Hary juga pernah menjadi Ketua Umum PB Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) pada 2019 hingga 2023.
Pada 2013, Hary memutuskan terjun ke dunia politik. Awalnya ia mendirikan organisasi kemasyarakatan bernama Persatuan Indonesia (Perindo).
Adapun deklarator ormas ini lainnya adalah Yusril Ihza Mahendra, Romli Atmasasmita dan mantan Sekretaris Jenderal Partai NasDem Ahmad Rofiq.
Selanjutnya pada 2014, Hary Tanoe bergabung denagn Partai Hanura yang dibentuk Wiranto. Keduanya menjadi bakal calon presiden dan wakil presiden. Namun, Hary akhirnya mengundurkan diri karena perolehan suara Partai Hanura sangat kecil.
Hary pun mendukung pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa pada Pilpres 2014. Sayang, pasangan tersebut kalah di Pemilu 2024 melawan Joko Widodo dan Jusuf Kalla.
Hary lantas membentuk Partai Perindo pada 2015. Partai bentukannya ini kemudian didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 2018.
Perindo pun bertarung di Pemilu 2019 sebagai peserta. Sayang, partai politik ini hanya mendulang suara yang sangat kecil, yakni sebesar 2,67 persen. Hal tersebut membuat Partai Perindo tidak bisa lolos ke Senayan.
Akhirnya, pada tahun yang sama, Hary Tanoe memutuskan membawa Partai Perindo untuk berkoalisi mendukung Jokowi dan Ma'ruf Amin.
Prestasi Hary Tanoe
Baca Juga: PPP Resmi Usung Ganjar Pranowo Capres 2024, KIB Kumpul Besok Bahas Kebijakan soal Pilpres
Hary Tanoesoedibjo masuk dalam Asian Globe sebagai salah satu dari 50 pemimpin baru pembawa perubahan pada 2018.
Selain itu, sosoknya juga menjadi salah satu tokoh inspirator bangsa dari Serikat Pekerja Bank Bank Tabungan Negara pada 2018.
Kontributor : Annisa Fianni Sisma
Berita Terkait
-
PPP Resmi Usung Ganjar Pranowo Capres 2024, KIB Kumpul Besok Bahas Kebijakan soal Pilpres
-
Resmi Usung Ganjar Capres 2024, PPP Bakal Komunikasi ke KIB Sekaligus Menghadap Presiden Jokowi
-
Cek Fakta: Megawati dan Jokowi Restui Prabowo Jadi Pendamping Ganjar Pranowo di Pilpres 2024
-
CEK FAKTA: Ditunjuk Langsung oleh Jokowi dan Megawati, Mahfud MD Siap Jadi Cawapres Ganjar, Benarkah?
-
Rekam Jejak Denny Indrayana, Aktivis yang Bongkar Strategi 'Soft Landing' Jokowi
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
KPK Cecar Saksi Soal Dugaan Intervensi Hingga Pemberian Fee ke Sudewo dalam Kasus DJKA
-
Pengedar Ganja 3,6 Kg Diciduk di Tanah Abang Usai Ambil Paket dari Ekspedisi
-
Eskalasi Konflik Global Meningkat, Puan Minta Pemerintah Evaluasi Misi TNI di UNIFIL
-
Rustam Effendi Piliang Sebut Pratikno Otak Dugaan Ijazah Palsu Joko Widodo
-
Dunia di Ambang Krisis Avtur, Harga Tiket Pesawat Bisa Melonjak
-
Di Balik Ambisi B50 Dikritik: Diklaim Hemat Energi, Tapi Bebani Lingkungan dan Rakyat
-
Tinjau Sekolah Rakyat Sigi, Gus Ipul Pastikan Laptop Dimanfaatkan untuk Kegiatan Belajar
-
KPK Limpahkan Suap Impor Bea Cukai ke Pengadilan Tipikor, Nilai Lebih Rp40 Miliar
-
Kasus Korupsi Kuota Haji Kemenag, KPK Periksa Staf PBNU Syaiful Bahri
-
Presiden Xi Jinping Telepon Pangeran Arab Saudi Desak Selat Hormuz Dibuka