News / Metropolitan
Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:43 WIB
Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Perumda Pasar Jaya mengakselerasi pengangkutan 6.970 ton sampah menumpuk di Pasar Induk Kramat Jati sejak 9 Maret 2026.
  • Akselerasi dilakukan dengan berkoordinasi intensif bersama DLH DKI Jakarta dan mengerahkan 33 truk tronton.
  • Pasar Jaya berencana pengadaan lima truk baru serta uji coba teknologi thermal hydrolysis sebagai solusi jangka panjang.

Suara.com - Perumda Pasar Jaya tengah melakukan upaya akselerasi untuk menangani tumpukan sampah yang menggunung di kawasan Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur.

Manager Humas Perumda Pasar Jaya, Topik Hidayatulloh, memastikan bahwa pihaknya terus mempercepat proses pengangkutan limbah tersebut dengan menggandeng berbagai instansi terkait.

“Kami terus berkoordinasi intensif dengan instansi terkait untuk memastikan seluruh tumpukan sampah dapat segera terangkut sepenuhnya,” ujar Topik di Jakarta, Sabtu (28/3/2026).

Persoalan ini mencuat ke publik setelah kondisi penumpukan sampah di pasar tersebut viral di berbagai platform media sosial dan memicu perhatian luas.

Volume sampah yang harus dievakuasi dari lokasi diperkirakan mencapai angka fantastis, yakni sekitar 6.970 ton atau setara dengan muatan 410 truk tronton.

Kondisi darurat lingkungan ini dipicu oleh adanya kendala teknis dalam penyediaan armada pengangkutan yang sudah terjadi sejak 9 Maret 2026 lalu.

Sebagai langkah nyata di lapangan, Perumda Pasar Jaya kini bersinergi secara intensif dengan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta.

Dalam kurun waktu dua hari terakhir, sebanyak 33 unit truk tronton telah dikerahkan ke lokasi untuk menguras tumpukan sampah secara bertahap.

Selain pengangkutan fisik, pihak pengelola juga melakukan penertiban dan penyaringan atau screening guna memastikan alur pembuangan sampah tetap terkendali.

Baca Juga: Gunungan Sampah Kiriman Kepung Pantai Kedonganan Bali

Perumda Pasar Jaya juga tengah memproses pengadaan lima unit truk sampah mandiri berkapasitas 16 meter kubik yang ditargetkan mulai beroperasi pada akhir April 2026.

Untuk solusi jangka panjang, perusahaan kini tengah menyiapkan uji coba teknologi thermal hydrolysis serta sistem MASARO demi mewujudkan manajemen sampah zero.

“Langkah-langkah ini diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan yang ada, tetapi juga membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih baik,” pungkas Topik. 

Load More