Suara.com - Seorang pria berinisial MQ ditangkap tim gabungan Pusat Polisi Militer Angkatan Laut (Puspomal), bersama Pomal Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) III, Kamis (9/3/2023). Ia ditangkap karena berlaku sebagai anggota TNI AL gadungan.
Sebelum ditangkap, foto MQ mengenakan seragam TNI AL berpangkat Letkol beredar di media sosial. Melalui hasil pendalaman, MQ diketahui merupakan warga di daerah Desa Sukamanah Kecamatan Rajeg Kabupaten Tangerang.
"Sesampainya di daerah Rajeg, tim kemudian berkoordinasi dengan Polsek Rajeg perihal pencarian orang yang diduga merupakan oknum TNI Gadungan, selanjutnya bersama dengan pihak Kepolisian menuju rumah Kades Desa Sukamanah untuk mengetahui keberadaan pelaku tersebut," kata Danpuspomal Mayjen TNI (Mar) I Made Wahyu Santoso melalui keterangan tertulisnya dikutip Senin (13/3/2023).
Dengan adanya informasi tersebut, tim gabungan langsung menuju lokasi rumah yang diduga menjadi kediaman terduga pelaku. Di rumah itu, tim gabungan bertemu dengan istri QM berinisial M.
Setelah dilaksanakan penggeledahan di dalam rumah tersebut, ditemukan beberapa atribut TNI lengkap dengan perlengkapannya seperti tanda pangkat, tanda jasa, brivet, tutup kepala, sepatu militer dan tas loreng. Selanjutnya tim menyampaikan kepada M agar menghubungi MQ untuk pulang dan bertemu dengan petugas dari Puspomal.
Atas bantuan dari M sekitar pukul 13.00 WIB, saudara MQ menyanggupi kembali dan bertemu di kantor Koramil Rajeg, selanjutnya tim bergerak untuk menjemput dan membawa MQ dan didampingi istrinya ke Mako Puspomal Kelapa Gading untuk dilakukan pendalaman.
I Made Wahyu Santoso mengungkapkan kalau kasus TNI gadungan seringkali terjadi. Ia meminta kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dan lebih awas untuk membedakan mana prajurit yang asli atau palsu.
"Sebagai antisipasi dampak yang berpotensi meresahkan masyarakat, karena sering terjadi tindak penipuan untuk mendapatkan keuntungan pribadi yang dilakukan oleh oknum TNI gadungan."
Baca Juga: Cek Fakta, Panglima TNI Yudo Margono Perintahkan TNI Kuasai Wuhan, Lab Senjata China Dibakar
Berita Terkait
-
Aksi Perampokan Bersenjata di ATM Panin Bank Pekanbaru Diduga Libatkan 2 Oknum TNI, Apa Kata Danrem Wirabima
-
Terungkap, Dua Oknum TNI Terlibat Perampokan Bersenjata Api di ATM Pekanbaru
-
Diduga Idap Gangguan Waham, Qomarudin Beli Seragam TNI di Online buat Nyamar jadi Letkol
-
CEK FAKTA : Ribuan Purnawirawan TNI dan Polri Siap Dukung Anies Baswedan di Pilpres 2024? Begini Penjelasannya
-
Cek Fakta, TNI Perang dengan Pentagon, Wuhan Jadi Lautan Api
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei
-
Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik
-
Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan
-
Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia
-
Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil
-
Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan
-
Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time
-
Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu
-
Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini
-
Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya