Suara.com - Kasus seorang pria yang dikenal sering mengamuk, Yudo Andreawan masih lanjut hingga kini. Namanya sempat viral di media sosial Twitter karena bertingkah mengganggu kenyamanan di tempat umum.
Lantas, bagaimana perjalanan perkaranya?
Ada seorang korban yang melapor karena mengalami kekerasan. Yudo kemudian ditangkap oleh Polda Metro Jaya pada 14 April lalu. Tepatnya setelah ia dipancing untuk bertemu dengan dalih membicarakan cibiran warganet yang menyebutnya perusuh.
Yudo pun ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penganiayaan. Kepada polisi, ia sempat mengaku menderita penyakit mental. Pihak kepolisian lantas melakukan observasi terhadap kejiwaan dirinya di RS Kramat Jati, Jakarta Timur.
Adapun hasil observasi yang dilakukan selama 20 hari itu, Yudo Andreawan dinyatakan mengalami gangguan bipolar. Ia diketahui sudah mulai menjalani perawatan intensif di rumah sakit sejak Rabu (3/5/2023).
Meski begitu, Yudo masih berstatus sebagai tersangka. Begitu pun dengan kasusnya yang dipastikan akan tetap berjalan. Polisi telah melimpahkan berkas perkaranya ke tingkat kejakaan untuk ditindaklanjuti.
Kronologi korban bisa melapor
Yudo Andreawan awalnya membuat grup WhatsApp yang berisi 300 orang temannya. Tak terkecuali korban Reinhard Richard, pelaku kekerasan seksual asal Indonesia yang beraksi di Inggris. Dalam grup, Yudo menyebut dirinya dan korban akan menikah.
Padahal, aslinya tidak alias hanya halusinasi Yudo. Korban yang merasa terganggu, memutuskan untuk keluar dari grup tersebut. Namun, berulang kali Yudo kembali memasukkannya. Begitu pun dengan korban yang terus-terusan meninggalkan grup.
Baca Juga: Usut Kasus 20 WNI Korban TPPO Di Myanmar, Bareskrim Buru Perekrut Hingga Sponsor
Hal itu lantas membuat Yudo marah sampai memaki korban. Caci maki ini dilaporkan kepada korban oleh salah satu anggota lain. Setelahnya, korban dan Yudo janjian untuk bertemu di sebuah mal di Jakarta Pusat.
Saat keduanya bertemu, terjadi perselisihan yang merugikan korban. Ia mengklaim bahwa Yudo menendang, mencakar, hingga meludahi dirinya. Setelahnya, mereka sempat dilerai oleh petugas keamanan mal dan dibawa ke pos.
Begitu sampai di pos, perselisihan kembali terjadi. Yudo lagi dan lagi mencakar, meludah, bahkan melempar gelas ke arah korban. Atas pengalaman tak mengenakan ini, korban melaporkan Yudo ke Polda Metro Jaya atas tindak penganiayaan.
Yudo Andreawan sendiri viral karena sejumlah video saat ia mengamuk di tempat umum, seperti stasiun beredar di media sosial Twitter. Ketika diperiksa kejiwaannya, petugas rumah sakit juga menjadi korban amukannya. Ia kesal lantaran prosesnya lama.
Kontributor : Xandra Junia Indriasti
Berita Terkait
-
Usut Kasus 20 WNI Korban TPPO Di Myanmar, Bareskrim Buru Perekrut Hingga Sponsor
-
Kasus Penembakan Kantor MUI Polisi Periksa 19 Saksi, Diantaranya dari Keluarga Mustopa
-
Ariyanto Pemuda Onani di Gang Sempit Kemayoran Ditangkap, Ngaku ke Polisi Ingin Melampiaskan Nafsu
-
Yudo Andreawan Didiagnosa Gangguan Bipolar, Kini Diserahkan ke RSJ Grogol
-
Tampilkan CCTV, Pengacara Klaim AG Orang Pertama Tolong David Usai Dihajar Mario Dandy
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
Terkini
-
Fleksibilitas Kerja ASN Perkuat Budaya Kerja Profesional dan Berbasis Kinerja
-
Gagah! Sapi Kurban 'Kelas Berat' 1 Ton Milik Prabowo Tiba di Masjid Istiqlal
-
Siapa Prihatini Cs? Peneliti yang Diduga Tipu Pakar Dunia di Denmark Ternyata Bukan Dosen Lokal
-
Skandal Riset Palsu Demi Travel Grant, UNY Benarkan Rivaldy dan Prihantini Adalah Alumni
-
Pemkab Mojokerto Kucurkan Dana Rp7,5 Miliar untuk Insentif 6 Ribu Guru TPQ
-
Jalur KRL Tangerang Kembali Normal Setelah Tiga Jam Gangguan
-
DPR Setujui RUU Aceh: Zakat Kurangi Pajak, Bandara Dikelola Daerah
-
PMJ Ungkap Peran Obat Keras di Balik Aksi Anarko, Nyali Massa Demo Muncul dari Pil Koplo?
-
Krisis Ekonomi Ubah Tradisi Idul Adha di Negara Ini, Harga Kurban Gila-Gilaan
-
Niat Baik Berujung Petaka! Melerai Cekcok Sopir Taksi, Pemuda di Kemayoran Malah Dikeroyok Pemabuk