Suara.com - Kejadian gempa di Mentawai tadi pagi, 25 April 2023 bukanlah yang pertama kali terjadi. BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) mencatat, gempa di Mentawai pernah terjadi tepatnya pada 10 Februari 1797. Lantas seperti apa kisah sejarah gempa Mentawai sebelum kejadian gempa pagi ini?
Sekitar 500 tahun lalu, pernah terjadi gempa besar di zona Megathrust Segmen Mentawai-Siberut. Gempa yang tepatnya terjadi pada tahun 1797 lalu berkekuatan hingga 8,5 magnitudo dan juga mengakibatkan tsunami. Kejadian tersebut telah menelan korban jiwa hingga 300 orang meninggal dunia.
BMKG mencatat, sejak tahun 1979 tersebut, zona yang sama sudah mengalami kekosongan dan mengalami gempa setelah 500 tahun kemudian, tepatnya Selasa pagi, tanggal 25 April 2023. Sebelum itu, sebenarnya terjadi terjadi beberapa rangkaian gempa bumi, dengan kekuatan maksimum 6 magnitudo, di tahun 2016, 2018, dan 2019. Baru kemudian di tahun 2023 ini kekuatan gempa mencapai 6,9 magnitudo.
Zona megathrust
Lokasi titik gempa di Mentawai termasuk zona megahrust di Mentawai. Zona megathrust maksudnya adalah zona tempat atau titik berkumpulnya atau terjadinya tumbukan lempeng di kedalaman dangkal, lokasinya berada di sebelah barat kepulauan Mentawai.
Zona ini merupakan hasil dari aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia di bawah lempeng Eurasia. Zona ini bukanlah zona baru, sudah ada sejak jutaan tahun lalu, ketika busur kepulauan Indonesia terbentuk.
Aktivitas gempa di zona megathrust ini memang sudah diwaspadai sejak tahun 2016. Seperti yang sudah diungkapkan, sejak tahun tersebut sudah terjadi serangkaian gempa dengan magnitudo selalu di bawah angka 8. Kejadian rentetan gempa kecil dan menengah sejak tahun 2016 sudah lama dikhawatirkan dapat mengakibatkan gempa besar yang sudah lama terkunci selama ratusan tahun.
Sejarah gempa di zona megathrust
Catatan BMKG menyebutkan catatan sejarah gempa Mentawai di zona Megathrust itu sebagai berikut:
Baca Juga: Doa Ketika Gempa Bumi dan Langkah Mitigasi Bencana
- 10 Februari 1797, gempa berkekuatan 8,5 magnitudo, 300 orang meninggal dunia dan terjadi tsunami
- 4 Februari 1971, gempa berkekuatan 6,3 magnitudo, sejumlah bangunan rusak
- 8 Maret 1977, gempa berkekuatan 5,5 magnitudo, 982 rumah dan fasilitas umum rusak berat
- 28 April 1979, gempa berkekuatan 5,8 magnitudo, 64 orang meinggal, 9 orang hilang, dan 193 rumah rusak.
- 16 Februari 2004, gempa berkekuatan 5,6 magnitudo, lima orang meninggal, tujuh orang luka-luka, 100 rumah rusak.
- 17 Desember 2006, gempa berkekuatan 6,0 magnitudo, 7 orang meninggal, 100 orang luka-luka, dan 60 rumah rusak.
- 6 Maret 2007, gempa berkekuatan 6,3 magnitudo, 67 orang meninggal dunia, 826 luka-luka.
- 13 September 2007, gempa berkekuatan 7,1 magnitudo, 25 orang meninggal, 161 luka-luka, 56 ribu bangunan rusak.
- 16 Agustus 2009, gempa berkekuatan 6,9 magnitudo, menyebabkan gelombang tsunami dan 9 orang luka-luka.
- 30 September 2009, gempa berkekuatan 7,6 magnitudo, menyebabkan 1.100 orang meninggal dunia, 2.181 luka-luka, 2.650 bangunan rusak.
- 2010, 2014, 2017, terjadi gempa dengan masing-masing berkekuatan 6 magnitudo, 5 magnitudo, 5,5 magnitudo, dan 6,2 magnitudo.
Demikian itu sejarah gempa Mentawai berdasarkan keterangan dari BMKG.
Kontributor : Mutaya Saroh
Berita Terkait
-
Doa Ketika Gempa Bumi dan Langkah Mitigasi Bencana
-
Indeks Sinar UV Sangat Tinggi, Begini Imbauan BMKG
-
BMKG: Waspada Hujan Deras Disertai Angin dan Petir di Wilayah Jabar Ini
-
Waspada Gelombang Panas Asia, Suhu NTB Capai 33 Derajat Celcius
-
Sampai Kapan Cuaca Panas di Indonesia Berlangsung? BMKG: Intensitas Sinar UV Tinggi dari Siang hingga Sore
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Antara Ketertiban dan Kebebasan Bicara: Mural yang Dihapus Kilat di Depan Kampus Trisakti
-
Israel Makin Jauh dari Amerika, Benjamin Netanyahu Mau Serang Iran Sendiri
-
6 Parfum Pria Tahan Lama yang Cocok di Iklim Tropis, Wanginya Segar dan Maskulin
-
Kisah Masa Lalu Bahlil Lahir dari Anak ART: Ibu Saya Tukang Cuci, Ayah Buruh
-
4 HP Spek Premium untuk Gaming Berat hingga Fotografi Kualitas Tinggi
-
Studio Passione Garap Anime Gourmet Berjudul I Love Dokagui! Mochizuki-san
-
Diserang dari Seluruh Penjuru, Infantino Mohon Maaf Batal Jual Saham Piala Dunia
-
BRI Consumer Expo 2026 Hadir di PIK2, Saat Tepat Wujudkan Rumah dan Kendaraan Impian
-
BRI Consumer Expo 2026 Goes to PIK2: Banyak Promo Menarik untuk Pembelian Rumah dan Mobil Baru
-
Suspensi Berlanjut, Saham WIKA Masih Belum Bisa Dibeli