Suara.com - Rasa gembira terpancar dari penghuni baru Rusun Sentra Mulyajaya, Bambu Apus, Jakarta Timur, pada Selasa (4/4/2023). Sekitar 76 Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) hari ini sudah bisa tinggal di sana.
Salah seorang penghuni tersebut bernama Dimas Vandira Basuki (33), warga asal Magelang, Jawa Tengah. Dimas menjadi penghuni rusun setelah tidak punya pekerjaan tetap usai tertipu tawaran bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia di Kamboja.
Kejadian bermula, saat Dimas yang sebelumnya bekerja sebagai distributor di Yogyakarta tergiur dengan tawaran kerja di luar negeri.
Saat itu penawaran datang kepada Dimas dengan dengan iming-iming bakal dipekerjakan sebagai admin sebuah perusahaan di Jerman dengan gaji Rp 30 juta per bulan. Namun ia diminta untuk membayar uang di awal senilai Rp 55 juta apabila ingin bekerja di sana.
“Karena waktu itu mau ke kuar negeri cukup sulit akibat covid. Jadi harus menggunakan jalur VVIP, makanya biayanya besar,” kata Dimas di Rusun Sentra Mulyajaya, Selasa.
Dimas kemudian memutar otak untuk mengumpulkan uang tersebut, salah satu cara tercepatnya adalah menggadaikan sertifikat rumah milik orangtua istrinya. Namun apes dirinya tidak kunjung berangkat ke Jerman setelah puluhan juta disetorkan.
Meski demikian, Dimas mengaku sudah sempat berangkat ke luar negeri. Namun baru sampai Turki, dirinya sudah dideportasi.
Setelah dipulangkan ke tanah air dan merasa tertipu, Dimas melakukan protes ke agen perjalanan. Agen tersebut kemudian mengirimnya ke luar negeri. Namun bukan ke Jerman sesuai janji di awal, dia beserta istrinya, Sanaah (36) malah diberangkatkan ke Kamboja.
Saat itu Dimas dan Sanaah dijanjiakan sebagai admin dalam sebuah perusahaan. Namun sesampainya di sana mereka malah dijadikan orang yang bekerja untuk kejahatan.
Baca Juga: Ribuan PPKS Terjaring Razia Jelang Ramadhan, Kasatpol PP DKI Klaim Jumlahnya Mulai Menurun
“Sampai di sana saya malah dijadikan skimmer, orang yang melakukan penipuan secara online,” katanya.
Tidak nyaman dengan pekerjaan di luar negeri, Dimas dan istrinya akhirnya berhasil lolos dari jerat kejahatan yang menjadikannya sebagai budak kejahatan tersebut.
Sesampainya di Indonesia, Dimas terluntang lantung di penampungan, mau pulang ke kampung pun malu lantaran masih memiliki hutang yang menunpuk akibat menggadaikan rumah mertua.
Hingga akhirnya, Dimas mengikuti program prioritas untuk para Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS). Istrinya pun mendapatkan pelatihan memasak, dan diberikan tempat usaha di Sentra Mulyajaya di wilayah Pasar Rebo, Jakarta Timur.
Dimas juga mendapat tempat hunian yang lebih layak dibandingkan tempat penampungan, setelah melalui proses wawancara assesment.
“Kalau di sini meski kecil ya lebih terasa Home. Bila dibandingkan tempat pengungsian,” katanya.
Berita Terkait
-
Sewa Rp 10 Ribu per Bulan, Pemulung hingga Manusia Silver Bakal Tempati Rusun Sentra Mulyajaya di Jaktim
-
3 Karakter Pahlawan Anime yang Bersikap seperti Penjahat, Jangan Ditiru!
-
Pemerintah Hadir untuk Meningkatkan Hunian bagi Masyarakat PPKS
-
Ribuan PPKS Terjaring Razia Jelang Ramadhan, Kasatpol PP DKI Klaim Jumlahnya Mulai Menurun
-
Klaim Gencarkan Patroli PPKS di Bulan Ramadhan, Kasatpol PP DKI: Pengemis dan Gelandangan Jadi Sasaran
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kemensos Bentuk Tim Khusus untuk Mendalami Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat
-
Kutuk Aksi Cabul Ashari di Ponpes Pati, Gus Ipul: Jangan Jadikan Pesantren Kedok!
-
Soroti Kasus Kiai Cabul di Pati, KSP Dudung: Lindungi Korban, Tindak Tegas Pelakunya!
-
Prabowo 'Pamer' Proyek 100 GW Surya RI di ASEAN, Ingatkan Ancaman Krisis Energi
-
Cegah Kelelahan dan Dominasi Elit, Titi Anggraini Desak Pemisahan Pemilu Nasional-Daerah
-
Kepala Daerah dan PPPK Tak Perlu Khawatir, Pelaksanaan Pasal 146 UU HKPD Akan Diatur Melalui UU APBN
-
Prabowo di KTT ASEAN: Dunia Sedang Genting, BIMP-EAGA Harus Lebih Adaptif dan Berdampak
-
Dari Jombang hingga Pati: Mengapa Ponpes Terus Menjadi Titik Merah Predator Seks?
-
Sesumbar Donald Trump Usai 3 Kapal Perang AS Dibombardir Iran di Selat Hormuz
-
Skenario Jahat Zionis Israel Terkuak! Ciptakan Krisis Malnutrisi di Gaza