Dia mengklaim kalau videonya yang menyebut Megawati janda adalah konten lama yang kembali populer.
Bahkan video itu sudah dibuat sebelum dia membahas Lampung, yang mana konten itu membuatnya viral di media sosial beberapa waktu belakangan.
"Dan di situ tuh, gue tidak bermaksud untuk menggunakan konotasi janda itu kayak buruk ya. Gue bilang karena mengungkapkan kekesalan gue ketika itu piala dunia dibatalkan, gitu kan," sambung dia.
Video Bima menyebut Megawati janda itu dibuat untuk merespons tayangan wawancara antara presenter Najwa Shihab dan Ganjar Pranowo. Tema wawancara ini berisi pembatalan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia 2023.
"Sudah ketebak dah, lagian disuruh ngomong sama itu janda, janda satu itu, lu nurut. Aduh sudah deh enggak usah ditanggepin," hujat Bima.
Berita Terkait
-
Pertemuan Perdana Bahas Kemenangan Ganjar Pranowo di Pilpres 2024, PDI Perjuangan dan PPP Berupaya Perkuat Elektoral Capres
-
Survei Elektabilitas Parpol Versi Poltracking: PDIP Teratas, NasDem Masuk Tiga Besar, PAN dan PPP Tak Sampai 4 Persen
-
Muhaimin-Prabowo Bertemu di Kertanegara, Bahas Koalisi PKB-Gerindra hingga Deklarasi Capres PDIP
-
Erick Paling Berpeluang Menjadi Cawapres Ganjar
-
Cak Imin dan Prabowo Subianto Bahas Dinamika Politik Terbaru dalam Halal Bihalal
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Dukung Earth Hour, BNI Perkuat Operasional Rendah Emisi dan Efisiensi Energi
-
Pembersihan Lumpur dan Rehabilitasi Sawah Terus Diakselerasi Satgas PRR
-
Tancap Gas! Satgas PRR Serahkan 120 Rumah kepada Penyintas Bencana di Tapanuli Selatan
-
Wacana WFH ASN: Solusi Hemat BBM atau Celah untuk Long Weekend?
-
Menteri PU Nyetir Sendiri Lintasi Trans Jawa, Puji Kualitas Tol Bebas Lubang
-
Tak Ada yang Kebal Hukum: Mantan PM Nepal Sharma Oli Ditangkap Terkait Tewasnya Demonstran
-
Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
-
Sampah Menggunung di Pasar Induk Kramat Jati Capai 6.970 Ton, Pasar Jaya Kebut Pengangkutan
-
Antisipasi Copet hingga Jambret, Ribuan Personel Jaga Ketat Pasar Murah di Monas
-
Bersama Anak Yatim Piatu, Boni Hargens Gelar Doa bagi Perdamaian Dunia