Suara.com - Anak buah Menteri Keuangan angkat bicara terkait curhatan Soimah yang diperlakukan seperti maling dan koruptor ketika berurusan dengan petugas pajak. Baru-baru ini curhatan Soimah terkait petugas pajak yang mengukur pendopo miliknya padahal belum selesai dibangun memang viral.
Bahkan petugas pajak datang bersama debt collector di rumah Soimah yang ada di Yogyakarta. Simak penjelasan anak buah Sri Mulyani soal curhatan Soimah mengenai petugas pajak berikut ini.
Sebut debt collector itu adalah JSPN
Juru Bicara Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Yustinus Prastowo mengatakan debt collector yang ikut mengecek pendopo Tulungo di Yogyakarta milik Soimah adalah Juru Sita Pajak Negara (JSPN).
Prastowo mengatakan, petugas itu dibekali surat tugas dan perintah yang jelas yakni menagih tunggakan pajak wajib pajak.
"Bagi JSPN, tak sulit untuk menagih tunggakan pajak tanpa harus marah-marah," kata Prastowo dalam keterangannya pada Sabtu (8/4/2023).
Prastowo menyebut juru sita pajak itu dapat menerbitkan Surat Paksa, Surat Perintah Melakukan Penyitaan, memblokir rekening. Setelah hal itu dilakukan, juru sita dapat melelang aset atau memindahkan saldo rekening ke kas negara.
Harga pendopo Soimah bukan Rp 50 miliar
Prastowo juga menegaskan petugas pajak yang melakukan pengecekan pendopo milik Soimah itu tidak asal-asalan. Rumah Soimah ditaksir senilai Rp 4,7 miliar, bukan Rp 50 miliar seperti yang disebutkan sang sinden itu dalam obrolan di YouTube yang viral.
Baca Juga: Soimah Diteror Oknum Pajak, Datang ke Rumah Bawa Debt Collector: Masuk Rumah Tanpa Kulonuwun!
"Kesimpulan dan rekomendasi petugas pajak (yang mengukur) bahkan belum dilakukan tindak lanjut. Artinya PPN terutang 2 persen dari Rp 4,7 M sama sekali belum ditagihkan," jelas Prastowo.
Petugas pajak dianggap normal ukur-ukur pendopo
Selain itu Prastowo mengatakan pengukuran yang dilakukan petugas pajak pada pendopo milik Soimah itu sudah sesuai prosedur. Hasil pengecekannya, Soimah adalah wajib pajak yang tidak memiliki tunggakan.
Sehingga dapat dikatakan bahwa petugas pajak yang datang ke rumah Soimah bukan debt collector, melainkan untuk mengecek pendopo.
"Soimah sendiri tidak pernah diperiksa kantor pajak dan tercatat tak ada utang pajak, lalu buat apa didatangi sambil membawa debt collector?" jelas Prastowo membantah.
Kedatangan debt collector normal
Berita Terkait
-
Soimah Diteror Oknum Pajak, Datang ke Rumah Bawa Debt Collector: Masuk Rumah Tanpa Kulonuwun!
-
Profil Soimah, Artis yang Curhat Soal Perlakuan Petugas Pajak yang Kurang Menyenangkan
-
Soimah Bongkar Kelakukan Petuga Pajak : Saya Diperlakukan Seperti Bajingan
-
Digerebek Petugas Pajak, Soimah: Saya Maling!
-
Sebut Menkeu Memalukan, Ini Profil dan Pendidikan Yenti Garnasih
Terpopuler
- 3 Mobil Bekas 60 Jutaan Kapasitas Penumpang di Atas Innova, Keluarga Pasti Suka!
- 5 Sepatu Lokal Senyaman Skechers, Tanpa Tali untuk Jalan Kaki Lansia
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- Cek Fakta: Viral Ferdy Sambo Ditemukan Meninggal di Penjara, Benarkah?
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
Pilihan
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
-
Daftar Saham IPO Paling Boncos di 2025
Terkini
-
Pupuk Bersubsidi Langsung Bergerak di Tahun Baru, 147 Transaksi Terjadi dalam 16 Menit
-
Prabowo Jawab Kritikan: Menteri Datang Salah, Tak Datang Dibilang Tak Peduli
-
KPK Ungkap Laporan Gratifikasi 2025 Capai Rp16,40 Miliar
-
Begini Kondisi Hunian Danantara di Aceh yang Ditinjau Prabowo: Ada WiFi Gratis, Target 15 Ribu Unit
-
Malioboro Ramai saat Libur Nataru Tapi Pendapatan Sopir Andong Jauh Menurun dari Sebelum Covid
-
Prabowo: Pejabat Turun Dinyinyiri, Tak Turun Disalahkan, Kami Siap Dihujat
-
Prabowo Soal Bantuan Bencana: Pemerintah Terbuka, Asal Tulus dan Jelas Mekanismenya
-
Palak Pedagang Pakai Sajam, Dua Preman 'Penguasa' BKT Diringkus Polisi
-
Mendagri Tito Dampingi Presiden Tinjau Progres Pembangunan Infrastruktur di Tapanuli Selatan
-
Hadapi 7.426 Kasus Narkoba, Pemprov DKI Siapkan Tiga Strategi Utama di 2026