Suara.com - Harta kekayaan calon Hakim Agung Khusus Pajak, Triyono Martanto, mengalami peningkatan yang signifikan dalam kurun waktu setahun. Pria yang tengah menajdi sorotan ini memiliki kekayaan sebesar Rp 51 miliar.
Merujuk pada LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggaran Negara) milik Triyono yang diakses Suara.com dari elhkpn.kpk.go.id pada Sabtu (25/3/2023), tercatat dia memiliki kekayaan sebesar Rp 19.806.171.625 atau Rp 19 miliar pada 2020.
Kekayaan itu terdiri atas tanah dan bangunan senilai Rp 4.838.909.000, alat transportasi dan mesin senilai Rp 4.838.909.000, serta harta bergerak lainnya senilai Rp 454.120.303.
Kemudian memiliki surat berharga senilai Rp 100.000.000, kas dan setara kas 13.745.142.322, dan tercatat Triyono tidak memiliki utang sama sekali.
Pada 2021 kekayaan Triyono mengalami peningkatan drastis dari sebelumnya Rp 19 miliar menjadi Rp 51.202.526.173 atau Rp 51 miliar.
Kekayaan itu terdiri dari tanah dan bangunan senilai Rp 4.838.909.000, alat transportasi dan mesin Rp 668.000.000, serta harta bergerak lainya 506.872.303.
Kemudian surat berharga senilai Rp 13.193.220.232, kas dan setara kas 31.995.524.638, dan tercatat Triyono tidak memiliki utang juga pada 2021.
Triyono adalah salah calon Hakim Agung Kamar Tata Usaha Negara Khusus Pajak pada Mahkamah Agung. Dia selanjutnya bakal menjalani proses uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test di DPR RI pada Selasa (28/3/2023).
Baca Juga: 4 Kontroversi Hendi Prio Santoso, Tunjuk Diri Jadi Komisaris BUMN Hingga Ogah Lapor LHKPN
Berita Terkait
-
Deretan Kontroversi Calon Hakim Agung Triyono Martanto: Punya Harta Fantastis, Bikin Makalah Plagiat
-
Pegawai Pajak di Kabupaten Bantaeng Punya Harta Rp98,3 Miliar, Begini Respon Kantor Pajak Sulawesi Selatan
-
Hartanya Capai Rp 51 M, Calon Hakim Agung Khusus Pajak Ini Punya Rekening Gendut
-
4 Kontroversi Hendi Prio Santoso, Tunjuk Diri Jadi Komisaris BUMN Hingga Ogah Lapor LHKPN
-
Deretan Pejabat yang Bolos Melapor Harta Kekayaan di LHKPN, Ada yang sampai 6 Tahun Absen
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Wajah Baru Halte Patra Kuningan 2 Ternoda Vandalisme, Begini Respons Transjakarta
-
Kasus Penyekapan di Bandung Harus Dijerat Pasal Berlapis, Fokus pada Dampak Korban
-
KPK Dalami Penghasilan Maruf Cahyono di Kasus Dugaan Gratifikasi Pengadaan MPR
-
Gaya Jokowi Berbaju PSI, Mulai Blusukan Tiga Hari di Lampung
-
OTW Lampung Pakai Outfit 'Gajah', PSI Tegaskan Jokowi Tak Lagi di Partai Lama
-
Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan
-
Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan