu itu dihembuskan oleh sebuah akun YouTube dengan nama Benteng Istana. Akun tersebut mengunggah sebuah video dengan judul '1 Kasus 3 Triliun, Sri Mulyani Bongkar Transaksi Suap Menyuap Anies & Firli Bahuri'.
Pada cover video, terdapat gambar seolah Sri Mulyani sedang menghadap Presiden Joko Widodo dengan Anies dan Firli dikawal aparat kepolisian. Di dalam gambar juga terdapat tumpukan uang yang seolah menjadi barang bukti.
Benarkah isu tersebut?
Isu itu langsung dibantah oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri memastikan kalau isu itu berita bohong alias hoaks.
"Dalam Informasi yang diunggah melalui media sosial YouTube mengutip pernyataan berbagai tokoh secara tidak utuh kemudian menambahkan narasi yang memuat Informasi hoaks atau tidak benar," kata Ali lewat keterangannya, Rabu (8/7/2023).
KPK juga meminta kepada masyarakat untuk berhati-hati setiap menerima informasi di internet.
"Kepada masyarakat untuk selalu waspada dan hati-hati dengan berbagai modus penipuan dan penyebaran Informasi hoaks khususnya yang mencatut nama KPK," kata Ali.
Selain itu, masyarakat diminta untuk melapor ke aparat penegak hukum ketika menemukan informasi bohong atau menyesatkan.
Baca Juga: Senasib Eko Darmanto, Kepala Kantor Bea Cukai Makassar Dipanggil KPK Gegara Pamer Hidup Mewah
"Bagi yang mengetahui adanya modus-modus kejahatan tersebut, untuk segera melaporkannya kepada KPK ataupun Aparat Penegak Hukum lainnya agar bisa segera ditindak lanjuti," imbau Ali.
"Masyarakat dapat menyampaikan laporannya melalui email pengaduan@kpk.go.id atau call centre KPK 198," sambungnya.
Kesimpulan
Isu yang diunggah oleh akun YouTube Benteng Istana dipastikan tidak benar alias hoaks. Narasi Firli Bahuri menerima suap dari Anies sudah dibantah oleh KPK.
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Eksekusi Ferdy Sambo Dipercepat? Telusuri Penjelasannya
-
39 Pejabat Kemenkeu Rangkap Jabatan Bikin Rapor Sri Mulyani Buruk, Rocky Gerung: Jokowi Larang Pamer tapi Boleh Korupsi
-
CEK FAKTA: Ferdy Sambo Dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Gegara Stress Tak Ada yang Jenguk, Benarkah?
-
CEK FAKTA: Viral Video Syur 45 Detik Amanda Manopo, Benarkah?
-
CEK FAKTA: Sarwendah - Betrand Peto Tepergok Begituan di Ranjang, Sudah Lepas BH dan Celana Dalam, Benarkah?
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
Terkini
-
Main Mata Nilai Pajak, Oknum Pegawai DJP Tak Berkutik Terjaring OTT KPK
-
LBHM Beri 4 Catatan 'Pedas' untuk Indonesia yang Baru Saja Jadi Presiden Dewan HAM PBB
-
Nasib Pandji Pragiwaksono di Tangan Polisi, Penyelidik Mulai Analisis Barang Bukti Materi Mens Rea
-
Aksi Ekstrem Pasutri Pakistan di Soetta: Sembunyikan 1,6 Kg Sabu di Lambung dan Usus
-
Kasus Isu Ijazah Palsu Jokowi, PSI Desak Polisi Segera Tahan Roy Suryo Cs
-
60 Ton Sampah Menggunung, Pemprov DKI Janji Pasar Induk Kramat Jati Bersih dalam 5 Hari
-
Sinyal Bahaya Demokrasi, Lakso Anindito Sebut KUHP Baru Berpotensi Hidupkan Rezim Otoritarian Orba
-
KPK Sempat Terbelah dan Ragu Jadikan Yaqut Tersangka Korupsi Haji?
-
Lakso Anindito Prediksi Gelombang Praperadilan Koruptor Akibat KUHP Baru
-
Rumah Yaqut 'Dikepung' Aparat, Tamu Diperiksa Ketat Usai Jadi Tersangka Korupsi Haji