News / Nasional
Selasa, 04 April 2023 | 19:57 WIB
Sekitar 76 Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) telah tinggal di Rusun Sentra Mulyajaya, Bambu Apus, Jakarta Timur, Selasa (4/4/2023). (Suara.com/Faqih)

Suara.com - Rasa gembira terpancar dari penghuni baru Rusun Sentra Mulyajaya, Bambu Apus, Jakarta Timur, pada Selasa (4/4/2023). Sekitar 76 Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) hari ini sudah bisa tinggal di sana.

Salah seorang penghuni tersebut bernama Dimas Vandira Basuki (33), warga asal Magelang, Jawa Tengah. Dimas menjadi penghuni rusun setelah tidak punya pekerjaan tetap usai tertipu tawaran bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia di Kamboja.

Kejadian bermula, saat Dimas yang sebelumnya bekerja sebagai distributor di Yogyakarta tergiur dengan tawaran kerja di luar negeri.

Saat itu penawaran datang kepada Dimas dengan dengan iming-iming bakal dipekerjakan sebagai admin sebuah perusahaan di Jerman dengan gaji Rp 30 juta per bulan. Namun ia diminta untuk membayar uang di awal senilai Rp 55 juta apabila ingin bekerja di sana.

“Karena waktu itu mau ke kuar negeri cukup sulit akibat covid. Jadi harus menggunakan jalur VVIP, makanya biayanya besar,” kata Dimas di Rusun Sentra Mulyajaya, Selasa.

Dimas kemudian memutar otak untuk mengumpulkan uang tersebut, salah satu cara tercepatnya adalah menggadaikan sertifikat rumah milik orangtua istrinya. Namun apes dirinya tidak kunjung berangkat ke Jerman setelah puluhan juta disetorkan.

Meski demikian, Dimas mengaku sudah sempat berangkat ke luar negeri. Namun baru sampai Turki, dirinya sudah dideportasi.

Setelah dipulangkan ke tanah air dan merasa tertipu, Dimas melakukan protes ke agen perjalanan. Agen tersebut kemudian mengirimnya ke luar negeri. Namun bukan ke Jerman sesuai janji di awal, dia beserta istrinya, Sanaah (36) malah diberangkatkan ke Kamboja.

Saat itu Dimas dan Sanaah dijanjiakan sebagai admin dalam sebuah perusahaan. Namun sesampainya di sana mereka malah dijadikan orang yang bekerja untuk kejahatan.

Baca Juga: Ribuan PPKS Terjaring Razia Jelang Ramadhan, Kasatpol PP DKI Klaim Jumlahnya Mulai Menurun

“Sampai di sana saya malah dijadikan skimmer, orang yang melakukan penipuan secara online,” katanya.

Tidak nyaman dengan pekerjaan di luar negeri, Dimas dan istrinya akhirnya berhasil lolos dari jerat kejahatan yang menjadikannya sebagai budak kejahatan tersebut.

Sesampainya di Indonesia, Dimas terluntang lantung di penampungan, mau pulang ke kampung pun malu lantaran masih memiliki hutang yang menunpuk akibat menggadaikan rumah mertua.

Hingga akhirnya, Dimas mengikuti program prioritas untuk para Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS). Istrinya pun mendapatkan pelatihan memasak, dan diberikan tempat usaha di Sentra Mulyajaya di wilayah Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Dimas juga mendapat tempat hunian yang lebih layak dibandingkan tempat penampungan, setelah melalui proses wawancara assesment.

“Kalau di sini meski kecil ya lebih terasa Home. Bila dibandingkan tempat pengungsian,” katanya.

Load More