Suara.com - Aksi hedonisme yang ditampilkan oleh pejabat publik dan keluarganya mulai dibongkar di media sosial. Tidak sedikit pejabat publik yang mulai terendus memiliki harta kekayaan tak wajar.
Fenomena itu dimulai dari munculnya kasus penganiyaan David Ozora yang dilakukan oleh Mario Dandy. Dandy merupakan putra dari eks pejabat pajak Rafael Alun Trisambodo.
Gaya hidup mewah Dandy diperlihatkan di akun media sosial. Gara-gara itu, terbongkar harta kekayaan Rafael mencapai sekitar Rp 56 miliar.
Bukan hanya Rafael, pejabat Bea Cukai Yogyakarta, Eko Darmanto jadi ikut terseret. Barang-barang mewah yang ia miliki dipamerkan di media sosial pribadinya.
Setelah ditelusuri, Eko memiliki kekayaan mencapai Rp 6,72 miliar. Namun, hal rancu terungkap ketika Eko kedapatan memiliki utang senilai Rp 9 miliar.
Selanjutnya ialah Kepala Bea Cukai Makassar Andhi Pramono. Menurut kabar yang beredar di media sosial, Andhi memiliki rumah mewah bak istana di kawasan Cibubur.
Lalu, puterinya juga tengah disorot lantaran menggunakan pakaian dari brand mewah.
Presiden Joko Widodo atau Jokowi sempat mengomentari soal gaya hidup mewah pejabat publik. Ia memerintahkan seluruh menteri dan kepala lembaga untuk mengingatkan jajarannya tidak menampilkan kemewahan yang hanya membuat masyarakat merasakah sakit hati.
Tak lama dari itu, baik dari kementerian hingga lembaga membuat surat pengumuman yang mengimbau seluruh pegawainya untuk tidak menunjukkan kemewahan.
Baca Juga: Gaya Busana Mewah Anak Kepala Bea Cukai Makassar Disorot, Diduga Asetnya Tak Wajar: Korek Terus!
Semisal saja PT PLN yang membuat surat edaran bernomor 12743/SDM.12.06/FO1000000/2023 yang dibuat pada 2 Maret 2023.
Surat itu diunggah oleh pemilik akun Twitter @PartaiSocmed pada Jumat (10/3/2023).
"Giliran PLN yang tiarap," cuitnya.
Isi surat memuat perihal kewajiban menjaga citra perusahaan PLN Group.
Dalam surat tersebut, seluruh pegawai PLN Group diminta untuk tidak melakukan dan menghindari kegiatan sosial yang dapat menimbulkan persepsi negatif masyarakat kepada PLN dan atau menimbulkan kecurigaan sumber kekayaan pegawai.
Seluruh pegawai PLN juga diminta untuk tidak memperlihatkan gaya hidup mewah dan atau kepemilikan barang mewah ke media sosial.
Tag
Berita Terkait
-
Tegas! Hotman Paris Minta David Tempuh Dua Upaya Hukum Kepada Mario Dandy dan Pelaku Lain: Gugat Ganti Rugi Sebesar-besarnya!
-
RAT Simpan Uang Asing di Safe Deposit Box Bank BUMN, Diduga Capai Puluhan Miliar
-
Viral Istri Kepala BPN Jaktim Sudarman Harja Saputra Hobi Pamer Liburan ke Luar Negeri, Akun IG Auto Hilang
-
LHKPN Milik Eko Darmanto Masuk Kategori Outlier, Apa Artinya?
-
Anak Pejabat Petantang-petenteng Kemewahan saat Ekonomi Sulit, Anis Buka Suara
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Viral Keluhan Ban Mobil Dikempeskan di Monas, Kadishub DKI: Jangan Parkir di Badan Jalan!
-
Hampir 100 Persen Pengungsi Bencana di Sumatera Tak Lagi di Tenda
-
Kritik KPK, Sahroni Usul Tahanan Rumah Harus Bayar Mahal: Biar Negara Gak Rugi-Rugi Banget
-
Mudik Siswa Sekolah Rakyat, Naila Akhirnya Punya Rumah Baru Layak Huni
-
Tentara Amerika Gali Kuburannya Sendiri Jika Serang Pulau Kharg
-
Dukung Wacana WFH ASN demi Hemat Energi, Komisi II DPR: Tapi Jangan Disalahgunakan untuk Liburan
-
Lebaran Perdana Warga Kampung Nelayan Sejahtera, Kini Tanpa Rasa Cemas
-
Eks Menag Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Mantan Penyidik: KPK Tak Boleh Beri Perlakuan Istimewa
-
Turap Longsor di Kramat Jati, 50 Personel Gabungan Dikerahkan
-
Tentara Amerika Mulai Protes Disuruh Hancurkan Iran, Tak Sudi Mati Demi Israel