/
Jum'at, 28 April 2023 | 16:57 WIB
Erick Thohir (suara.com)

TANTRUM - PDIP menetapkan Ganjar sebagai capres yang mereka usung di Pilpres 2024 dalam Rapat DPP Partai Ke-140 Diperluas Tiga Pilar dengan agenda konsolidasi internal dan silaturahim Idul Fitri 1444 Hijriah di Istana Batu Tulis, Bogor, Jawa Barat, Jumat (21/4). Hal sama juga dilalukan PPP yang mengusung kader PDIP ini untuk maju bertarung.

Pengamat politik dari Universitas Hasanuddin Makassar Phil Sukri menilai Menteri BUMN Erick Thohir berpeluang besar menjadi calon wakil presiden (cawapres) mendampingi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang diusung sebagai calon presiden (capres) oleh PDI Perjuangan.

Erick berpeluang besar menjadi cawapres pendamping Ganjar karena dia merupakan sosok yang merepresentasikan figur nasionalis-religius.

"Sejauh ini, Erick sudah banyak membuktikan sebagai sosok nasionalis dan religius, sehingga peluang Erick untuk mendampingi Ganjar dan memenangkan kontestasi Pilpres 2024 sangat besar," ujarnya.

Sukri menilai Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengisyaratkan bahwa cawapres akan mendampingi Ganjar adalah sosok religius dan dekat dengan ormas keagamaan terbesar di Indonesia Nahdlatul Ulama (NU) merupakan ormas Islam terbesar di Indonesia dan memiliki kedekatan dengan Megawati.

"Kecenderungan cawapres yang nanti akan mendampingi Ganjar merupakan orang yang dekat atau dapat merepresentasikan NU. Dari beberapa kandidat potensial yang saat ini sudah muncul, yang memiliki kedekatan dan bisa merepresentasikan NU adalah Erick Thohir. Selain menjabat sebagai Menteri BUMN, Erick juga menjadi pengurus Banser sehingga dapat bisa merepresentasikan NU," jelasnya.

Selain Erick, nama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno juga menjadi salah satu nama yang dinilai berpeluang menjadi cawapres pendamping Ganjar. Tetapi, Erick berpeluang lebih besar untuk mendampingi Ganjar.

Hal tersebut karena selain merepresentasikan sosok nasionalis dan religius, Erick pun merupakan sosok yang netral, tidak pragmatis, tidak oportunis, dan tidak pernah mengusung politik identitas. Dia juga merupakan figur cawapres yang berasal dari luar Jawa sehingga berpotensi meningkatkan perolehan suara Ganjar di Pilpres 2024.

Baca Juga: Dituntut Hukuman Mati, Teddy Minahasa Akan Dengarkan Vonis Hakim pada 9 Mei 2023

Load More