Suara.com - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman mengaku tak bisa berkomentar banyak soal Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) yang akan menggelar sidang pembacaan putusan perihal dugaan pengubahan putusan MK.
"Kami belum bisa memberikan komen dan kami memang tidak boleh mengintervensi apa yang dilakukan Majelis Kehormatan MK," kata Anwar di Gedung MK, Jakarta Pusat, Senin (20/3/2023).
Lebih lanjut, adik ipar Presiden Joko Widodo itu juga mengaku tidak membangun komunikasi apa pun dengan MKMK selain ketika dimintai keterangan.
Anwar Usman mengatakan pihaknya akan menjalankan apa pun keputusan yang akan disampaikan MKMK hari ini.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua MK Saldi Adri mengatakan sembilan Mahkamah Konstitusi telah membentuk MKMK dan mereka akan menerima konsekuensi dari keputusan itu.
"Konsekuensinya, kami juga akan hormati dan patuhi apa yang diputuskan MKMK sore hari ini," ucap Saldi.
Diketahui, MKMK menggelar sidang menggelar sidang pleno pengucapan putusan perihal dugaan pengubahan putusan MK.
Sebelumnya, MKMK telah menyelesaikan serangkaian pemeriksaan dugaan pelanggaran kode etik dan perilaku hakim konstitusi mengenai dugaan pengubahan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 103/PUU-XX/2022 tentang Pengujian UU MK, yang berkaitan dengan pencopotan atau pemberhentian mantan hakim konstitusi Aswanto.
Baca Juga: Adik Iparnya Kembali Jabat Ketua MK, Begini Anwar Usman Ucap Sumpah Jabatan di Depan Jokowi
Berita Terkait
-
Adik Iparnya Kembali Jabat Ketua MK, Begini Anwar Usman Ucap Sumpah Jabatan di Depan Jokowi
-
Duduk di Kursi Paling Depan, Jokowi Hadiri Pengucapan Sumpah Adik Iparnya yang Kembali jadi Ketua MK
-
Hari Ini MKMK Bacakan Putusan Perkara 'Sulap Putusan' Pencopotan Hakim Aswanto
-
Sepak Terjang Saldi Isra, Wakil Ketua MK Terpilih yang Dampingi Ipar Jokowi
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara