- Otoritas Nepal menangkap mantan PM Oli dan mantan Mendagri Lekhak pada Sabtu (28/3/2026) terkait kematian demonstran 2025.
- Penangkapan ini merupakan tindak lanjut laporan Komisi Yudisial mengenai dugaan kelalaian pidana yang menyebabkan korban jiwa.
- Partai politik terkait menilai penangkapan tersebut bermuatan politik dan berjanji akan segera melancarkan aksi protes.
Suara.com - Otoritas Nepal menangkap mantan Perdana Menteri K.P. Sharma Oli dan mantan Menteri Dalam Negeri Ramesh Lekhak pada Sabtu (28/3/2026).
Kedunya ditangkap terkait dugaan kelalaian pidana dalam kasus kematian puluhan demonstran muda pada September 2025.
Kabar penangkapan dua tokoh politik papan atas itu disampaikan Menteri Dalam Negeri Sudan Gurung. Ia mengklaim langkah tersebut sebagai bentuk komitmen pemerintah bahwa hukum berlaku bagi semua, tanpa pengecualian.
"Janji tetaplah janji. Tak ada yang kebal hukum," tulis Gurung di Facebook sebagaiaman dikutip dari ANTARA, Sabtu (28/3/2026).
Gurung juga menegaskan langkah tersebut bukan bentuk balas dendam politik, melainkan bagian dari penegakan hukum.
"Ini baru awal dari keadilan. Saya berharap negara ini akan bergerak ke arah baru," katanya.
Dikepung Polisi, Ditangkap di Rumah
Puluhan polisi dikerahkan ke kediaman Oli di Bhaktapur setelah rapat kabinet pada Jumat (27/3/2026) memutuskan menindaklanjuti laporan Komisi Yudisial.
Saat proses penangkapan, sejumlah pendukung Partai Komunis Unified Marxist Leninist (UML) bentrok dengan aparat di luar kediaman Oli. Namun, polisi berhasil membubarkan massa dan mengamankan mantan PM tersebut.
Baca Juga: Vonis 6 Bulan untuk Demonstran: Lega Orang Tua, Tapi Ada yang Janggal Soal Kekerasan Polisi!
Oli diketahui merupakan ketua UML, sementara Lekhak adalah tokoh senior Nepali Congress.
Penangkapan ini merupakan tindak lanjut rekomendasi Komisi Yudisial yang dipimpin Gauri Bahadur Karki.
Komisi tersebut meminta penyelidikan terhadap Oli, Lekhak, serta Kepala Kepolisian Chandra Kuber Khapung atas dugaan kelalaian yang berujung pada kematian demonstran.
Sedikitnya 25 orang, sebagian besar anak muda, tewas dan sekitar 700 lainnya terluka dalam aksi protes besar yang pecah setelah pemerintah melarang sejumlah media sosial pada September 2025.
Selain penangkapan, pemerintah juga membentuk komite kajian untuk menyelidiki keterlibatan aparat keamanan dalam dugaan penembakan terhadap massa.
Dituding Bermuatan Politik
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
- 7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan
-
Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China
-
Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa
-
Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun
-
Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha
-
Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus
-
Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi
-
Tim Advokasi Bongkar Sisi Gelap Tragedi PRT Benhil: Penyekapan, Gaji Ditahan, hingga Manipulasi Usia
-
Dua Hakim Dissenting Opinion: Ibam Seharusnya Dibebaskan di Kasus Chromebook
-
MBG di Kalbar Serap 22 Ribu Tenaga Kerja, BGN: Ekonomi Masyarakat Bawah Bergerak Kencang