News / Metropolitan
Selasa, 26 Mei 2026 | 17:15 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno di Rumah Potong Hewan (RPH) Perumda Dharma Jaya, Penggilingan, Jakarta Timur, pada Selasa (26/5/2026). (Dok. Pemprov DKI)
Baca 10 detik
  • Pemprov DKI Jakarta menyiapkan 68 ribu hewan kurban untuk disembelih di 892 lokasi selama Iduladha 1447 Hijriah.
  • Sebanyak 744 petugas dikerahkan untuk memastikan kesehatan hewan dan kehalalan daging di seluruh wilayah Jakarta hingga Kepulauan Seribu.
  • Pemeriksaan kesehatan hewan dilakukan dua tahap serta pengelolaan limbah diawasi ketat untuk mencegah penyebaran penyakit berbahaya bagi masyarakat.

Suara.com - Sekitar 68 ribu hewan kurban akan disembelih di seluruh wilayah Jakarta dalam tiga hari pelaksanaan Iduladha 1447 Hijriah.

Lonjakan aktivitas penyembelihan itu mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menerjunkan 744 petugas pemeriksa kesehatan hewan dan juru sembelih halal ke 892 titik pemotongan yang tersebar dari daratan hingga Kepulauan Seribu.

Total 744 petugas yang diterjunkan terdiri atas 424 personel Dinas KPKP, 62 dokter hewan dari Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia Cabang Jakarta, 208 personel Fakultas Kedokteran Hewan dan Biomedis IPB University, serta 50 anggota Pramuka.

Pelepasan petugas dilakukan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno di Rumah Potong Hewan (RPH) Perumda Dharma Jaya, Penggilingan, Jakarta Timur, pada Selasa (26/5/2026).

"Menjelang Iduladha, aktivitas distribusi, penjualan, penampungan, hingga pemotongan hewan kurban di Jakarta meningkat. Ini luar biasa, sehingga pengawasannya harus jauh lebih ketat," ujarnya.

Seluruh hewan kurban diperiksa dua kali, sebelum penyembelihan dan setelah pemotongan, guna memastikan daging yang diterima masyarakat memenuhi prinsip ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Hasudungan Sidabalok menyebut pihaknya telah memeriksa 458 sampel darah hewan kurban serta sampel tanah di lokasi penjualan untuk menangkal ancaman antraks dan penyakit berbahaya lainnya.

"Kami memastikan seluruh hewan yang masuk ke Jakarta bebas dari penyakit zoonosis seperti antraks, penyakit mulut dan kuku, orf, dan penyakit lainnya," urainya.

Pengawasan juga menjangkau pengelolaan limbah pascapenyembelihan agar darah dan organ hewan tidak mencemari saluran air dan sungai.

Baca Juga: Pramono Wukuf di Arafah, Wagub Rano Karno Pimpin Jakarta Rayakan Idul Adha

"Biasanya setelah penyembelihan dibuat lubang untuk menampung darah. Untuk limbah organ hewan umumnya dikubur di tempat pembuangan limbah. Pengawasan pasti ada," jelas Rano.

Tahun ini, Pemprov DKI sendiri menyalurkan lebih banyak hewan kurban dibanding sebelumnya, yakni 210 ekor sapi dan 10 kambing, naik dari 160 ekor sapi pada tahun lalu.

"Rinciannya, 160 sapi dari BUMD, 44 sapi dari Baznas Bazis, serta 6 sapi dari HIPMI," pungkas Rano.

Load More